Izinkan Aku Membenci

Izinkan Aku Membenci
Episode 24


__ADS_3

Terbangun dalam pelukan seorang pria ini adalah kedua kalinya yang dialami oleh Asta.


Asta merasakan kebahagiaan yang teramat sangat karna dirinya dapat melayani Kevin suaminya. Dengan tersenyum ia membangunkan Kevin dengan suaranya bangun tidurnya .


" Mas... Mas Kevin sudah Subuh ayo bangun katanya mau jadi imam aku."


"Jam berapa sekarang?," Kevin menggeliat dan memeluknya kembali.


"Jam 4.40 Mas, ayo bangun !."


" Iyaaaa aku bangun, tapi kita mandi bareng ya !,"pintanya dengan wajah yang sudah mulai bergairah lagi, dan ia tertawa gembira ketika Asta menyetujui nya.


Kebahagiaan yang dialami oleh Asta sangat berlipat ganda, karena saat ini tidak ada yang melebihi kebahagiaan yang lainnya selain menjadikan Kevin sebagai imam dalam melakukan sholat lima waktu.


Selesai sholat Subuh Asta turun kedapur untuk membuatkan sarapan dengan bahan-bahan yang mereka beli semalam.


"Hemm, wanginya enak sayang ," rayu Kevin dari arah belakang sambil memeluk pinggang Asta.


" Wangi apanya ?," tanya Asta tertawa karena ia baru selesai membuat soup cream .


"Semuanya , tapi yang aku suka adalah harum dirimu ."


" hemm, aku terima rayuannya. Sarapan dulu ya. lebih enak dinikmati ketika masih hangat,"


"Okey lah, aku juga tidak mau kerja keras istriku sia-sia."


Mereka menikmati sarapan dengan diselingi godaan Kevin yang terus-menerus mengarah ke tempat tidur membuat Asta cemberut.


" Mas, boleh tanya tidak ?."


" Tidak. Aku sudah tahu apa yang ingin kamu tanyakan . Kapan keluarga mu akan berkunjung ?."


" Aku belum mendapat kabar."


" Mas, hari ini aku mau berenang mau menemani tidak ?."


" Aku akan menemanimu, jam berapa ?,sekarang ?."


" He eh, mumpung masih pagi, aku rasa belum banyak orang ."


" Tentu saja tidak banyak orang dan aku rasa baru kita saja yang sudah bangun tidur sementara penghuni yang lainnya masih berada di kamar."


" Okey, aku akan ganti baju dulu ."


Asta segera berlari menuju kamar atas diikuti Kevin .


Asta sedang memakai baju renangnya ketika Kevin masuk kamar.


" Kenapa tidak memakai baju renang two pieces yang seksi ?," tanyanya ketika melihat Asta memakai baju renang tertutup seperti baju renang muslimah.

__ADS_1


" Karena aku hanya mau suamiku yang melihat tubuhku bukan orang lain," bisik Asta.


" Dengan kata lain kamu akan mengenakan pakaian super seksi dan terbuka hanya saat kita berdua ?," katanya sambil tersenyum menggoda .


" Tentu saja, bahkan lebih ," ucapnya menggoda yang langsung mendapatkan balasan dari Kevin dengan memberikan ciuman yang dalam.


" Istriku sudah mulai nakal rupanya ."


" Ayolah kita kekolam, nanti keburu ramai," ucapnya sambil melepaskan diri dari pelukan Kevin dan Asta kembali mengenakan pakaian luarnya .


Kevin melepaskan bajunya hingga tertinggal celana pendeknya kemudian ia mengambil celana renangnya dan baru akan melepaskan celana pendeknya tetapi langsung dicegah oleh Asta.


" Mas, bagaimana kalau Mas Kevin berenang nya pakai celana boxer ga usah pakai celana itu ?, terus terang aku malu ."


" Tapi aku suka dan sama sekali tidak malu karena aku tahu aku,-


"Kalau Mas Kevin ga mau pakai boxer lebih baik ga usah berenang saja ," kata Asta merajuk .


"Iyaaaa, lihatlah aku sudah pakai boxer," ucap Kevin mengalah, " lain kali kalau mau berenang dirumah utama saja, biar tidak repot memakai pakaian, jadi aku bisa memasuki dirimu kapan saja," ujar Kevin dengan jengkel. Ia tidak mengerti dengan Asta yang sangat memilih soal pakaian renang yang harus ia kenakan.


Ketika tiba dikolam renang Asta memperhatikan sekeliling membuat Kevin bertanya.


