
" Asta, apakah kamu akan menghubungi Pak Andi ?," Amanda melihat Asta masih sibuk dengan pekerjaan yang berada di mejanya.
" He eh, bisa kamu sambungin tidak ?," pintanya dengan senyuman.
" Okey."
Amanda segera menghubungi Andi dan menyerahkan gagang telepon pada Asta setelah terhubung.
" Hallo selamat pagi Pak Andi, saya Astari sekretaris Pak Kevin dan saya belum mendapatkan laporan dari Bapak, apakah bulan ini tidak ada kegiatan ?," tanyanya langsung.
" Saya bicara dengan siapa ?," terdengar suara yang terdengar arogan.
" Astari ."
" Astari, laporan terakhir itu hari ini dan masih ada delapan jam sebelum jam kerja berakhir ."
" Benar Pak masih ada delapan jam tetapi kami harus memberikan semua detailnya sebelum menyerahkan pada Pak Kevin. kalau saya boleh tahu apa yang menjadi kesulitan bapak dalam memberikan laporan ?, bapak tentu tidak mau bila bapak mendapatkan penilaian buruk dan tidak mampu bekerja bukan ?, " Asta berusaha berbicara sabar mendengar jawaban Andi.
" Sudah berapa lama Anda menjadi sekretaris, apakah ini termasuk tugas Anda ?."
" Benar Pak, ini salah satu tugas saya untuk memberikan laporan yang benar pada pimpinan sehingga menguntungkan semua pihak."
" Tidak perlu bicara seperti itu Nona, Anda tahu apa yang dibutukan oleh lelaki sehat ?, Anda berikan saja pada nya maka saya jamin Anda tidak akan mendapatkan teguran darinya ," ucapnya sambil tertawa dengan keras dengan kalimatnya yang merendahkan.
" Saya tunggu satu jam lagi dimeja Pak Derry atau ini akan ditangani langsung oleh Pak Kevin !," perintah Asta tegas, ia merasa pria yang bicara padanya sama sekali tidak memiliki tanggung jawab dan hanya bisa merendahkan saja.
" Kenapa?," tanya Amanda karena wajah Asta terlihat sangat kesal.
" Aku heran, kenapa Pak Andi ini seperti memiliki kekuasaan yang lebih dibandingkan Pak Kevin."
" Aku sudah mengirimkan CV Pak Andi dan kamu bisa membacanya !," ujar Amanda.
Dengan rasa penasaran Asta membaca biodata Andi dan ia sama sekali merasa tidak ada yang istimewa dan dapat dibanggakan dari orang itu.
" Tidak ada istimewanya sama sekali ?," ucap Asta pada Amanda yang hanya tersenyum saja.
Berselang satu jam Derry menghubungi Amanda untuk mengirimkan laporan keuangan yang sudah dikirimkan Andi, dan ia memberikan nya pada Asta.
__ADS_1
Asta segera menginput datanya sambil melihat laporan sebelumnya dan ia melihat hal yang sama pada laporan dibulan kedua saat Wiratama Corporation memulai bisnis properti. Dengan cepat ia menghubungi Derry untuk meminta penjelasan.
" Pak Derry, saya sudah menerima laporan yang bapak kirimkan, apakah bapak melihat keanehan ?.
" Saya sudah minta penjelasan tetapi Pak Andi mengatakan kalau ingin cepat ya seperti itu hasilnya."
Asta baru saja akan menjawab tetapi Kevin mengambil alih setelah melihat layar komputer Asta yang masih memuat perbandingan laporan keuangan yang diberikan oleh Andi.
" Kamu ikut saya sekarang untuk menemui manusia tidak berguna itu !."
" Baik Pak," kata Derry sambil meletakkan pesawat telepon ditempatnya.
" Diana, aku akan menemani Pak Kevin keluar. bila ada sesuatu telpon aku segera !."
" Baik pak."
Kevin dan Derry menuju kantor property Wira Pratama yang terletak dipusat kota Jakarta setelah menghubungi pihak keamanan setempat untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.
