
Menggunakan gaun pengantin yang mewah Asta benar-benar berubah menjadi seorang ratu dengan kecantikan yang memukau degan Kevin yang berjalan disampingnya. Mereka merupakan pasangan yang menyita perhatian. Para tamu undangan yang hadir memberikan pujian serta ucapan selamat pada ke-dua nya tidak terkecuali rekan-rekan Kevin yang turut hadir . Sebenarnya Kevin tidak ingin mengundang mereka tetapi Asta menantang nya hingga dengan terpaksa ia mengundang mereka untuk hadir di acara resepsi pernikahan mereka.
" Aku masih tidak percaya ketika Kevin mengatakan akan menikah, aku pikir dia hanya bercanda," ucap Kemal pada Zain temannya .
" Benar, ketika tiba disini aku tatap tidak yakin, sampai aku melihat photo nya tadi. Siapa yang bisa memaksanya untuk menikah berarti mempunyai kekuatan yang tidak boleh diabaikan," jawab Zain
Mereka sudah tiba dimeja penerima tamu dan melihat daftar tamu yang sudah hadir.
Kemal bersiul pelan sambil menatap Zain yang ikut tersenyum, " Pantas saja, ternyata ia menikah dengan salah satu anggota keluarga perwira tinggi."
" Aku tidak tahu apakah teman kita itu pintar atau bodoh," ucap Zain dan mereka tertawa, " sekarang aku tahu alasannya mengapa kita dilarang membawa teman wanita."
Kemal dan Zain menghampiri kedua mempelai yang tengah tersenyum sambil sesekali tertawa yang sedang bersama tamu mereka .
" Hallo, Selamat ya untuk pernikahan nya," ucap Kemal sambil mengulurkan tangannya yang disambut Kevin dan mereka berpelukan erat, dan kepada Asta ia memberikan tatapan menilai yang membuat Asta menatapnya tajam sebelum akhirnya ditegur oleh Kevin.
" Apakah kamu akan terus menatap istriku ?, kalau iya aku rasa aku harus mengusir mu keluar ," ada nada peringatan pada suara Kevin yang membuat Kemal tertawa kecil.
"Ternyata pernikahan membuatmu menjadi pria posesif ."
" Tentu saja, karena aku akan melindungi orang-orang yang kusayangi ," ucap Kevin membuat Asta memandangnya tidak percaya .
Tanpa terasa acara resepsi pernikahan Kevin Wiratama dengan Astari Rahayu sudah berakhir dan mereka semua terlihat sangat lelah.
" Asta, malam ini kamu pulang bersama Kevin karena sekarang kamu sudah resmi menjadi istrinya. Kevin, apakah lusa kami boleh mengunjungi kalian ?."
" Tentu saja boleh Mah, kami sama sekali tidak merasa keberatan," jawab Kevin yang tanpa disadarinya ia merasa sangat bahagia .
Setelah saling berpelukan dengan keluarga Asta, Kevin membawa Asta pulang keapartement nya.
__ADS_1
Didalam apartemen nya yang besar dan mewah Kevin menatap Asta dengan pandangan nya yang penuh tanya.
" Ada apa ?," tanya Asta sambil duduk disofa. Ia memilih duduk disofa karena ia tidak tahu malam ini ia akan tidur dikamar mana.
" Apakah kamu akan benar-benar menjadi istriku ?, memberikan semua hak ku sebagai suami mu ?."
"Saat aku menerima dirimu sebagai suami ku, maka aku sudah menjadi istrimu yang berhak mendapatkan kasih sayang dan perhatian mu, bukan hanya sebagai pelepas nafsu dan gairah mu sebagai lelaki," jawab Asta sambil menatap Kevin penuh peringatan.
" Baiklah, kurasa kau tahu aku seorang laki-laki sehat yang sudah lama tidak menyalurkan hasrat ku, apakah kamu akan memberikannya ?."
" Bicaramu seperti laki-laki yang hanya tahu itu saja," ucap Asta dengan wajahnya yang memerah.
" Baiklah, aku ingin malam ini aku akan menjadikan mu sebagai istriku dalam arti yang sebenarnya."
Dengan penuh rasa gemas dan juga hasrat yang sudah tidak tertahan kan Kevin mengangkat tubuh Asta dan membawanya ke kamar atas untuk memberikan pelajaran pada istrinya yang masih perawan .
Hari masih gelap ketika Asta terbangun dari tidurnya. Ia merasakan tubuhnya sangat pegal dan sakit dibeberapa bagian karena perbuatan Kevin semalam.
" Gila, bagaimana dia bisa membuat tubuhku sakit begini ?, sebaliknya aku berendam diair hangat agar lebih segar."
Asta melangkah pelan kearah kamar mandi sementara Kevin masih terlelap dalam tidurnya.
Setelah selesai sholat subuh Asta segera keluar kamar dan menuju dapur untuk membuat sarapan.
Saat ia sedang mencuci piring , ia melihat Kevin turun dari kamarnya yang berada dilantai atas dan menghampiri nya.
" Sedang buat apa ?," tanyanya sambil menuang air putih dan langsung meminumnya.
" Ini aku bikin roti bakar dan sereal buah saja. Kulkas mu kosong hanya ada sari jeruk saja."
__ADS_1
" Kau kan tahu aku jarang makan dirumah. Apakah kamu mau belanja hari ini ?."
" Boleh, nanti antar aku ya, atau kamu punya kesibukan lain ?."
" Tidak ada , aku akan mengantar mu nanti."
Mereka menikmati sarapan dan seringkali Asta melihat Kevin menatapnya sambil senyum-senyum sendiri.
" Kenapa ?."
" Terima kasih sudah membuatku menjadi lelaki pertama mu," ucapnya sambil tersenyum penuh arti membuat Asta malu dan menatap kearah lain.
"Kenapa harus malu, aku menyukainya karna akulah yang pertama dan sekarang lelaki ini sudah ingin merasakannya lagi."
Dengan penuh kekuatan Kevin kembali membawa Asta kekamarnya tidak memperdulikan Asta yang berteriak agar ia diturunkan dari gendongannya .
" Kau benar-benar gila Mas, tubuhku sudah pegal semuanya tahu ?."
" Tapi kamu suka kan ?."
" Kalau tidak suka memangnya kenapa ?."
" Berarti kamu munafik dan bodoh ." jawab Kevin yang langsung berjalan kekamar mandi sementara Asta masih berbaring merasakan sakit di sekujur tubuhnya .
" Mandilah, lalu kita tidur sebentar nanti agak sore baru kita belanja ." ucap Kevin ketika keluar dari kamar mandi.
Setelah selesai mandi dan mengeringkan rambutnya Asta mengambil pakaian ganti miliknya yang masih berada di koper setelah sehari sebelum pernikahan sudah dibawa oleh Pak Toha sementara Kevin sudah terlelap dengan hanya mengenakan pakaian dalam saja.
Mengenakan kaos panjang Asta ikut membaringkan tubuhnya disebelah Kevin setelah sebelumnya ia melakukan sholat dhuhur terlebih dahulu dan tidak berapa lama ia pun sudah tertidur. Dalam tidurnya ia merasa Kevin memeluknya dan menciumnya dengan lembut.
__ADS_1