"Apa ada yang kamu cari ?."


"He eh, aku mencari jadwal air dibersihkan kan ."


Saat Asta masih sibuk mencari sementara Kevin hanya geleng-geleng kepala dengan kelakuan istrinya dan ia segera melakukan pemanasan Ketika melihat petugas kebersihan Asta langsung menanyakan nya, dan rupanya setiap malam air kolam dibersihkan sehingga pagi sudah bisa digunakan kembali.


" Mas duluan saja, aku pemanasan sebentar ya ."


Mereka berenang selama satu jam sebelum akhirnya Kevin membawa Asta kembali masuk ke apartemen karena sudah banyak penghuni apartemen yang akan berenang .


****


" Mas, Mba Dini kirim WA katanya mau berkunjung kesini ."


" Iya, jam berapa ?."


" Nanti setelah jam makan siang ."


" Mau disiapkan apa untuk kedatangan mereka ?."


" Hemm..."


" Asta....?."


" Iya, ini aku belum dapet balasan dari mereka ."


" Astaga, kamu kalau sama yang lain langsung punya inisiatif kenapa sama keluarga sendiri harus bertanya dulu ." Kevin sangat gemas dengan istrinya sementara Asta hanya tertawa kecil.

__ADS_1


" Katanya ga perlu Mas, mereka justru akan membawa persediaan makanan agar kita ga usah ngapa ngapain, kecuali kerja bikin an,-...


Kevin tertawa dengan keras begitu gembira saat Asta berbicara dan langsung menghentikan ucapannya ketika menyadari godaan kakak iparnya.


" Iish Mba Dini ngapain sih bilang kaya gitu, puas kan Mas Kevin didukung begitu ." ucapnya dalam hati karena malu dan juga kesal.


" Jadi kamu tahu sekarang kan, kalau keluargamu maunya kita kerja keras bikin anak Jadi kamu tidak boleh menolak saat aku menginginkannya." ucap Kevin yang sudah mulai melucuti pakaiannya sendiri sementara mereka masih berada diruang keluarga.


" Mas Kevin mau ngapain ?."


" Mau kerja," ucapnya dan langsung membopong Asta kekamar mereka .


" Besok aku mulai masuk kerja ya Mas," ucap Asta saat dirinya masih berada dalam pelukan Kevin .


" Kenapa ?."


" Tidak apa-apa, aku hanya kangen kantor dan kantin disana," ucapnya sambil mencium leher Kevin .


" Tidak perlu, besok kita pergi belanja saja diluar. Aku ingin memanjakan dirimu dengan kekayaan yang aku miliki ." Katanya sambil melangkah kekamar mandi tidak perduli dengan tubuh polosnya .


" Gila, kenapa suamiku tidak punya malu sama sekali," keluh Asta dalam hati karena Kevin begitu santai berjalan dengan tubuhnya yang terbuka seperti itu.


" Astaaaa, kamu mau aku mandikan tidak ?, sebentar lagi djuhur loh," Kevin membuka pintu.


" Tidak perlu Mas, aku belakangan saja."


Asta segera bangun dari tempat tidur mengambil handphonenya yang berbunyi dan ternyata dari Dini.


" Asta, kami mau berangkat ya, tidak mengganggu kan ?."


" Tidak Mba, tidak mengganggu sama sekali ."


" Okey, Kevin sedang apa ?.


" Mas Kevin sedang mandi Mba, ada apa Mba?."


" Jam segini baru mandi ?."


" Bukannya jam segini baru mandi Mba, tapi untuk yang kesekian," jawab Saya membuat Dini tertawa geli begitu juga yang mendengar ucapan Asta.


" Eh, kenapa Mba?."


" Tidak apa-apa, sepertinya Mba harus membawa vitamin untukmu juga agar kamu mempunyai stamina yang kuat," goda Sisil masih tertawa. Mereka tidak mengira Asta begitu terbuka bicara tentang suaminya .


" Mba Dini, adik kita itu polos, bodoh atau tidak tahu malu yah ?," tanya Sisil tertawa .


"Untuk Asta semuanya dia punya ," jawab Dini teringat jawaban Asta tadi.


Kevin sudah selesai mandi dan ia hanya mengenakan handuk kecil yang menutupi tubuh bagian bawahnya .

__ADS_1


" Kenapa wajahmu seperti itu, siapa yang menelepon?,"


" Mba Dini mereka mengatakan sudah otw. Aku mandi dulu ya," katanya dan ia segera masuk kemar mandi sebelum Kevin bertanya lagi.


__ADS_2