
Sementara itu dirumah sakit terlihat Kevin yang mulai tidak sabar menunggu kedatangan Asta, sudah berkali-kali ia melihat jam tangan tetapi orang yang ditunggunya belum juga datang.
Asta, Sisil dan Rizky sudah berada didepan ruang perawatan ketika suster keluar dengan wajahnya yang terlihat ketakutan.
" Kenapa Suster ?, apakah terjadi sesuatu ?," tanya Sisil sementara Asta langsung masuk kedalam.
" Tidak Bu, hanya pasien merasa bosan." jawab Suster lalu permisi untuk melanjutkan pekerjaannya.
Sisil tersenyum geli mendengar jawaban suster dan ia segera mencegah Rizky yang bergerak untuk membuka pintu.
" Nanti saja. Kita tunggu diluar sampai Asta menyuruh kita masuk." ucap Sisil dan ia berjalan kearah kursi yang berada diluar ruangan.
Didalam Asta sedang menghadapi Kevin yang sedang jengkel dengan caranya yang terlihat merajuk.
" Kenapa baru datang sekarang ?, apa kamu tidak tahu aku sudah sangat bosan berada dirumah sakit ?, aku sudah menunggu mu sejak pagi,tapi kamu baru datang sekarang !," Kevin mengajukan pertanyaan dengan jengkel.
" Sudah selesai ngomelnya ?, Aku tahu Mas bosan dirumah sakit, kemarin aku kan sudah bilang kalau aku akan datang siang bukannya pagi-pagi." jawab Asta ikut merajuk membuat Kevin terdiam dan menghampiri Asta.
" Maafkan aku, aku tidak akan membuatmu marah, itu...itu hanya rasa kesal ku karena aku bosan." ucap Kevin .
Lalu ia menghampiri Asta dan menarik pundak Asta dengan lembut kearah bahunya dan mencium kepala Asta.
__ADS_1
" Jangan marah lagi," katanya dan ia menghadapkan wajah Asta kearahnya lalu menatap matanya membuat wajah Asta merona.
" Aku menyukainya ," kata Kevin tersenyum dan tanpa diduga oleh Asta, Kevin mencium bibirnya dengan lembut membuat Asta terkejut dan mencoba menjauh, tetapi Kevin menahan kepalanya hingga Asta tidak bisa menghindar dan mereka berciuman sampai terdengar suara ketukan di pintu.
" Apakah kalian tidak mau pulang ?," tanya Sisil menggoda Asta hingga wajah adik iparnya berubah warna.
" Apakah kegiatan kalian tidak mengganggu kerja jantung mu ?," tanya Rizky membuat Asta tertawa sementara Kevin hanya tersenyum.
" Berapa lama kamu puasa ?," tanya Kevin pada Rizky.
" Lumayan lama." jawab Rizky sambil melirik istrinya penuh arti.
" Bagus, jadi kamu sudah tahu bagaimana rasanya." jawab Kevin sementara Asta dan Sisil yang mendengar pembicaraan mereka hanya geleng kepala.
" Apakah Kak Krisworo sudah mengatakan padamu bahwa Amelia dan Lukas akan menempati ruangan disebelah kalian ?," tanya Rizky pada Asta.
" Amelia dan Lukas ?, apa yang mereka lakukan disini ?," tanya Kevin tidak mengerti.
" Karena mereka yang akan mewakili Tuan Andreakis," jawab Rizky.
" Nik ?, mengapa ia mengirim mereka ?, aku tahu betapa berartinya mereka buat Nik." ujar Kevin.
__ADS_1
Sampai saat ini Kevin belum mengetahui bahwa Nik telah mendonorkan jantung dan juga hatinya untuk dirinya karena luka tembakan yang merusak organ vitalnya.
" Aku akan menjelaskan mengapa mereka berada disini, tapi nanti ." jawab Asta.
Mereka segera memasuki Apartemen begitu mereka tiba dimana Pak Toha sudah menunggu.
" Kamu istirahat dulu Asta, sudah sejak pagi kami sibuk. Mba tidak mau kalau terjadi sesuatu padamu." tegur Sisil begitu melihat Asta menuju dapur.
" Aku hanya mengambil minum Mba," jawab Asta.
" Sudah duduk saja, Mba yang akan ambilkan minuman." perintah Sisil.
" Apakah kalian sudah mempunyai asisten rumah tangga ?," tanya Sisil dari dapur sementara Rizky dan Kevin menuju kamar yang berada dilantai 2.
" Pak Toha sudah menyediakan orang yang melakukan bersih-bersih yang akan pulang harian." jawab Asta.
" Oh, baguslah, karena kakak tidak mau kamu terlalu lelah saat kamu sedang mengandung." jawab Sisil.
Dilantai 2 Rizky meletakan barang-barang milik Asta dilantai kamar, dan ia menatap Kevin yang berdiri mengawasinya.
" Asta sudah kembali bersamamu untuk tinggal di apartemen ini lagi, dan ingat aku sama sekali tidak ingin kejadian seperti dulu terjadi lagi." kata Rizky memberikan peringatan pada Kevin.
__ADS_1
" Aku tidak akan melakukan hal bodoh lagi. Aku akan selalu membuatnya bahagia." janji Kevin pada Rizky yang bersikap mengancam.