
" Belum selesai ?," tanya Kevin ketika melihat Asta masih menghadapi kertas-kertas yang laporan keuangan yang diberikan Amelia dan Lukas.
" Sudah selesai. Aku hanya merapikan sebelum besok aku baca kembali," jawab Asta kalem.
Setelah merapikan dan menyimpan pekerjaannya, Asta menghampiri Kevin yang duduk menyandar ditempat tidur sambil menatapnya.
" Kemari lah...," pinta Kevin agar Asta berbaring dalam pelukannya.
Asta berbaring dalam pelukan Kevin yang memeluknya erat.
" Apa kamu tahu, aku sangat bersyukur memiliki diri mu ?," tanya Kevin sambil mengecup kening Asta.
" He eh, Mas sudah mengatakan nya padaku. Sama seperti diriku juga yang sangat beruntung memiliki Mas Kevin sebagai suami dan juga Ayah dari anak kita yang hadir beberapa bulan lagi."
" Rasanya aku tidak percaya bahwa aku masih mempunyai kesempatan untuk hidup bersama denganmu dan menantikan kelahiran anak kita. Kau tahu setelah aku lebih mengenal mu dan keluargamu aku merasakan kebahagiaan yang luar biasa. Kalian semua saling mendukung ."
" Ya, Aku beruntung memiliki keluarga yang saling mencintai dan menyayangi. Untuk orang tua, mereka tidak pernah membeda-bedakan mana anak dan menantu." ucap Asta menatap Kevin dan Kevin mencium bibir Asta dengan lembut.
" Mengapa wajahmu murung ?, ada sesuatu ?," tanya Kevin lembut.
__ADS_1
" Hem, kau tahu Mas, saat aku hanya menjadi istrimu, aku merasa sangat nyaman meskipun kadang merasa bosan karena tidak melakukan apapun dan hanya menunggu dirimu pulang. Tetapi raanya lebih damai untukku walaupun aku kadang merasa khawatir apakah dirimu merasa bosan atau tidak mempunyai isteri yang tidak mempunyai kegiatan diluar. Tetapi aku tidak merasa kesulitan mau pergi kemanapun, dan tidak perlu takut apakah ada yang berniat jahat atau tidak padaku." jawab Asta pelan.
" Aku juga tidak menduga bahwa dirimu akan menjadi seorang wanita biliuner, aku hanya berharap dirimu tidak berubah terlalu jauh, karena aku hanya menginginkan dirimu sebagai istriku. Mengenai keamanan dirimu, aku menyukai saran dari Sisil ketika mengatakan cukup mengunci informasi tentang dirimu pada bagian atas, agar mudah mengawasi dan menutup bila ada kebocoran."
" Ya, apakah dengan begitu aku bisa pergi kemanapun ?."
" Tentu, tetapi bersama Sisil. Anggap saja kalian memang jalan bareng atau melakukan kegiatan bersama, karena mereka adalah keluarga sendiri."
" Kamu benar Mas. Dengan pengaturan seperti itu tidak terlihat bahwa aku pergi dengan pengawal atau bodyguard," jawab Asta tertawa.
" Selain sebagai pengusaha kue kering dan cake, apa keahlian Mba Dini yang lain ?, terus terang aku masih terkejut mengetahui siapa Sisil," tanya Kevin padahal yang lainnya membuat Asta tertawa.
" Mba Dini, setahu ku dia tidak mempunyai keahlian bela diri. Mba Dini dulunya bekerja di Perusahaan asing sebelum menikah dengan Kak Krisworo, dan Mba Dini menguasai beberapa bahasa asing yang mendukung pekerjaan nya."
" Benar, apakah Mas tidak mengantuk ?," tanya Asta pelan.
" Belum, karena ada yang perlu aku lakukan dengan mu ?."
" Oh ya, apa itu ?," tanya Asta tidak mengerti.
__ADS_1
" Ini...," jawab Kevin dan ia langsung membaringkan tubuh Asta yang berada dipelukannya.
" Aku akan memberikan kemesraan tertinggi padamu tanpa harus melukai dan menyakiti anak kita." bisik Kevin dengan suaranya yang mulai parau karena gairahnya.
" Aku akan menerimanya dengan senang hati, dan melayani dirimu sebagai suamiku dan juga yang aku cintai ?," jawab Asta dengan mesra.
" Terima kasih sayang, terima kasih karena kamu sudah bersedia mencintaiku."
" Teruslah mencintai diriku dan aku akan terus mencintaimu sepanjang hidupku."balas Asta.
Kevin melakukan semua yang ingin ia lakukan pada tubuh wanita yang dicintainya dengan penuh kelembutan, kemesraan dan juga kasih sayang sehingga Asta merasa benar-benar sebagai wanita yang paling berbahagia.
" Aku sangat menyukai dan menikmati ketika posisimu seperti ini." ucap Kevin serak dan ia merasakan kebutuhan yang sudah sangat mendesak hingga ia meminta Asta untuk bergerak cepat, dan akhirnya mereka berdua berpelukan erat dengan tubuh Asta yang berada diatasnya.
" Terima kasih sayang, apakah mau mandi sekarang ?," bisik Kevin mesra.
" He eh, aku rasanya ingin berendam diair hangat."
" Tidak. Ini sudah malam, kamu hanya akan mandi dan tidak boleh berendam kalau tidak aku akan memandikan dirimu," tegur Kevin begitu mendengar Asta ingin berendam.
__ADS_1
" Baiklah, aku hanya akan mandi saja," jawab Asta mesra dan ia memberikan kecupan dibibir Kevin sebelum bangkit berdiri dan masuk ke kamar mandi.
Kevin memandang tubuh polos Asta dengan tersenyum bangga, karena tubuh yang begitu indah dan sedang mengandung itu adalah isterinya yang sangat cantik dan pintar serta memiliki pengertian yang sangat tinggi.