Izinkan Aku Membenci

Izinkan Aku Membenci
Episode 14


__ADS_3

Astari memasuki kamar kost nya dengan perasaan campur aduk. Ia masih berbaring menatap langit-langit hingga beberapa saat lamanya .


Setelah berganti pakaian ia menyalakan laptop nya dan mulai bekerja menyelesaikan pekerjaan siang tadi yang tertunda karna harus menemani Kevin menemui temannya.


Asta masih sibuk bekerja ketika pintu kamarnya diketuk dari luar disusul suara Amanda yang memanggil namanya.


Asta membuka pintu kamarnya yang sengaja dia kunci .


" Masuklah, temani aku merangkum laporan tadi siang," undang Astari membuat Amanda cemberut.


" Heran aku, ada ya orang yang hobby nya bekerja," ucap Amanda sambil duduk dipinggir tempat tidur Asta .


" Oh iya, aku tadi sudah mengirim email dari Tuan Tanaka."


" Lalu ?."


" Asta, aku melakukan sesuai pesanmu aku mengirim email dari Tuan Tanaka ke email Pak Kevin, tapi si bos minta aku mengirim nya padamu. Kata si bos besok kamu diminta membuat balasan nya," ucap Amanda sambil tetap sibuk dengan handphone nya.


Amanda menatap Asta yang masih sibuk mengetik membuat gadis itu menegurnya .


" Kenapa, eh bagaimana tadi dikantin ?, seru tidak ?," tanya Asta tiba-tiba membuat Amanda terkejut.


" Astaga Neng, pelan kenapa. Bikin kaget aja. Hari ini aku jadi idola ," jawab Amanda jengkel. sementara Asta tertawa dengan keras.


" Jadi idola kenapa muka ditekuk begitu ?," goda Asta pada Amanda yang hanya tertawa kecut.


" Kamu tahu, aku baru keluar dari pintu lift dan berbagai pertanyaan antri untuk dijawab. Seperti yang kamu katakan keluarga nya Pak Kevin aja ga tau bagaimana aku yang hanya asisten sekretaris," dan mereka berdua tertawa lepas.


" Eh, besok berangkat jam berapa ?," tanya Amanda sambil menikmati cemilan yang ditawarkan Asta.


" Kalau bisa lebih pagi dari tadi, aku tidak mau jadi seleb dadakan !," jawab Asta kalem membuat Amanda mengeluh.


" Oke lah kalau begitu, aku tidur dulu ya ."


Amanda keluar untuk kembali ke kamarnya meninggalkan Asta yang masih sibuk dengan laptop nya.

__ADS_1


Dikamarnya Amanda sedang bersiap untuk tidur ketika Kevin menelpon nya.


" Hallo pak Kevin ."


" Kamu sudah bertemu Asta ?," tanya Kevin .


" Sudah pak. Dan seperti biasa dia sedang mengetik laporan yang siang tadi tertunda ."


" Dia tidak mengatakan apa-apa."


" Tidak pak, menurut saya sebentar lagi Asta pasti akan menghubungi bapak untuk menanyakan poin-poin untuk menjawab email dari Tuan Tanaka."


" Aku akan mensilent handphone ku agar dia tidur," jawab Kevin jengkel membuat Amanda tertawa.


Dikamar Asta sedang menatap handphone nya dan berfikir apakah ia akan menghubungi Kevin atau tidak.


" Kalau aku menelepon nya aku masih kesal, tapi aku belum mengantuk," Asta merasa kesal sendiri dan ia memutuskan untuk tidur setelah menyetel alarm pada handphone nya.


Sementara itu diapartement nya Kevin merasa kesal sekali karna Asta tidak menghubungi nya.


****


Pagi-pagi sekali Asta sudah bangun dari tidurnya, setelah sholat subuh ia merapikan tempat tidur serta pekerjaan kantor yang dikerjakan semalam.


Wajahnya yang segar terlihat berseri-seri. Sejak memilih untuk kost Asta lebih santai karna ia tidak perlu membuat sarapan dan mereka baru akan membelinya diluar.


Amanda menatap Asta ketika mereka sudah tiba dikantor dan seperti kemarin mereka adalah karyawan yang datang sangat pagi.


" Asta, boleh aku tanya tentang hubungan mu dengan Pak Kevin ?, terus terang aku tidak ingin salah bersikap padamu ."


" Maksudnya, maaf aku benar-benar tidak mengerti."


" Hemm, apakah hubungan kalian serius ?."


