
Setelah cuti 5 hari Asta kembali memulai pekerjaan nya sebagai sekretaris dan kebiasaanya tetap tidak berubah, membuat Kevin maupun Amanda geleng-geleng kepala.
Asta dan Amanda sedang sibuk didepan komputer ketika terdengar suara intercom dimeja Asta.
" Sayang kamu siap-siap ya, kita akan menemui klien sekalian makan diluar ."
"Okey."
" Tanyakan pada Amanda apakah dokumen untuk perjalanan ke Portugal sudah selesai ."
"Baik, akan aku tanyakan," jawab Asta.
" Manda, dokumen untuk perjalanan ke Portugal sudah selesai belum ?."
" Siang ini setelah jam makan siang diantar kurir. Mau makan siang dimana ?."
" Diluar, Bos minta aku temani menemui klien."
" Sip."
Menjelang waktu istirahat, Kevin dan Asta menuju Musholla untuk sholat dhuhur sebelum mereka menemui klien.
Disebuah restoran yang berada di salah satu hotel bintang lima terlihat seorang pria dan wanita yang merupakan orang asing. Dari penampilan mereka terlihat bahwa pria asing tersebut seorang pengusaha dan sekretaris nya.
Wajah pria itu terlihat mulai tidak sabar, karna orang yang ditunggunya belum juga datang.
" Jam berapa Tuan Wiratama akan datang ?."
" Sesuai waktu yang disepakati masih tersisa 30 menit lagi Tuan Calaghan."
Belum lagi pria itu bertanya terlihat Kevin dan Asta mendatangi mereka .
" Maaf, aku tidak tahu bahwa Tuan Calaghan akan tiba sebelum waktu yang sudah disepakati." sapa Kevin.
" Yeah, orang ku lupa mengabari Anda bahwa ada perubahan jadwal. Dan Nyonya ini ?."
" Oh, kenalkan istriku Astari Rahayu. Dan Asta kenalkan salah seorang pengusaha perhotelan di Inggris Tuan Blaize Calaghan." ucap Kevin memperkenalkan mereka .
" Senang bertemu dengan Anda nyonya, dan yang bersama ku Tessa Wilson sekretaris ku."
Mereka saling menyapa untuk menambah erat dan memperlancar hubungan kerjasama dalam perhotelan.
__ADS_1
Mereka membicarakan bisnis kerjasama dengan para wanita yang merekam dan mencatat poin-poin penting dalam pembicaraan kedua pria itu.
"Aku tidak menyangka Nyonya Wiratama juga membantu dalam pekerjaan Anda ?."
" Benar, aku sudah seharusnya mencari sekretaris pengganti setelah kami menikah, tetapi aku merasa nyaman bekerja dengan didampingi istriku sendiri ."
" Memang, lebih nyaman dengan bekerja didampingi oleh istri sendiri, tapi sayang sekali Tessa belum juga menerima lamaran ku," ucap Blaize seraya melirik Tessa , sementara yang dilirik tidak perduli dengan perkataan atasannya .
" Maaf , aku permisi sebentar."ujar Asta seraya berdiri diikuti oleh Tessa .
Asta dan Tessa sedang berada di restroom.
" Jadi Anda sebelumnya adalah sekretaris Tuan Wiratama ?, apakah hal itu tidak menganggu Anda ?."
" Ya, dan sama sekali tidak menganggu ku, yang penting kita sendiri tidak menganggapnya sebagai beban. Apakah kalian mempunyai hubungan pribadi juga ?."
" Hemmmm, Blaize sudah menyatakan ketertarikannya padaku. Tali apa artinya bila hanya ucapan saja. Sementara aku tahu siapa dan wanita yang seperti apa yang selalu dikencaninya."
Asta tertawa kecil karena seperti itu juga Kevin.
"Anda beruntung bahwa Tuan Calaghan menyatakan rasa tertarik nya padamu, sedangkan kami langsung menikah. Jadi rasa tertarik dan mengenal kami lakukan setelah kami menikah."
" Anda wanita beruntung karena Tuan Wiratama bukanlah seorang yang anti pernikahan," ujar Tessa yang dijawab Asta dengan tawanya yang geli karena bagaimana sikap mereka sebelum menikah.
Sementara itu Kevin dan Blaize masih terlibat pembicaraan ringan ketika mereka kembali dari restroom.