Mereka segera memasuki ruang kerja Andi dan melihat pria itu sedang bersantai sambil memainkan handphone . Kedatangan Kevin sangat mengejutkan dirinya dengan tergesa-gesa ia segera bangun dan menatap Kevin seperti tidak melakukan kesalahan.
" Aku sudah meminta keamanan untuk melihat rekaman cctv kantor ini dimulai saat kamu bekerja disini sebagai pegawai ilegal yang sangat merugikan perusahaan. Pak Polisi apakah Bapak bisa membawa orang ini sesuai dengan laporan yang saya buat ?."
" Apa-apaan ini, Kevin kamu tidak bisa melakukan hal ini, ingat Yunita tidak akan tinggal diam ."
" Tenang saja, kamu juga akan bertemu dengan Yunita karna aku juga sudah melaporkan nya ," ucap Alex sinis.
Andi telah diamankan dan Kevin menatap ruang kerja nya dengan penuh emosi.
" Aku menginginkan semua berkas keuangan dikumpulkan dan untuk sementara Pak Burhan yang akan menjadi direktur disni , sedangkan bagian keuangan akan ditangani oleh Pak Derry dari pusat," ucap Kevin menyampaikan pengumuman pada karyawannya di bidang properti .
Dengan langkahnya yang lebar Kevin meninggalkan kantor properti untuk kembali ke kantornya sementara Derry masih akan menangani keuangan properti untuk sementara waktu sampai urusannya disini selesai.
Kevin kembali kekantor nya hanya untuk mendapatkan laporan bahwa Yunita berada di lobby dan sedang membuat pertunjukan .
" Selamat siang Pak Kevin ?."
" Selamat siang. Asta masuk ke ruangan ku !," perintah Kevin tanpa menghentikan langkahnya .
__ADS_1
" Baik Pak."
Asta melihat Amanda yang hanya mengedikkan bahunya sama-sama tidak mengerti.
Asta memasuki ruang kerja Kevin yang langsung memintanya untuk mendekat.
" Bagaimana menurut mu ?,"tanyanya sambil memperlihatkan layar komputer nya.
Asta melihat kejadian yang sedang berlangsung di lobby .
" Siapa wanita itu ?."
" Namanya Yunita mantan tunangan ku dan juga mantan istri ayahku. Bagaimana menurut mu ?."
" Apakah kamu akan marah bila aku katakan bahwa dia kampungan ?."
" Tidak, dia memang kampungan dan sama sekali tidak menghargai dirinya sendiri ."
" Lalu apa yang akan kau lakukan?."
" Biarkan dia mempermalukan dirinya sendiri. Aku akan melihat sejauh mana dia akan berada disana ," Kevin tersenyum sinis dan juga mengejek dalam kata-katanya.
Asta menatap Kevin dan terlihat ia tidak menyetujui tindakan nya sedangkan ia tahu saat ini Kevin tidak dalam keadaan yang bisa dibantah setiap perkataannya.
" Apakah saya sudah bisa kembali ke meja saya Pak?."
" Kenapa, apakah kamu tidak ingin melihat pertunjukan "
" Tidak Pak, karna saya bisa lebih memanfaatkan waktu kerja saya dibandingkan harus melihatnya itu ."
" Baiklah," ujar Kevin dan ia segera menghubungi pihak keamanan agar mengusir Yunita. Sementara Asta sudah keluar dari ruangannya.
" Ada apa ?," Amanda bertanya pada Asta karna melihat wajah temannya terlihat murung.
" Kau tahu di Lobby Yunita sedang membuat keributan karna ia ingin bertemu Pak Kevin."
"Yunita tidak akan di izinkan untuk bertemu dengan Pak Kevin karena Pak Kevin sudah mengeluarkan larangan sejak Yunita meninggalkannya meskipun sempat menjadi istri ayahnya tetapi disini adalah kantor nya dimana wewenang tertinggi ada pada Pak Kevin," jawab Amanda .
__ADS_1
" Sudah tidak perlu dipikirkan, karena semua ini adalah pilihannya sendiri."
Asta kembali meneruskan pekerjaan nya yang sempat tertunda karena Kevin memintanya masuk hanya untuk melihat pertunjukan di lobby.