Izinkan Aku Membenci

Izinkan Aku Membenci
Episode 7.


__ADS_3

" Amanda, buatkan aku kopi seperti biasa !," Kevin meminta untuk dibuatkan kopi sebelum memasuki ruang kerjanya .


" Bukannya kamu yang kemarin buat kopi untuk Pak Kevin ?,"" tanya Amanda setelah mengantar kopi yang diminta oleh Kevin.


" Aku bisanya kopi instan yang tinggal kasih air panas ," katanya pelan sambil menahan tawa.


Pekerjaan hari ini dapat diselesaikan dengan baik saat tiba waktu nya Asta untuk menemui perwakilan pemerintah.


" Aku pergi keluar dulu ya," beritahu Asta setelah merapikan berkas dan mejanya.


" Asta, semuanya sudah disiapkan?, kalau sudah ayo kita berangkat," terdengar suara Kevin yang baru keluar dari ruang kerjanya .


" Siap pak ," Asta sangat senang karna ia tidak perlu pergi sendiri.


Dengan tersenyum simpul ia mengedipkan sebelah matanya pada Amanda.


" Sepertinya senang sekali ?," tegur Kevin saat mereka berada didalam mobil.


" Ya senang lah pak . Karna saya tidak perlu pergi sendiri. Bagaimanapun saya masih baru dan masih perlu pendampingan, apalagi saya hanya seorang sekretaris bukan wewenang saya untuk memutuskan ataupun memberikan tanggapan.Meskipun saya jelas mewakili perusahaan," Asta menjelaskan mengapa ia sangat senang ketika ia tidak perlu pergi sendiri.


" Dengan kata lain, siapapun yang pergi bersama dengan mu tidak masalah asalkan orang tersebut mempunyai wewenang dan dapat bertanggung jawab," Kevin menatap Asta saat gadis itu menoleh kearahnya karna Asta selalu memilih kursi disamping pengemudi, sementara Kevin duduk dikursi penumpang.


Asta hanya tersenyum menanggapi perkataan Kevin karna itulah yang dipikirkan sebenarnya oleh Asta.

__ADS_1


Sesuai perkiraan Asta dalam pertemuan tersebut berjalan dengan alot karna banyak pertanyaan walaupun sudah jelas sesuai dengan penawaran yang sudah disepakati kedua belah pihak. Tetapi Kevin adalah seorang pengusaha yang sudah sangat memahami dan mengetahui celah yang dapat diatasi hingga mereka dapat menyelesaikan kesepakatan sesuai dengan yang sudah mereka lakukan sebelumnya melalui hubungan telepon maupun email yang sudah mereka kirimkan.


" Senang ?," Kevin bertanya sambil melirik Asta yang berjalan disampingnya.


" He eh, karna saya sudah membayangkan pihak mereka pasti akan mengajukan penawaran yang sangat rendah meskipun sudah disepakati sebelumnya ."


" Pak Toha kita mampir makan siang lebih dulu ya ," Kevin memberikan perintah dan menyebutkan sebuah restoran mewah saat mereka sudah berada didalam mobil.


Mereka sudah memasuki restoran dan disambut oleh pelayan restoran dengan ramah.


" Mau pesan apa ?," tanya Kevin pada Asta yang hanya diam.


" Kenapa ?."


" Tidak apa-apa pak, hanya perut saya agak sedikit tidak enak ," jawabnya pelan.


Setelah memesan makan siang , Kevin menatap Asta seperti menilai.


" Kamu berapa saudara ?, aku belum membuka CV milikmu."


" Saya empat saudara Pak, dan saya anak bungsu," Asta menjawab sambil menyesap air jeruk yang rasanya sangat segar.


" Apakah kamu tidak pernah menginap ditempat lain ?."

__ADS_1


" Maksudnya ?."


" Maksudnya, aku ingat pertama kali kamu tinggal diapartement, keluarga mu meminta bicara dengan temanmu seperti tidak percaya dengan anaknya yang sudah dewasa ."


" Sebenarnya hal yang wajar kalau menurut saya pak, orang tua apalagi yang memiliki anak perempuan pasti akan extra lebih untuk menjaganya,walaupun sudah dewasa . Dan kalau saya menginap memang orang tua selalu minta bicara dengan teman saya, bukan karna mereka tidak percaya, tetapi lebih menjaga hal yang tidak diinginkan."


" Anak spesial ?."


" Tidak juga pak. Kami semua mendapatkan perhatian yang sama, termasuk kakak pertama saya, bila menginap dirumah lalu pergi keluar dan sudah larut belum kembali pasti ditelpon ditanyakan keberadaan nya."


" Keluarga harmonis," ucap Kevin pelan. Diusianya yang mendekati tiga puluh dua tahun , ia tidak pernah mendengar teman atau rekan wanitanya memberi maupun ditanyakan keberadaan nya saat berada diluar rumah, bahkan terkadang tidak pulang .


Setelah menyelesaikan makan siang, mereka kembali kekantor untuk meneruskan pekerjaan.


Sepanjang perjalanan kekantor tidak banyak yang mereka bicarakan kecuali mengenai tugas-tugas Asta yang harus dia selesaikan .


Tanpa terasa mobil yang dikendarai pak Toha sudah sampai dikantor kembali dan mereka masuk ke lift tanpa bicara .


" Asta kamu buat lagi kesepakatan yang tadi, lalu bawa kesaya ," Kevin melangkah ke ruang kerjanya sementara Asta menuju meja nya setelah mereka sudah tiba dilantai tujuh belas.


" Baik pak."


Dengan cekatan Asta membuat surat yang diminta Kevin kemudian membawanya untuk diperiksa.

__ADS_1


" Kamu kirimkan , bila ada permintaan atau penawaran lagi, batalkan tidak perlu dipertimbangkan kembali ," Kevin memberikan kembali kepada Asta.


" Baik Pak," Asta melangkah keluar dan mengerjakan tugas yang diperintahkan.


__ADS_2