Izinkan Aku Membenci

Izinkan Aku Membenci
Episode 97.


__ADS_3

Penuh dengan rasa bahagia, Kevin keluar dari ruang bersalin dan ia bertemu dengan keluarganya.


" Kevin, bagaimana keadaan Astari ?," tanya Mama Ardiani begitu melihat menantunya.


" Alhamdulillah Mam, Asta sudah melahirkan seorang anak lelaki yang tampan dan sempurna," jawab Kevin dengan rasa bangga.


" Alhamdulillah..., selamat ya, semoga putra kalian menjadi anak yang Sholeh, berguna, dan menjadi kebanggaan orang tua." ucap Mama dan ia memeluk Kevin penuh rasa bahagia.


" Terima kasih Mam." balas Kevin memeluk Mama Ardiani dengan erat.


" Selamat. Sekarang kamu sudah menjadi seorang Ayah. Segala tindakan, tingkah laku serta perbuatan kalian harus dipikirkan dengan baik." ucap Tuan Sudrajat memeluk Kevin.


" Terima kasih Pah. Aku akan berusaha menjadi yang terbaik untuk keluarga ku,"jawabnya.


Berturut-turut, Kevin menerima ucapan selamat dari para kakak serta istri mereka yang segera datang begitu mendengar kalau adik bungsu mereka melahirkan.


" Mengapa Astari belum keluar ?," tanya Mama sambil melihat kearah dalam ruang bersalin.


" Menurut suster, Asta akan dibersihkan dulu, begitu juga dengan bayi kami, dan kita diminta menunggu di ruang perawatan saja," jawab Kevin.


" Ya sudah, kita keruang perawatan saja, Menurut ku Asta dibawa keruang perawatan tidak melalui jalan ini," kata Dini setelah mendengar jawaban Kevin.


Mereka sudah berada diruang perawatan ketika Asta yang masih berbaring ditempat tidur memasuki ruang perawatan bersama suster.


Setelah memposisikan tempat tidur pasien dengan baik, suster yang membawa Asta meninggalkan nya, dan tidak berapa lama datang suster bersama bayi mereka yang tertidur dalam buaian.

__ADS_1


" Wow, putra kalian benar-benar tampan. Aku rasa ia akan menjadi pemuda yang selalu dipuja," jawab Dini memuji membuat Asta memandang Kevin dengan penuh arti.


" Menjadi pujaan para wanita, tetapi jangan seperti papa ya sayang," sahut Kevin sebelum kakak iparnya terutama Rizky memojokkan


dirinya.


Mendengar ucapan Kevin membuat yang hadir tertawa, karena mereka mengerti mengapa Kevin mengatakan hal tersebut.


" Sebagai laki-laki normal tidak masalah selama masih sendiri, tetapi harus mampu menjaga diri, jangan mudah memainkan perasaan wanita," kata Krisworo menanggapi perkataan Kevin.


" Jadi idola dan menjadi lelaki paling diminati tidak ada yang salah. Yang penting bertanggung jawab." kata Rizky menimpali.


" Apa yang kalian bicarakan ini. Didepan anak bayi itu harus mendoakan yang terbaik, bukannya dijadikan bahan candaan," tegur Mama tajam.


Mereka yang mendapat teguran hanya tersenyum malu.


" Ya, kami pamit dulu, sehat ya sayang ," ucap Dini pada Asta dan mencium kening adiknya penuh rasa sayang.


" Terima kasih Mba," jawab Asta tersenyum.


" Siapa yang akan berada disini menemani Kevin dan Asta ?," tanya Tuan Sudrajat pada Rizky.


" Sisil dan Meghan Pah." jawab Rizky.


" Benar Pah. Papa dan Mama pulang saja dulu, nanti sore datang kembali bersama Mas Bima atau bisa dijemput oleh Pak Toha," kata Asta pada orangtuanya.

__ADS_1


" Baiklah, kami pulang dulu. Sisil jaga adikmu. Dan Kevin, jaga anak dan istrimu dengan baik," pesan Tuan Sudrajat pada menantunya.


" Ya Pah, kami akan menjaganya," jawab Sisil dan Kevin berbarengan.


Asta sedang menyusui bayinya ketika Sisil kembali dari tempat parkir mengantar mertuanya.


" Sudah keluar Asi nya ?," tanya Sisil memperhatikan Asta sementara Kevin duduk di kursi yang dekat dengan buaian.


" Sudah Mba," jawab Asta tersenyum.


" Anak-anak dirumah dengan siapa Mba ?," tanya Kevin pada Sisil.


" Seperti biasanya Vin, dirumah kan ada Bibik, dan mereka sudah besar jadi sudah bisa mengurus kebutuhan nya sendiri kalau Mba sedang bekerja," jawab Sisil.


" Aku sudah bicara pada Kak Krisworo bagaimana kalau Meghan saja yang menemaniku, sementara Mba Sisil melakukan tugasnya yang lain. Bagaimanapun Shinta sekarang mau masuk SMP dan mungkin perlu Mba Sisil untuk menemaninya belajar," ujar Asta pada Kevin.


" Hem, benar karena aku juga tidak ingin Mba Sisil lebih banyak menghabiskan waktunya diluar dibandingkan dengan anak-anak dirumah," jawab Kevin sementara Sisil hanya mendengarkan.


" Bagaimana Mba ?," tanya Asta.


" Kalau Mba terserah kalian saja, bisa juga Meghan dan Ivan yang menjaga Asta, sementara Kevin tetap bersama Pak Toha." jawab Sisil membuat Asta menatapnya tidak mengerti.


" Pak Toha ?."


" Mengenai Pak Toha silahkan kamu minta penjelasan pada Kevin ya !," jawab Sisil tertawa.

__ADS_1


" Kevin Mba keluar dulu ya, jangan khawatir Meghan ada didepan ," kata Sisil sambil mengedipkan sebelah matanya pada Kevin yang hanya tersenyum miring.


__ADS_2