
Suara adzan subuh membangunkan Kevin dan Asta, dan mereka segera melakukan sholat subuh.
" Bagaimana kalau kita keluar merasakan udara yang masih segar ?," kata Kevin.
" Ayolah...," jawab Asta mengiyakan ajakan Kevin.
Mereka berada dihalaman merasakan udara yang segar sebelum matahari bersinar terang dan mulai banyak mobil yang berlalu lalang. Setelah itu mereka kembali kedalam rumah.
Mama memanggil mereka ketika baru masuk kedalam rumah dan memintanya untuk sarapan bersama.
" Hari ini apakah kalian mempunyai rencana mau kemana ?,"
" Sebenarnya Asta ingin kembali ke Apartemen Mah, tapi Mas Kevin bilang tunggu nanti saja."
" Iya Mah, aku khawatir nanti Asta tidak akan bisa diam dan semuanya dikerjakan sendiri."
" Mama setuju dengan Kevin. Kalau kamu sudah lebih baik dan tidak merasakan mual lagi, baru boleh ke apartemen."
" Mam, wanita hamil merasakan mual itu wajar, yang tidak wajar itu kalau hanya diam saja tidak melakukan kegiatan apa-apa."
" Lalu apa yang mau kamu lakukan ?," tanya Mama sambil melirik Kevin.
__ADS_1
" Saat ini belum, karena Mas Kevin pun belum pergi bekerja."
" Maksudnya, kamu akan melakukan sesuatu bila Kevin bekerja dan tidak ada yang mengawasi mu ?, tanya Mama membuat Asta tertawa kecil sementara Kevin dan Papa geleng-geleng kepala.
" Sudahlah. Sehari ini kamu di rumah saja bersama suami dan juga Mama, besok kalian bisa kembali ke apartemen bila memang kamu ingin pulang ke rumahmu ," ujar Papa.
Selama sisa hari, tidak banyak yang dilakukan Asta maupun Kevin membuat Asta sangat bosan.
" Kamu kenapa ?, sejak tadi sepertinya gelisah ?," tanya Kevin memperhatikan Asta.
" Aku bosan Mas. Apakah Mas Kevin tidak ada pekerjaan untukku agar aku tidak bosan ?."
" Kemarilah. Kamu bisa mempelajari proposal kerjasama ini lalu buat balasan surat nya !," kata Kevin mencoba mengalihkan perhatian Asta.
" Iya, aku lupa kalau aku mempunyai seorang sekretaris pribadi yang sangat hebat," jawab Kevin dan ia memberikan laptop nya pada Asta.
Dengan penuh semangat Asta membaca proposal kerjasama dan ia mencatat point' penting yang ditawarkan.
Kevin memperhatikan cara kerja Asta dengan penuh minat dan rasa tertarik, selama Asta menjadi sekretaris nya ia hanya menerima hasil yang sudah jadi, tetapi tidak memperhatikan apa saja yang dilakukan untuk mendapatkan hasil terbaik.
Setelah mencatat poin terpenting dalam proposal tersebut Asta membuka browser mengenai wilayah dan keadaan perekonomian dari tempat yang akan menjadi tujuan kerjasama mereka agar hasilnya maksimal.
__ADS_1
Semua data yang dibutuhkan sudah dicatat dengan baik, kemudian ia mulai membuat surat balasan tanpa lupa mencantumkan apa keuntungan dan kerugian dari kerjasama tersebut, dan ia berpendapat lebih banyak kerugian yang mereka dapatkan.
" Mas Kevin, kemari lah dan coba lihat apakah ini sesuai atau tidak ?," panggil Asta setelah pekerjaan nya selesai.
Kevin menghampiri Asta dan ia mulai membaca proposal dengan teliti lalu mulai membaca surat balasan yang dibuat Asta. Kevin benar-benar merasa bangga memiliki istri yang sangat pintar dalam bekerja.
" Aku sangat bangga memiliki dirimu Asta," puji Kevin bangga sambil mengecup bibir tersenyum manis.
" Bangga memiliki diriku karena aku bisa menjadi sekretaris yang handal ?."
" Bangga untuk semuanya," jawab Kevin.
Kevin memeluk mesra Asta dan merasa sangat bahagia karena ia mulai menyadari betapa beruntungnya memiliki seorang istri yang bukan hanya cantik tetapi mempunyai wawasan dan pandangan yang sangat luas.
" Kenapa tiba-tiba aku merasa dirimu berubah menjadi melow ?," ucap Asta menggoda Kevin.
" Entahlah..., mungkin karena aku akan menjadi seorang Ayah," jawab Kevin tertawa.
" Menjadi Ayah kok melow bukannya lebih dewasa dan bijak ," goda Asta lagi.
" Sudahlah diam dulu !, aku ingin memeluk mu lebih lama karena aku belum bisa melakukan yang lainnya ," ucap Kevin dengan kalem tanpa menyadari bahwa wajah Asta memerah.
__ADS_1
" Apakah kamu sangat tersiksa Mas ?,"tanya Asta pelan.
" Tenanglah, aku masih bisa bertahan asalkan kamu tidak macam-macam dan memprovokasi diriku dengan tubuhmu ," jawab Kevin dan ia langsung merasakan sakit di pinggangnya karena cubitan Asta.