
Tepat jam 2.30 sore Asta bersama dengan Arum beserta keluarga kecilnya mengunjungi kolam renang muncul yang berada di daerah Banyu Biru.
Setelah melalui perjalanan yang cukup berliku dan menanjak mereka tiba di pemandian Alam Muncul.
"Pemandian alam ini terlihat sederhana, tetapi kejernihan air nya sangat luar biasa, seperti kristal ." ucap Asta begitu melewati pemeriksaan tiket masuk.
" Kamu rendam kaki mu saja Asta agar segar, atau bisa juga berenang dengan gaya punggung kalau kamu bisa ." ucap Arum ketika melihat Asta duduk ditepi kolam yang aman dari pengunjung yang berlalu-lalang.
"Apakah air ini selalu dibersihkan?," tanya Asta.
Ia melihat air mengalir dari kolam yang besar menuju kolam yang berada dibawahnya dimana banyak anak-anak yang asik berenang.
" Dibersihkan?. Kamu lihat pada bagian tengah kolam !, itu adalah mata air alam yang mengalir mengisi kolam ini secara terus menerus hingga kolam utama penuh dan airnya mengalir kekolam dibawahnya sebelum menuju sungai yang berada disana, jadi kamu tidak akan merasakan kaporit pada air ini." Arum menjelaskan tentang pemandian alam Muncul.
" Jadi itu yang menyebabkan air ini sangat segar sekaligus terasa sangat dingin."
" Benar."
" Kamu tidak turun berenang ?," tanya Asta pada Arum .
" Tidak. Saat pulang kantor ternyata aku kedatangan tamu," jawab Arum tertawa diikuti oleh Asta.
Merasakan air yang begitu segar pada kakinya membuat Asta tersenyum.
" Sangat menyenangkan bila aku bisa berenang disini. Walaupun menurut dokter olahraga yang paling aman itu berenang asalkan dengan gaya punggung, tetap saja aku tidak berani," kata Asta dalam hati.
" Ta, suara handphone mu bukan yang berbunyi ?," tanya Arum menunjuk tas punggung Asta.
__ADS_1
"Oh iya."
Asta mengambil handphonenya dan ia melihat Kevin yang menghubungi nya.
" Hallo Assalamualaikum?," sapa Asta.
" Waalaikum salam. Asta apakah kamu baik-baik saja ?,"tanya Kevin.
" Iya Mas aku baik-baik saja. Apakah Mas Kevin sudah sampai Semarang?."
" Belum. Aku masih di Jakarta, aku akan meneruskan perjalanan dengan pesawat komersial."
" Baiklah."
"Asta, aku akan sampai Semarang dalam 2 jam. Kamu bisa menunggu bukan ?."
" Baiklah ."
Asta menyimpan kembali handphonenya dan melihat Arum memandang nya tersenyum.
" Kenapa ?," tanya Asta.
" Aku baru dengar bicara suami istri yang sudah berpisah selama tiga minggu seperti itu. Ga ada romantisnya," jawab Arum tertawa.
" Aku juga heran, kok bisa ya," jawab Asta ikut tertawa.
" Kurasa memang kata-kata tidak diperlukan bila sudah bertemu, karena yang penting itu tindakan. Benar tidak ?," Kata Arum dan ia tertawa keras ketika melihat wajah Asta yang memerah.
__ADS_1
Kurang lebih satu jam mereka berada di Pemandian Alam Muncul sebelum memutuskan untuk pulang dan mereka kini sedang dalam perjalanan menuju rumah.
" Terima kasih ya Rum, sudah membawa aku ketempat yang sangat menyenangkan."
" Sudahlah, sebaiknya kamu bersiap menunggu kedatangan Mas Kevin dan istirahat kan tubuhmu !."
" Siap Bu," jawab Asta sebelum memasuki rumahnya dan menutup pintu .
Setelah berhias dan berganti pakaian Asta bersantai dikamarnya dengan duduk menyandar ditempat tidur.
Asta baru saja memejamkan matanya ketika mendengar suara ketukan pada pintu rumahnya.
Kevin berdiri didepan pintu rumah yang tertutup dan ia tadi sempat bertemu dengan penghuni sebelah yang mengatakan bahwa Asta mungkin tertidur sebelum wanita itu pergi dengan membawa motornya .
Kevin membalikkan tubuhnya dan melihat suasana sekitar tempat tinggal Asta yang bersih dan juga sejuk sebelum menyadari kalau pintu rumah sudah terbuka dimana Asta menatap nya dengan bermacam perasaan.
" Disini terasa damai dan tenang bukan ?, tidak perlu tinggal dirumah besar ataupun diapartement mewah bila kita tidak merasa nyaman," ujar Asta pelan.
Dengan perlahan Kevin membalikkan tubuhnya dan menatap Asta yang berdiri tanpa menatapnya.
Kevin Wiratama menatap Astari Rahayu dengan pandangan dipenuhi kerinduan juga rasa bersalah.
" Apakah Mas Kevin mau masuk atau ingin menjadi perhatian?," tanya Asta sambil melangkah kedalam.
Kevin mengikuti Asta masuk kedalam rumah dan ia duduk disofa ruang tamu yang pas memuat satu set sofa dan meja tanpa furniture lainnya.
" Asta, Begitu banyak kesalahan yang aku lakukan yang membuat dirimu pergi menjauh dariku. Tetapi aku tetap berharap kamu bersedia memaafkan diriku dan memberi kesempatan padaku untuk memperbaiki diri serta menjadi suami serta ayah yang baik untuk anak yang masih berada dalam kandungan mu. Maukah kamu memberikan kesempatan itu padaku ?."
__ADS_1
Asta menatap Kevin yang duduk didepannya dengan tatapan menilai dan ia menggeleng kepala nya pelan.