Izinkan Aku Membenci

Izinkan Aku Membenci
Episode 27


__ADS_3

Kevin sedang menerima telepon ketika Asta masuk ke ruangannya. Dengan isyarat tangan Kevin memintanya agar duduk menunggu. Setelah selesai melakukan pembicaraan melalui telepon, Kevin menghampiri Asta dan duduk disudut meja.


" Sudah selesai ?."


" He eh, dan ini dokumen untuk perjalanan ke Portugal ."


" Okey, aku akan periksa dulu ."


" Boleh tanya sesuatu ?."


" Hemm?."


" Untuk keperluan pribadi, apa saja yang harus aku bawa ?."


" Karena ini musim semi, bawa saja pakian yang sesuai tidak perlu membawa mantel tebal seperti musim dingin ." jawab Kevin merasa geli dengan pertanyaan Asta.


" Maksudku, selain baju kerja apakah disana kita akan ada jamuan atau apa, jadi aku bisa persiapkan dari sini ."


" Owh, bagaimana kalau pulang kantor kita ke butik untuk mencari gaun malam. Karena sudah pasti akan ada jamuan makan malam disana ."


" Baiklah, apakah berkas itu perlu diperbaiki lagi ?."


" Tidak, kamu bisa kirim email ke Tessa biar nanti segera diproses oleh mereka."


" Okey."


" Asta, minta OB bawakan air jeruk buatku ya !," ujar Kevin sebelum meninggalkan ruangan yang dijawab Asta dengan senyuman.


Tanpa terasa jam kerja sudah selesai dan kini waktunya untuk pulang.


" Kamu tidak pulang ?." tanya Amanda karena temannya itu masih sibuk.


" Sebentar lagi, bos juga belum keluar ."


" Hadeeeh, punya kakak hobby nya kok sama. Aku duluan ya, salam sama Kakak."


" Okey, nanti aku sampaikan ."


Tidak lama Amanda pergi, Kevin keluar dan ia menghampiri Asta yang tidak menyadari kalau Kevin sudah keluar dari ruangannya dan sedang berjalan kearahnya .


" Selesaikan besok saja, kita keluar sekarang !."


" Owh, sebentar lagi ya !."


" Besok Asta !."

__ADS_1


" Sepuluh menit selesai."


" Baik, tidak boleh lebih ."


" Heran , inikan untuk kepentingan dia, kenapa juga harus menunggu besok kalau bisa diselesaikan hari ini ," katanya pelan tetapi masih bisa didengar oleh Kevin .


" Astaaaa."


" Iyaaaa."


Setelah selesai dengan pekerjaan nya, Asta merapikan meja dan mematikan komputer nya lalu mereka turun ke Lobby untuk pulang.


" Apakah kita jadi cari pakaian?," tanya Asta ketika sudah berada didalam mobil.


"Tentu saja ," jawab Kevin dan ia meminta Pak Toha untuk menuju salah satu pusat perbelanjaan terkenal yang menyediakan karya perancang dunia.


Tubuh tinggi dan ramping seperti model membuat Asta dapat menemukan gaun malam karya perancang terkenal. Dibawah pengawasan dan penilaian dari Kevin , Asta mendapatkan empat buah gaun malam yang membuat dirinya sangat anggun. Selain gaun malam, Kevin juga meminta Asta memilih pakaian kerja dan juga pakaian musim semi untuk dibawa saat mereka pergi .


Setelah mengunjungi counter sepatu mereka menuju pulang.


Dalam perjalanan menuju Apartemen, Asta mengucapkan rasa terima kasihnya pada Kevin.


" Terima kasih ya Mas. Hari ini aku belanja banyak sekali ."


" Sudah kewajibanku sebagai suami mu," jawab Kevin seraya menggenggam telapak tangan Asta.


Asta memasuki kamar mereka dan ia tidak melihat Kevin berada dikamar, dan kemudian terdengar suara air dari kamar mandi.


Setelah mengganti pakaian, Asta kembali turun kebawah untuk menyiapkan makan malam untuk mereka.


" Sedang buat apa ?," tanya Kevin dari arah tangga.


"Aku sedang membuat soto Betawi," jawab Asta dan ia menuangkan air mineral kedalam gelas lalu diberikannya kepada Kevin.


" Masih lama ?."


" Tidak, mau makan buah ?."


" Boleh ," jawab Kevin menuju sofa dan menyalakan tv.


Asta menuju sofa dengan membawa piring buah dan meletakkannya di atas meja .


" Tidak mandi ?," tanya Kevin pada Asta yang duduk disampingnya.


" Sebentar lagi, nunggu masakan matang." jawabnya sambil ikut menikmati buah bersama Kevin.

__ADS_1


" Mas aku mandi dulu ya, kompor sudah aku matikan," beritahu Asta pada Kevin.


Setelah mandi Asta kembali kebawah dan dilihatnya Kevin tertidur disofa. Setelah menyiapkan hidangan, ia menghampiri nya dan membangunkan suaminya .


" Mas, Mas Kevin ayo bangun, kita makan dulu ."


" Hemm, bagaimana kalau aku makan kamu saja ?."


" Iih, apaan sih. Ayoooo katanya lapar ."


"Iyaaaaa."


Kevin segera menuju kamar mandi yang berada dikamar bawah baru kembali menuju meja makan.


" Bau nya sangat mengundang selera," ucap Kevin seraya melirik Asta yang tengah mengambilkan makanan untuknya.


" Tentu saja, siapa dulu yang masak, kalau bukan istri dari Bapak Kevin Wiratama," jawab Asta tertawa diikuti oleh Kevin.


Mereka menikmati makan malam dengan lauk buatan Asta serta lauk siap saji buatan kakak nya.


" Siapa yang mengajari mu memasak ?."


" Mba Dini ?."


" Bukankah Mba Dini mempunyai usaha kue ?,atau ada yang lainnya lagi.


" Hanya yang berhubungan dengan kuliner saja, dan baru tiga bulan ini melayani masakan siap saji. Jadi tinggal dipanaskan di microwave dan bisa tahan 3 tiga hari bila diletakan di lemari pendingin."


" Berapa karyawan yang dimiliki oleh Mba Dini ?."


" Aku tidak bertanya?, kenapa ?."


" Hanya bertanya saja ."


" Oh ya Mas, kita kan berangkat lusa, bagaimana kalau kulkas besok aku kosongkan agar tidak ada makanan busuk atau bau tidak sedap."


" Makanan yang ada masih bertahan berapa hari lagi, maksudku yang belum dibuka ?."


" Masih tersisa tiga hari lagi, karena untuk cake itu sudah aku bagikan untuk Amanda dan Pak Toha ."


" Lakukan saja yang menurut mu terbaik."


" Baik Pak Kevin saya akan mengaturnya besok ," ucap Asta menggoda Kevin membuat ia tertawa dan menarik tubuhnya kedalam pelukannya.


" Meluknya nanti saja, aku mau merapikan bekas kita makan dulu ," ucap Asta seraya memberikan ciuman cepat dibibir Kevin .

__ADS_1


" Perlu bantuan ?."


" Tidak perlu, nanti malah ga selesai, Mas Kevin tunggu aku saja dikamar atau disofa juga boleh," saran Asta tertawa.


__ADS_2