" Apakah kami melewatkan sesuatu ?," tanya Asta ketika dirinya sudah duduk disebelah Kevin.
" Aku yakin kamu tidak ingin mendengarnya ," jawab Kevin sambil tersenyum ringan.
" Baiklah Tuan Wiratama dan Nyonya, semoga kita bisa bertemu dilain waktu dan aku mengundang kalian untuk berkunjung ke negaraku."
" Terima kasih Tuan Calaghan, semoga kerjasama kita segera terjalin," ujar Kevin menyambut uluran tangan dari Blaize Calaghan.
Kevin dan Asta meninggalkan restoran untuk kembali kekantor.
" Setelah sampai kantor segera dikerjakan saja, jadi malam ini tidak perlu mengerjakan pekerjaan kantor," ujar Kevin setelah mereka berada di mobil yang dikendarai Pak Toha.
" Baiklah , Amanda memberi kabar bahwa dokumen untuk perjalanan ke Portugal sudah ada dikantor. Berapa hari kita disana ?."
" Kurang lebih sepuluh hari, kalau untuk pekerjaan hanya dua hari saja, karena kita juga akan mengunjungi industri perkapalan disana, sedangkan sisanya akan kita gunakan untuk berbulan madu."
__ADS_1
" Bagaimana dengan pekerjaan disini ?."
" Sementara akan dipegang Derry dan diawasi oleh Amanda. Ada keuntungan yang aku miliki dengan mengabulkan permintaan Amanda agar tidak mengekspose dirinya sebagai adikku."
" Benar, Amanda dapat menjadi mata-mata yang sangat baik," ucap Asta tersenyum. Masih tersisa rasa kesal pada temannya itu yang menyembunyikan identitas nya sebagai sepupu maupun adiknya Kevin .
" Kenapa ?, masih kesal dengannya ?."
" Sedikit. Pantas saja selama tinggal di tempat kost ia selalu berkunjung ke kamar ku dan mengawasi pekerjaan ku, ternyata itu untuk kepentingan mu. Kamu meminta Amanda untuk mengawasiku karena tidak seperti diapartement kamu bisa melihatku melalui cctv."
" Wanita pintar. Sudah kukatakan belum kalau aku beruntung dipaksa menikah oleh keluarga mu?."
" Hemmmm." jawabnya membuat Kevin meliriknya gemas.
Mereka sudah tiba di gedung perkantoran Wira Pratama Corporation dan segera menuju lift khusus.
Ketika mereka sudah berada didalam lift, Kevin menarik tubuh Asta dan memberinya ciuman yang cukup panas pada bibir istrinya membuat Asta terkejut dan gelagapan.
" Mas." kata Asta ditengah-tengah serangan Kevin.
" Hal seperti ini yang selalu ada dalam.pikiranku setiap kali kita berada disini. Tubuh mu sangat pas berada dalam pelukanku dan sangat pas bila aku menciumi dirimu."
Asta baru selesai merapikan pakaiannya ketika pintu lift terbuka dilantai 17. Dengan wajah merona malu Asta keluar dari lift mengikuti Kevin yang melangkah dengan santai, membuat Asta cemberut.
" Udah disenyumin aja kalau bos nakal ," goda Amanda geli karena melihat bibir Asta yang sedikit bengkak.
" Memangnya kelihatan banget ya ?."
" Ya kelihatan lah, bibirmu sudah seperti habis diserang begitu ?," godanya lagi membuat Asta segera menuju toilet diikuti oleh tawa Amanda.
" Kevin jeleeek, bagaimana bisa bibirku sampai bengkak begini ."omel Asta dalam hati. Asta kembali ke mejanya setelah memperbaiki riasan wajahnya .
"Asta, Pak Kevin ganas ya kalau dirumah ?."
" Diam Manda !."
Amanda tertawa melihat Asta yang marah, dan ia memberikan paspor dan visa serta jadwal keberangkatan pesawat perusahaan Wira Pratama.
" Terima kasih ya."
" Jangan lupa bawa oleh-oleh dari sana ya, jangan hanya kabar baik bahwa aku akan mempunyai keponakan ."
__ADS_1
" Katakan sama kakak mu !,"jawab Asta tertawa melihat wajah Amanda yang cemberut.