" kamu mau jawaban jujur apa ngasal ?."

__ADS_1


"Dua duanya ."


" Aku tidak yakin dengan semuanya , aku bukanlah wanita yang bisa membuatnya tertarik. Buatnya lebih banyak hal yang tidak pas pada ku. Aku bukan wanita yang bisa berjalan disampingnya. Pokoknya aku adalah sebuah kutukan buatnya karna kami harus bersama ."


Asta berbicara dengan kalimat yang menurut Amanda tidak jelas hingga dirinya merasa aneh.


" Asta, jujur aku tidak mengerti apa yang kamu katakan, " ucap Amanda tertawa hingga Asta pun ikut tertawa karna ia memang sangat kacau bila harus menjawabnya.


" Sudahlah kita mulai bekerja !," ujar Asta pada Amanda yang juga sudah menyalakan laptop nya.


Asta sedang melihat layar laptop Amanda dari kursinya ketika Kevin tiba hingga mereka buru buru menyapanya .


" Asta ikut aku kedalam. Dan Amanda buatkan aku secangkir kopi !," Kevin memberi perintah sambil berjalan masuk keruang kerjanya .


Asta menemui Kevin dengan membawa notulen.


" Permisi pak," sapa Asta pada Kevin yang duduk di sofa dan pria itu terlihat sangat tampan dan gagah, seperti pertama kali Asta melihatnya hampir enam bulan yang lalu.


" Duduklah , aku ingin kamu membacanya dan memahami maksud nya sebelum menandatangani !," Kevin memberikan selembar kertas pada Asta dan memintanya untuk membaca lebih dulu.


Amanda masuk sambil membawa secangkir kopi pesanan Kevin dan dengan matanya Kevin meminta Amanda meletakan nya diatas meja didepannya .


Setelah Amanda keluar raut wajah Asta sangat berbeda , bagaimana tidak berubah karna tulisan yang ada pada kertas tersebut sama sekali tidak masuk akal.


" Aku ingin mengulangi yang tertera disini dan akan menjawabnya langsung jadi Anda bisa menulis mana yang tidak aku setujui . Pertama bila kita menikah kita harus tinggal bersama, okey. Kedua kedua belah pihak tidak berhak bertanya apa yang dilakukan pasangannya, okey. Ketiga jangan pernah berharap akan ada acara keluar bersama, okey. ke-empat masing masing pasangan tetap bekerja seperti sebelum menikah, Okey. Kelima kedua belah pihak tetap mempertahankan hubungan sosial yang sudah ada tanpa merasa terbebani oleh ikatan perkawinan. Tidak, bila terjadi seperti itu aku akan pergi.Ke enam tidak ada keharusan untuk bersikap layaknya suami istri, okey. Ketujuh tidak ada paksaan untuk setia, terserah aku tidak perduli. ke delapan dan seterusnya lakukan apa yang Anda mau ." Asta menyerahkan kertas tersebut dengan coretan-coretan, "Apakah ada yang lainnya lagi," wajah Asta berubah tidak ada senyum maupun sikap sopan dan ramah yang dia tampilkan. yang ada hanya wajah kecewa serta kemarahan karna harus melakukan pernikahan yang sama-sama tidak mereka inginkan .


" Dengan kata lain kamu menyetujui nya ?," tanya Kevin tidak memperdulikan perasaan Asta.


" Aku bahkan tidak menyetujui perkawinan ini, jadi mana mungkin aku sepakat dengan isi sampah itu," Asta meninggalkan ruang kerja Kevin dengan penuh kemarahan. Dengan langkah kakinya yang panjang Asta mengambil tas besar nya dan keluar menuju lift. Amanda melihat Asta sebelum pintu lift menutup dan ia melihat wajah Asta yang seperti menangis.


" Ada apa dengannya , mengapa ia meninggalkan tas tangannya, apakah ia akan ke Musholla?," Amanda berkata dalam hati karna untuk bertanya pada Kevin ia tidak berani .


Setelah satu jam Asta mengirim pesan pada Amanda yang isinya agar tas tangannya dibawa saat pulang dan jangan mengatakan apapun pada Kevin kalau pria itu tidak bertanya dan kalau bertanya katakan dia sudah memulainya agar tidak perlu mencampuri urusan nya .


" Apa yang terjadi, 6 bulan aku bekerja bersama Asta, aku tidak pernah melihat gadis itu menampakan emosi sama sekali."

__ADS_1


__ADS_2