
Asta memperhatikan Mayang yang berdiri menatapnya penuh rasa ingin tahu .
" Apakah Ibu akan menjadi ibu ku ?." tanya nya pelan.
"Kenapa bertanya seperti itu ?."
"Di panti setiap anak dibawa keluar dan dicek kesehatan nya,maka berarti ia akan keluar dari panti ."
"Apakah teman-teman mu sudah keluar dari panti ?."
" Ya, sebenarnya banyak dari keluarga yang datang untuk membawaku keluar, tetapi Ibu Rika selalu mengatakan kalau aku mempunyai orang tua, dan aku hanya diminta menunggu saja."
" Apa yang dikatakan oleh ibu panti padamu ?."
"Aku hanya diminta untuk bersabar saja ."
" Apakah ada yang pernah menemui mu, selain keluarga yang akan membawa dirimu kekeluarga mereka ?."
" Aku tidak tahu, tapi aku sangat kangen padanya."
"Siapa ?."
Mayang mengeluarkan sebuah liontin dan membukanya dan ia memperlihatkan sebuah photo dirinya bersama seorang wanita yang Asta tahu bernama Karina.
" Apakah wanita cantik ini pernah menemui mu lagi ?."
" Tidak, aku hanya punya ini, dan aku sangat kangen dan rindu padanya ?."
"Mengapa kamu tidak bertanya pada ibu Rika siapa wanita cantik itu dan mengapa dia tidak datang menemui mu lagi ?."
"Ibu panti bahkan tidak tahu dan mereka menegur penjaga karena memperbolehkan siapapun masuk kedalam. Dan sejak itu setiap tamu yang datang harus meninggalkan alamat dan nomor telepon yang bisa dihubungi.Jadi mungkin itu yang membuatnya tidak datang lagi."
" Apakah kamu nanti mau tinggal bersama kami ?."
" Apakah ibu tidak mempunyai anak ?."
" Mengapa bertanya seperti itu ?."
__ADS_1
" Kata temanku kalau aku dibawa ke keluarga yang belum mempunyai anak, mungkin akan dijadikan pancingan agar mereka bisa segera punya anak."
Mayang duduk dissamping Asta dan ia memandang kearah lorong rumah sakit.
" Ibu, boleh aku tanya sesuatu ?."
" Apa ?."
" Apakah Bapak itu galak ?," tanya nya menunjuk Kevin.
" Tidak kok, kenapa kamu mengira galak ?."
" Bapak itu sangat seram, berbeda dengan Bapak tentara itu."
" Bapak Tentara itu tidak galak ?."
" Tidak, bapak tentara itu melihat Mayang sambil tersenyum,sedangkan Bapak yang itu galak," jawab Mayang sambil menunduk ketika Kevin menatapnya tajam membuat Asta tertawa.
Dari jauh Kevin memperhatikan Asta dan Mayang yang sedang berbicara dan ia terkejut karena Asta tertawa .
" Apakah akan sesimpel itu, mengapa Asta bisa berbicara dengan anak itu sementara ia seperti menjaga jarak denganku ." ucapnya dalam hati.
Setelah beberapa kali melakukan pengujian tes DNA mereka akhirnya meninggalkan rumah sakit karena hasil tes nya baru dapat diketahui satu sampai dua Minggu kemudian karena hanya dalam keadaan darurat saja pihak rumah sakit dapat memberikan hasilnya dalam sehari.
" Kita akan mengantar Mayang lebih dulu baru kemudian ke kantor ." ucap Kevin pada Asta yang duduk sebelahnya .
" Hemm."
Setelah mengantar Mayang kembali ke panti, Asta menerima telepon dari Kakaknya Rizky.
" Iya Kak, ada apa ?."
" Apakah Kevin bersama mu sekarang ?."
" Iya, Mas Kevin sedang mengemudi."
" Katakan aku perlu bicara padanya ?."
__ADS_1
" Apakah aku juga boleh mendengar nya ?."
" Ya, kami aktifkan saja speaker nya jadi kalian berdua dapat mendengar nya."
Setelah Asta mengaktifkan speakernya Rizky mulai menyampaikan hasil penyelidikan nya.
" Dari informasi yang aku dapatkan, Bayi Karina meninggal ketika berusia satu Minggu. Karina menderita depresi berkepanjangan akhirnya ia mendapatkan seorang anak perempuan sebagai pengganti dari putranya yang tiada. Tetapi tidak lama kemudian ia didiagnosis dokter bahwa ia menderita penyakit kanker stadium 3, akhirnya ia membawa anak yang diakui sebagai putranya ke panti Karunia dengan harapan agar nanti dapat bertemu dengan Kevin. Dan seperti apa yang dikatakan Kevin, Karina meninggal empat tahun lalu. Jadi Mayang sudah jelas bukanlah putri Kevin dan aku sudah mendapatkan informasi dari rumah sakit dimana Karina melahirkan dan dimana bayinya di makamkan."
" Baiklah Kak, terima kasih sudah membantu kami." ucap Kevin
" Aku melakukan nya karena adikku. Apa kau tahu aku sudah berniat untuk menghajar mu ketika aku mendapat penjelasan dari Kakak."
" Aku tahu karena itu pula yang akan Kakak lakukan tadi saat berada dirumah sakit ." jawab Kevin.
" Bagus kalau kamu menyadarinya, dan saranku kamu harus mengatakan siapa saja wanita yang pernah tidur bersama mu tanpa memakai pengaman ." ucap Rizky tajam sebelum memutuskan hubungan telepon.
" Apakah Mas Kevin yang meminta Kak Rizky mencari informasi tentang Karina ?."
" Kak Krisworo yang meminta nya setelah mendapatkan informasi sederhana dari ku."
" Tapi aku sudah tertarik dengan Mayang."
" Astaaaa, kau tahu aku sudah sangat gelisah tentang hal ini, dan kamu sekarang mengatakan tertarik padanya ?."
" Aku kasihan padanya , sepertinya ia mempunyai harapan yang sangat besar untuk dibawa keluar dari panti, karena setiap ada keluarga yang akan membawanya keluar ibu Rika selalu mengatakan bahwa ia harus bersabar karena orang tuanya akan datang menjemput dirinya."
" Apakah dia mengira kita orang tuanya ?."
"Aku tidak tahu, aku melihat photo yang disimpan didalam liontin nya disana ada photo Mayang dan Karina dan ada pesan bidadari kecil pengganti pangeran kecilku ."
" Mengapa kamu tidak mengatakannya tadi ?."
"Aku tidak tahu, Mas apakah kita tidak bisa membawa Mayang keluar dari panti ?."
" Asta, kita berdua bekerja sedangkan Mayang sudah sekolah, lalu siapa yang akan menjaganya ?."
" Tapi kita mempunyai tiga kamar diapartement jadi kita bisa memakai dua kamar kosong untuk kamar Mayang dan bila kita bekerja Mayang bisa bersama Pak Toha. Boleh ya..." rayu Asta membuat Kevin mengeluh.
__ADS_1
" Kita bicarakan setelah kembali dari Portugal ."jawab Kevin akhirnya .