Izinkan Aku Membenci

Izinkan Aku Membenci
Episode 54


__ADS_3

Malam itu Asta tidur dalam pelukan Kevin setelah tiga Minggu lamanya mereka menjauh.


" Terima kasih ," ucap Kevin mencium kepala Asta sementara wanita yang berada dalam pelukannya tertidur sangat nyenyak.


Asta terbangun saat alarmnya berbunyi dan ia menatap Kevin yang rupanya sudah terbangun sedangkan dirinya masih berada dalam pelukan Kevin yang begitu erat.


" Bisakah kita seperti ini selamanya?, belajar bersama untuk saling mencintai, bersikap dewasa dalam berumah tangga ?, Apakah aku bisa berharap lebih padamu Mas ?," ucap Asta pelan sambil memandang wajah Kevin.


" Aku berjanji akan melakukan yang terbaik untuk kita berdua. Terima kasih karena memberikan kesempatan padaku," ucap Kevin sambil mencium lembut mata Asta dengan penuh rasa kasih.


Sayup-sayup terdengar suara adzan subuh membuat Asta melepaskan diri dari pelukan Kevin .


" Ayolah kita sholat subuh dulu Mas !," ucap Asta.


Selesai sholat Asta menuju dapur untuk membuat sarapan sementara Kevin masuk ke kamar tempat ia menyimpan tas nya.


" Asta, kemarin aku membawa sedikit oleh-oleh. Aku tidak tahu kalau Arum sudah berkeluarga dan mempunyai anak kecil jadi aku hanya bawa sekedarnya saja." ucap Kevin sambil meletakkan bawaannya diatas meja makan.


" Terima kasih Mas. Aku bahkan tidak mengira kamu sempat memikirkannya."


" Kamu bikin apa ?, wanginya harum sekali."


" Hanya Nasi goreng biasa."


" Tapi kenapa harum sekali ?."


" Itu karena perut kamu lapar Mas. Ayolah kita sarapan !."


Kevin sangat lahap menikmati sarapan nasi goreng buatan Asta dan ia merasa puas dapat kembali menikmati masakan Asta.


" Aku kangen sekali menikmati sarapan buatan mu. Rasanya itu sangat pas dan benar-benar nikmat."


" Udah ga usah ngerayu lagi. Oh ya Mas Kevin berapa lama disini ?."


" Aku ingin selamanya bersama mu, dan aku bisa bekerja dari jauh."

__ADS_1


" Ga usah macam-macam. Aku tidak suka Mas Kevin bersikap berlebihan seperti itu. Kalau memang waktunya bekerja ya bekerja saja. Seperti yang aku katakan jarak bisa membuat kita belajar untuk mengerti satu sama lain," kata Asta tidak setuju.


"Hemm. Baiklah aku baru akan kembali nunggu depan. Karena aku masih ingin bersama mu," kata Kevin dan ia tidak mau dibantah.


Asta baru akan kedapur ketika ia mendengar suara handphone dan itu bukanlah suara handphone miliknya.


" Mas, sepertinya handphone mu berbunyi." kata Asta pada Kevin yang masih duduk diruang makan.


Kevin segera mengambil handphonenya dan ternyata Rizky yang menelepon nya.


" Hallo Mas, ada apa ?," tanya Kevin.


" Apakah kamu sedang bersama Asta ?."


" Benar. Apakah Mas mau bicara padanya ?."


" Boleh, tapi aku ingin bertanya padamu lebih dulu, Apakah kamu mengenal Dwina ?."


" Dwina ?, seingatku aku tidak pernah mempunyai teman wanita yang bernama Dwina ?."


" Aku tidak perduli dan tidak pernah mempunyai keinginan untuk mengenal mereka."


" Baiklah. Berikan handphone mu pada Asta. Istrimu itu kalau sudah marah perlu waktu lama agar bisa kembali seperti semula," ucap Rizky membuat Kevin tertawa.


" Jangan besar kepala karena kamu sudah bisa bertemu dengannya lagi." kata Rizky kesal.


" Tidak Mas. Ini sama Asta ya,-


Kevin memberikan handphone nya pada Asta yang sedang berjalan kearah kamarnya.


" Mas Rizky ingin berbicara," katanya.


Kevin mengikuti Asta yang berjalan keruang tamu tidak jadi masuk ke kamar.


" Assalamualaikum, ada apa Mas ?."

__ADS_1


" Kenapa handphone mu tidak aktif ?," tanya Rizky.


"Lupa, apakah ada sesuatu ?."


" Mas ingin bertanya tentang Dwina, mengapa kamu mencurigai nya ?,"


" Entahlah. Sejak dia menjadi teman Mas Bima, aku merasa diawasi olehnya."


"Maksudmu, bahkan sebelum kamu menikah ?," tanya Rizky .


"He eh. Aku ingat ketika aku keluar kota bersama teman-teman kuliahku, Dia langsung membujuk Mama agar mengizinkan aku pergi, padahal aku sendiri masih ragu. Lalu ketika Pak Toha mengantarku untuk mengambil barang pribadi ku, Dwina tampak sekali sangat keberatan dan aku ingat ia sangat marah karena Mama mengijinkan aku tinggal diapartement Mas Kevin. Dan terakhir dia mengirim photo Mas Kevin ketika bertemu dengan temannya, dan saat itu Kak Bima langsung menjelaskan bahwa tidak terjadi apa-apa pada Mas Kevin. Apakah Kak Rizky sudah menyelidiki nya ?."


" Bagaimana dengan Vietya Downie, apakah kamu mengenalnya ?."


" Vietya ?, ya aku mengenalnya dia teman SMA dan juga kuliah ku, tapi hubungan kami tidak baik, karena aku merasa dia ada kelainan, maksudku dia sepertinya suka dengan wanita juga."


" Benar. Dwina adalah kakaknya. Vietya sangat menyukai mu dan seperti sebuah obsesi agar bisa memiliki dirimu tetapi kalian mengabaikan dirinya bahkan menjauhinya setelah berlibur ke Jogja."


" Waktu itu aku pulang lebih dulu karena ada panggilan kerja dan Vietya tidak berada satu rombongan denganku, jadi sangat salah kalau Dwina membenciku ."


" Benar. Tidak ada hubungannya sama sekali, tetapi buat seorang kakak yang menyayangi adiknya secara membabi-buta semuanya benar dimatanya."


"Lalu apa yang akan Kakak lakukan padanya ?."


" Aku sudah menjelaskan pada nya kalau dia masih mengganggu dirimu, bukan hanya dirinya yang akan menderita tetapi juga adik juga keluarga nya akan merasakannya." ujar Rizky menjelaskan tentang Dwina.


" Terima kasih kak."


" Harusnya kalau kamu merasa tidak nyaman harus mengatakan langsung. Apakah kau tahu bahwa Dwina yang menyebarkan photomu juga Video mu yang viral ?."


" Benarkah ?, dan aku rasa hal tersebut adalah penyesalan terbesar dalam hidupnya karena aku akhirnya menikah dengan Mas Kevin. Benar bukan ?."


" Benar. Jadi Asta, kami sangat menyayangi mu dan tidak ingin terjadi sesuatu padamu, apalagi kamu sedang hamil muda. Ikutlah bersama Kevin atau tinggal bersama kami. Seorang seperti Dwina maupun Vietya tidak akan diam sebelum membuatmu menderita."


" Aku akan memikirkan nya, yang jelas aku sudah tau siapa musuh yang aku hadapi ." kata Asta pelan.

__ADS_1


__ADS_2