Izinkan Aku Membenci

Izinkan Aku Membenci
Episode 66


__ADS_3

Siang ini Nikos Andreakis mengutus dua orang kepercayaannya yaitu Amelia dan Lukas untuk mencari keberadaan seorang wanita dimasa lalunya, dan tujuannya adalah penginapan yang berada di Avenue de la , divisi leclerck Paris Perancis.


" Selamat siang. Kami dari Kurien Andreakis company sudah membuat janji dengan Tuan Lucient, apakah kami bisa menemui sekarang ?," tanya Amelia.


" Selamat siang. Mohon tunggu sebentar aku akan mengkonfirmasi kedatangan Tuan dan Nyonya dari Kurien Andreakis," jawab wanita yang bekerja sebagai resepsionis.


Setelah mendapat konfirmasi wanita itu segera mempersilahkan mereka menemui pemilik hotel tersebut dengan dipandu oleh seorang pegawainya.


Amelia dan Lukas menatap seorang lelaki setengah baya yang terlihat arogan duduk di kursi kebesarannya.


" Selamat siang Tuan Lucient, terima kasih anda sudah bersedia menerima kami."


" Silahkan duduk. Apakah ada yang bisa kami bantu untuk Kurien Andreakis ?,"tanyanya.


" Tentu. Tuan Andreakis meminta dengan hormat info rombongan tamu yang menginap di hotel ini 7 tahun lalu pada bulan Februari yang berasal dari Indonesia !," jawab Amelia langsung.


" Rombongan tamu dari Indonesia ?, apakah ada sesuatu yang penting ?."


" Maafkan. Kami tidak bisa mengatakan alasan Tuan kami."

__ADS_1


" Baiklah, aku akan meminta karyawan kami untuk mencari datanya."


" Terima kasih Tuan Lucient."


Tidak perlu waktu lama untuk mencari info mengenai tamu rombongan dari Indonesia pada bulan Februari 7 tahun lalu.


" Hanya 1 rombongan yang berasal dari Indonesia yaitu Louvre tours and travel yang berada di Jakarta Indonesia."


" Bisakah kami meminta daftar rombongan nya ?," tanya Amelia dengan sopan.


Thomas Lucient menatap mereka berdua dengan tanda tanya besar. Seorang pria terhormat dan mempunyai pengaruh yang sangat besar di Eropa bahkan di benua lain mencari informasi tentang tamu yang berasal dari negara berkembang dikawasan Asia Tenggara.


" Terima kasih Tuan Lucient atas bantuan Anda, Tuan Andreakis tentu saja tidak akan melupakannya," jawab Amelia dan Lukas setelah menerima daftar anggota rombongan Louvre tours and travel.


Setelah mendapatkan informasi yang diperlukan, mereka berdua kembali ke kantor Kurien Andreakis company.


Nikos Andreakis andalah pemilik sekaligus keturunan pendiri dari Kurien Andreakis company. Perusahaan nya terus berkembang dan semakin maju setelah dipimpin olehnya 15 tahun lalu ketika ia berusia 20 tahun. Nik menerima tanggung jawab yang begitu besar sebagai kepala keluarga Kiriakos Andreakis yang mempunyai pengaruh yang sangat besar disaat usianya yang masih begitu muda. Ayahnya meninggal dalam kecelakaan yang membuatnya mengambil alih semuanya.


" Selamat siang Tuan. Ini adalah daftar anggota rombongan dari Indonesia yang menginap di hotel pada bulan Februari 7 tahun yang lalu," Lukas memberikan informasi yang dia dan Amelia dapatkan.

__ADS_1


Nik menerima laporan tersebut dan ia memberi isyarat pada karyawan nya untuk meninggalkan ruangannya.


" Hanya sebuah nama, dan aku bahkan tidak mengetahui siapa namanya. Apakah dia salah satu pemandu wisata tersebut ?," katanya penuh penyesalan.


Diantara daftar anggota rombongan yang memungkinkan menurutnya adalah pemandu wisata mengingat usia mereka pada saat itu adalah 20 tahun, dan itu berarti usia wanita yang ditemuinya saat ini adalah 27 tahun hanya berbeda 8 tahun dari usianya.


Tiba-tiba Nik tertawa ketika memikirkan sesuatu yang dianggapnya konyol dan tidak masuk akal ketika matanya menatap sebuah nama yaitu Astari Rahayu yang berusia 13 tahun.


" Apakah aku begitu menjijikkan berkencan dengan anak usia 13 tahun disaat usiaku sendiri 28 tahun," ucap Kevin tertawa karena pemikirannya sendiri.


Dengan suasana hati yang konyol Nik mengirim email pada Kevin yang isinya meminta nomor kontak pribadinya dan ia akan menemui pria itu pada saat yang tepat karena ia masih mempunyai hal penting yang harus dilakukan.


Di gedung perkantoran Wira Pratama, Kevin baru saja selesai memimpin meeting yang dihadiri oleh para direktur perusahaan nya dan ia meminta tanggung jawab serta loyalitas mereka hanya diberikan pada dirinya dan juga partner kerjanya yang seorang Warga Negara Asing.


" Aku tidak akan mentolerir bila ada diantara kalian yang memberikan informasi apapun pada pihak luar karena akibatnya akan kalian terima bagi orang yang berkhianat. Saat ini aku mungkin tidak secara aktif berada di kantor ini karena aku sudah mempercayakan pada Amanda sebagai orang kepercayaan ku. Dan aku tidak akan menerima kalian semua meremehkan dirinya." ucap Kevin mengingat kan pegawainya dengan nada tajam juga mengancam.


Kevin bersama Amanda dan Raditya sedang berjalan menuju kantor mereka dan ia mengeluarkan handphone nya untuk memberi kabar pada Pak Toha agar bersiap untuk pulang.


Kevin baru saja memutuskan pembicaraan dengan Pak Toha ketika Ia mendapatkan notifikasi email yang masuk. Kevin segera membuka email berharap email tersebut berasal dari orang yang diharapkan kehadirannya.

__ADS_1


" Ternyata dia sangat sibuk sehingga untuk menemui diriku harus menunggu urusannya selesai." kata Kevin pelan setelah ia membaca isi email dari Nik dan membalasnya.


__ADS_2