
Astari dan Arum menuju Perumahan didaerah Pandean yang masuk wilayah kelurahan Lodoyong.
" Kau tahu Rum, aku suka udara dikota ini. Semuanya pas rasanya." kata Asta begitu turun dari mobil.
" Inilah kota tempat kelahiran ku. Kemanapun aku pergi, pasti akan kembali ketempat asalku. Dengan kata lain mudik," jawab Arum tertawa.
" Ayo Kita masuk!."
Mereka segera memasuki kantor pemasaran developer perumahan tersebut.
" Selamat siang Bu Rita, ini adalah ibu Asta yang mau melihat rumah disini ."
"Selamat siang ibu-ibu, silahkan duduk!. Terima kasih Bu Arum sudah bersedia mengenalkan pada kami. Apakah Ibu Asta mau melihat keadaan rumahnya langsung atau mau melihat gambarnya lebih dulu ?."
"Apakah saya bisa melihat gambar nya sambil kita melihat langsung rumahnya ?."
" Oh tentu, silahkan dilihat dan dipelajari lebih lanjut sambil kita melihat rumah tersebut." kata Rita seraya memberikan gambar rumah.
"Berapa unit rumah yang berada disini ?."
" Tidak banyak Bu, karena disini modelnya seperti cluster, bukan perumahan besar."
"Apakah jauh dan memakan waktu kalau kita berjalan kaki ?."
" Tidak Bu. Mari !."
Mereka melihat rumah yang sudah siap huni, tetapi pada rumah yang ke empat Asta baru merasa tertarik.
__ADS_1
" Apakah unit yang ini sudah dipesan ?."tanya Asta .
Ia melihat kondisi rumah dan benar-benar merasa cocok.
"Belum Bu, apakah ibu cocok dengan unit ini ?."
"Benar. Apakah unit disebelah kanannya sudah terisi ?."
" Sudah Bu," jawab Rita tersenyum.
"Oh, syukurlah jadi saya langsung mempunyai tetangga. Apakah yang tinggal disana keluarga kecil ?."
"Benar Bu, keluarga kecil dengan dua anak. Dan tetangga ibu adalah ibu Arum sendiri ?."
" Benarkah, hey kenapa tidak bicara ?."kata Asta terkejut.
"Itukan harus sesuai keinginan mu sendiri. Kalau aku katakan nanti seperti aku memaksa kamu jadi tetanggaku," jawab Arum tertawa.
" Apakah ibu akan mengajukan kredit atau pembelian langsung ?."
" Langsung saja. Terus terang saya perlu cepat. Jadi saya ingin segera melakukan nya dengan cepat ."
" Baik Bu. "
Setelah itu pihak pengembang meminta data Asta untuk pembuatan AJB yang akan mereka lakukan didepan notaris.
" Saat ini saya tinggal di Crown Guest House, jadi saya memerlukan tempat tinggal yang baru."
__ADS_1
"Baik Bu, kami akan mengurusnya dengan cepat. Jadi ketika kita menemui notaris semuanya sudah siap."
" Baik, saya tunggu kabar dari Bu Rita. Kalau besok semuanya sudah siap, hari ini saya tidak perlu melihat yang lainnya ."
" Baik Bu, besok pagi saya akan menghubungi segera ."
Asta merasa puas dengan unit rumah yang dia pilih apalagi dia bertetangga dengan Arum temannya.
Sementara itu di Jakarta, Kevin menghabiskan hari Minggu nya dengan berbaring disofa
Setelah semalam meninggalkan Asta, ia membawa mobilnya dengan tujuan yang tidak jelas. Ia sama sekali tidak mengerti mengapa Asta melakukan semua itu.
"Bagaimana Keanu tahu bahwa Asta sudah pergi ?, apakah Asta langsung menemuinya ?.
Brengsek kamu Asta, kamu sudah mengecewakan aku." Kata Kevin dengan marah.
Suara bell pintu mengalihkan perhatian Kevin yang sedang masih marah .
Dengan wajah kusut ia membuka pintu dan dirinya langsung mendapatkan pukulan diwajahnya.
Rizky masuk kedalam apartemen dengan wajah yang penuh dengan kemarahan dan ia menutup pintu dengan kasar.
" Kamu benar-benar lelaki pengecut !. Apakah tindakan seperti itu yang dilakukan pria dewasa sepertimu ?," kata Rizky dan ia akan memukul lagi tetapi ditahan oleh Kevin.
" Apa maksud mu ?, apakah kamu sudah bertanya pada adikmu mengapa aku melakukannya?, Aku pernah mengatakan pada kalian semua sebelum aku menyetujui pernikahan yang kalian paksakan. Aku seorang lelaki yang mempunyai toleransi sangat rendah terhadap ikatan perkawinan. Tetapi kalian tetap memaksa kami dan,-
Rizky kembali memberikan pukulan yang keras begitu mendengar perkataan Kevin.
__ADS_1
"Kau benar, seharusnya kami tidak melakukan nya. Aku menyesal karena menjadikan adikku sebagai istrimu. Apakah kamu yang akan mengajukan gugatan perceraian atau kami," ucap Rizky.
Rizky benar-benar merasa marah, bagaimana mungkin seorang pengusaha sukses mempunyai pikiran yang sangat dangkal. Awalnya mereka pikir Kevin dapat berubah apalagi selama enam bulan ini keluarganya melihat hubungan Asta dan Rizky berjalan dengan baik.