Izinkan Aku Membenci

Izinkan Aku Membenci
Episode 46


__ADS_3

Didalam mobil menuju bandara, Kevin membaca surat yang ditinggalkan Asta yang diletakkan diatas bingkai photo dengan bermacam perasaan .


" Aku tidak tahu apa yang harus aku sampaikan pada Mas Kevin. Diantara kita memang tidak ada rasa cinta ketika memulai pernikahan, tetapi aku sama sekali tidak mengetahui bahwa Mas sangat membenci nya. Kalau Mas katakan padaku dari awal, aku akan menolaknya. Tapi semuanya sudah terjadi dan enam bulan batas waktu yang Mas berikan sudah berakhir. Aku menghormati keinginan Mas Kevin dan juga akan menepati janji keluarga ku. Kita akan berpisah dan menjauh darimu. Bila dalam waktu dekat ini ternyata aku hamil, aku akan menghubungi mu, tetapi bila aku tidak hamil maka aku akan mengajukan perceraian." Kevin kembali melipat surat yang ditinggalkan Asta.


" Apa yang terjadi padaku ?." keluh Kevin.


Tepat 3 Minggu setelah Asta meninggalkan Kota Jakarta, Asta menatap cincin kawin yang melingkar dijari manisnya.


"Apakah aku harus mengabarinya sesuai janjiku ?, tapi bagaimana kalau aku harus kecewa lagi. Rasanya sangat lelah bila Mas Kevin sikapnya seperti itu terus ," ucap Asta dalam hati.


Sebenarnya ketika Kevin kembali dari luar negeri, ia sangat bahagia dan berencana mengabarkan berita bahagia kalau dirinya hamil, tetapi belum lagi ia mengatakan nya Kevin sudah mengusirnya pergi karena tuduhan yang diberikan oleh teman-teman Kevin.


" Asta ?,apakah kamu belum juga mengatakan nya ?." tanya Arum.


Hari ini Asta memintanya agar menemani dirinya ke dokter untuk periksa kehamilan nya.


" Aku memang belum lama mengenal mu, tetapi aku yakin bahwa kamu adalah wanita yang memegang janjinya. Suami mu berhak untuk mengetahui nya, jangan sembunyikan darinya bahwa kamu sedang mengandung bayinya. Keputusan kamu untuk tinggal disini atau bersama dengannya lagi bisa kalian bicarakan dengan tenang. Sudah tiga Minggu kalian berpisah , aku yakin kalian sudah dapat berpikir secara dewasa, tetapi ingatlah kalian sekarang mempunyai tanggung jawab bersama yaitu anak yang berada dalam kandungan mu," ucap Arum dengan menggenggam tangan Asta.


" Bagaimana kalau Mas Kevin tidak menerima ?."


" Aku yakin suami mu mempunyai hitungan yang tepat, apalagi kalau Amanda ikut menjelaskan bahwa kamu tidak pernah melakukan hal yang tidak baik, aku yakin dia akan percaya dan sangat bahagia."


" Tapi kamu tidak tahu Rum, Mas Kevin sangat kekanak-kanakan."


"Asta, semua orang mempunyai sifat itu. Lelaki yang sudah berumur hampir setengah abad saja masih memiliki sifat itu, apalagi suami mu ?, hubungi Mas Kevin dan katakan bahwa kamu sedang mengandung anaknya !."

__ADS_1


" Tapi Rum ?," Asta masih ragu-ragu.


" Berikan nomor telepon nya, biar aku yang akan bicara pada suamimu !," perintah Arum.


Arum menghubungi Kevin setelah Asta memberikan nomor telepon nya. Dengan sabar Arum mencoba terus menghubungi Kevin setelah dua kali telepon nya tidak dijawab.


" Rum, sudahlah..., nanti saja aku yang akan menelepon nya ." kata Asta.


" Aku tidak yakin kalau kamu akan menelepon suamimu," jawab Arum.


Akhirnya pada deringan ke empat teleponnya diangkat setelah Arum mengirim pesan bahwa dia adalah teman Asta.


" Hallo selamat sore Pak Kevin. Saya Arum temannya Astari ."


"Selamat sore. Apa... apakah ada sesuatu dengan Asta ?,"


"Hallo Mas...." sapa Asta memandang Arum.


" Asta..., bagaimana kabar mu ?." terdengar suara Kevin yang terdengar parau.


"Aku... Aku baik-baik saja Mas, aku hanya ingin mengatakan bahwa aku,-


" Dimana kamu sekarang ?, "


" Aku tinggal di Ambarawa dan aku menelepon mu karena aku sudah janji padamu bahwa aku akan mengatakan apapun hasilnya. Dan aku... Aku tadi baru periksa kehamilan dan usia kandungan ku sudah lima Minggu," kata Asta dengan cepat.

__ADS_1


" Berikan alamatmu, aku akan segera kembali ke Indonesia."


" Ke Indonesia?, Memangnya kamu ada dimana ?."


"Tidak penting. Begitu aku tiba di Semarang aku akan segera menghubungi mu kembali. Apakah alamatnya sudah kamu kirimkan ?."


"Sudah."


" Asta, terima kasih karena kamu mau menelepon ku."


"Ucapkan terima kasih mu pada Arum, karena dialah yang memaksaku menelepon mu," kata Asta cepat.


" Baiklah sampaikan terima kasih ku padanya. Aku tutup telepon nya, jaga dirimu dan jaga anak kita dengan baik!."


" Ya. Hati-hatilah," kata Asta kemudian memberikan handphone nya pada Arum.


" Bagaimana?."


" Mas Kevin akan datang kesini. Dia akan mengabari kalau sudah tiba di Semarang."


"Bagus. Selesaikan masalah kalian berdua. Tapi ingat biarkan suamimu istirahat dulu ." pesan Arum.


Mendengar pesan Arum membuat Asta tertawa.


"Kenapa ?,"tanya Arum.

__ADS_1


"Kamu seperti ibu-ibu kalau sedang memberikan nasihat."


" Lah, aku kan memang ibu-ibu. Seorang ibu yang sudah memiliki anak usia 11 tahun dan 7 tahun." jawab Arum tertawa.


__ADS_2