
Kevin mengawasi Asta yang terlihat begitu bahagia dengan kedatangan keluarganya dan seringkali ia mendengar teriakan dan jeritan Asta memanggil nama kakak iparnya saat mereka menggodanya.
" Apakah kau tahu istrimu itu sangat manja dengan kakak-kakak nya, berbeda sekali saat ia berada di dunia kerja sangat dewasa dan penuh perhitungan." ujar Krisworo yang menatap Asta penuh rasa tertarik .
"Iya Kak, terus terang aku memang terkejut, bagaimana pun, aku mengenal Asta sebagai gadis yang pintar, cekatan dan juga sangat tegas." jawab Kevin.
" Kedatangan kami tidak menganggu kalian bukan ?."
" Tidak, walaupun selama ini Asta kost dan jauh dari kalian, tetapi mungkin rasanya akan menjadi berbeda ketika ia sudah menjadi seorang istri."
" Benar, apakah kalian akan menunda mempunyai momongan ?," tanya Rizky sambil mengambil minuman.
"Tidak, aku adalah anak tunggal dan aku mau keluarga besar seperti kalian ," jawab Kevin .
"Bagus lah, aku jadi yakin kalau kamu serius dalam menjalani rumah tangga." ucap Rizky membaut Kevin menatap nya, dan dibalas dengan tatapan tajam
"Rizky, apakah kamu akan menyerang adik ipar mu sendiri ?," tegur Krisworo pada adiknya yang dibalas dengan tawa kecut.
" Bukankah kalian sudah menyelidiki diriku, dan itu sebabnya kalian meminta catatan medisku ?. Kalau aku menyetujui sesuatu dan berjanji untuk menjalani nya, maka aku akan menepati nya. Rizky, kau bisa memegang janji ku."
"Baiklah, kami memegang janjimu, ingat jangan pernah bermimpi untuk menyakiti Asta ."
" Baik."
Setelah terjadi ketegangan sedikit, mereka sudah kembali berbicara tentang segala hal, sampai Dini mengajak mereka untuk pulang.
Kevin tersenyum dengan para kakak iparnya yang ramai tapi mempunyai perhatian yang besar serta melindungi.
Setelah kakak mereka pulang, apartemen kembali sepi, kembali pada awalnya hanya ada Kevin dan Asta.
__ADS_1
" Diantara kakak mu yang paling diam sepertinya Bima ya ?." tanya Kevin sambil merebahkan diri disamping Asta.
" He eh, Kak Bima yang paling diam, mungkin pekerjaan nya yang mengharuskan dia lebih banyak diam ."
" Oh ya, apa pekerjaan nya ?."
" Kalau kamu mau cari data atau orang maka itulah pekerjaan nya ."
" Keren..."
" Kamu mau ngapain Mas ?," tanya Asta ketika Kevin berjalan ke arah dapur sementara Asta masih berbaring disofa.
" Ambil cemilan, kamu bawa nya cuma minuman saja."
" Ooh, aku mau bobo an sebentar ya ."
" Hemmmm, tidurlah ."
Kevin membaca semua email bisnis yang diterimanya. Dan ia tersenyum gembira karena salah satu tawaran kerja sama dengan pengusaha Portugal direspon dengan baik dan mereka mengharapkan kehadiran Kevin untuk penandatanganan kerjasama tersebut yang akan dilakukan minggu depan Di Lisbon.
Dengan adanya kerjasama tersebut Kevin akan manfaatkan waktu bersama dengan Asta untuk berbulan madu.
" Kita akan bekerja sekaligus bulan madu ke Lisbon sayang," bisik Kevin sambil mengecup bibir Asta.
" Obrigado," kata Asta dengan suara pelan membuat Kevin gemas, ternyata Asta masih menyimak ucapannya.
Setelah menyelesaikan pekerjaannya, Kevin menggendong Asta dan memindahkan nya kekamar mereka karena ia juga merasa mengantuk .
Rasa lelah dan kurang tidur membuat mereka lupa waktu.
__ADS_1
Hari sudah gelap ketika Asta terbangun dan ia terkejut ketika melihat jam tangannya, dan rupanya sudah malam.
" Waduh, kelamaan tidur bisa begadang nih ."
" Begadang pun tidak masalah, karna pelajaran yang akan kuberikan padamu masih banyak ?," bisik Kevin sambil melingkarkan lengannya pada perut Asta.
" Oh yah, pelajaran apa lagi ?."
"Pelajaran melayani suami dan cara membangunkannya ditempat tidur," jawab Kevin memulai penjelajahan nya pada tubuh Asta.
Rasa lapar karena kegiatan yang mereka lakukan di ranjang mereka membuat Asta turun ke dapur diikuti Kevin yang hanya memakai mantel kamar, sementara Asta mengikuti permintaan Kevin dengan hanya memakai kemeja suaminya .
"Untung punya stock makanan yang tinggal dipanaskan saja ." ucap Asta sambil memasukkan makanan yang dibawakan kakaknya kedalam microwave.
" Kakak mu memang sangat mengerti kebutuhan adiknya," ucap Kevin .
" Asta, makanan ini sampai Minggu depan tidak ?."tanya Kevin ketika mereka sedang makan.
" Lebih, untung saja aku kemarin hanya belanja sedikit saja, kalau tidak jadi mubazir.Kenapa ?."
" Minggu depan kita akan ke Lisbon, nanti aku akan minta Amanda mengurus dokumen keberangkatan kita."
" Okey, aku akan memberikan dokumen milikku pada Amanda. Oh ya kapan kita mulai masuk kerja ?."
" Besok aku akan masuk kerja, sementara dirimu lusa saja. Aku tidak mau kamu sakit karena kecapean." ujar Kevin dengan nadanya yang menggoda.
" Siapa yang membuat aku kecapean?."
"Aku, dan aku sangat menyukai kegiatan tersebut."
__ADS_1
Kevin tertawa melihat wajah Asta yang merona dan ia langsung mengecup pipinya, hingga Asta semakin memerah dan ia langsung berdiri menuju dapur .