
" Apa yang sedang kamu pikirkan ?," tanya Kevin ketika melihat Asta duduk melamun didepan cermin.
" Tidak ada Mas," jawab Asta seraya membalikkan tubuhnya menghadap Kevin yang duduk di atas tempat tidur.
" Benarkah ?."
" Iya."
" Sungguh ?."
Mendengar Kevin terus bertanya membuat Asta tertawa.
" Baiklah, aku hanya berpikir apa reaksi Mas Kevin kalau aku meminta malam ini kita makan seafood ditempat biasa."
" Baru berpikir bukan, belum mendesak ?," jawab Kevin tertawa membuat Asta cemberut.
" Malam ini kamu masih capai. Aku tidak mau kalau kamu merasa mual seperti tadi lagi. Kalau mau makan seafood aku akan membelinya sekarang tapi kamu tidak perlu ikut." jawab Kevin sambil memegang tangan Asta lembut.
" Mas Kevin bisa naik motor tidak ?."
" Tentu saja bisa. Kenapa ?."
" Kita ke warung tenda depan komplek ya, di sana ada yang menjual seafood." kata Asta dengan mengharap.
" Baiklah. kita pakai mobil saja, tidak perlu naik motor."
" Tapi kan cuma didepan saja Mas !."
" Kita naik mobil, atau kamu tunggu di rumah saja ."
" Baiklah kita naik mobil." jawab Asta mengalah.
Sebelum keluar Asta memakai makeup tipis membuat Kevin tersenyum, karena sangat tidak biasa ia melihat Asta memakai makeup apalagi hanya untuk makan diluar.
__ADS_1
" Kamu sudah cantik dan menjadi semakin cantik lagi dengan memakai makeup ." kata Kevin sambil mengecup puncak kepala Asta.
" Aku ingin terlihat berbeda saat bersama suamiku ," kata Asta tertawa.
" Aku menyukainya, meskipun tanpa berdandan pun kamu tetap terlihat cantik," kata Kevin dengan pandangan memuja.
" Hem, sepertinya jurus merayu sudah mulai keluar nih ," goda Asta membuat Kevin tertawa.
" Aku akan berpamitan pada Mama,sekalian pinjam kunci mobil !."
" Pinjam kunci mobil ?, kenapa tidak pakai mobil kita saja ?," tanya Kevin heran.
" Mobilnya terlalu mewah hanya untuk dipakai ke depan komplek saja," jawab Asta sambil melangkah keluar kamar.
Asta sangat senang mendengar ucapan Kevin ketika mengatakan kata 'mobil kita', meskipun dirinya yakin Kevin hanya mengucapkan seperti kalimat biasa saja.
Astari melihat orang tuanya sedang berada diruang keluarga sedang menonton TV.
" Papa kapan pulang ?," tanya Asta seraya mencium tangan Tuan Sudrajat diikuti oleh Kevin.
" Mau ke depan komplek Pah, Asta mau makan seafood di warung tenda yang berada didepan." jawab Kevin.
" Oh, pakai mobil Mama saja, jangan pakai mobil kalian kalau hanya ke depan ."
" Iya Papa, Asta sudah bilang sama Mama kok," jawab Asta.
Tidak berapa lama Mamanya keluar dan memberikan kunci mobil pada Kevin.
" Hati-hati !."
" Papa dan Mama mau pesan apa ?," tanya Kevin.
" Tidak usah. Di usia kami sudah harus menahan diri untuk makan malam." jawab Mama tertawa.
__ADS_1
" Baiklah kami pergi dulu."
Setelah Kevin dan Asta pergi, Nyonya Ardanih berbicara dengan suaminya.
" Untunglah Asta bersikap dewasa dengan tidak menyalahkan kita terus. Mama juga tidak mengira kalian dapat bertindak seperti itu. Masing-masing memaksakan kehendaknya sendiri." ucap Nyonya Ardanih.
" Sudahlah, yang penting mereka sudah menyadari bahwa semua ucapan dan tindakan harus dipikirkan lebih dulu."
Sementara itu, Kevin dan Asta sudah tiba di warung tenda yang menyediakan masakan khusus seafood.
" Mas Kevin mau pesan apa ?," tanya Asta seraya mengambil nota pesanan.
" Pesan yang kamu sukai saja, aku akan menikmati saja." jawab Kevin.
" Pesan minuman apa ?," tanya Kevin karena Asta sudah melarangnya agar tidak minum air jeruk.
" Aku pesan teh tawar hangat saja " jawab Asta.
Disebelah ada yang jual juice tidak ingin memesan ?,"
" Tidak. Sudah sehari ini aku minum juice, tapi boleh juga kalau beli yogurt," katanya tertawa.
" Ayolah kita ke sebelah, sambil menunggu pesanan," kata Kevin.
Di minimarket Asta lebih banyak membeli coklat dan yogurt sementara Kevin hanya geleng kepala, dan ia mengambil beberapa makanan ringan.
" Sudah tidak ada lagi ?."
" Tidak," jawab Asta.
Lalu merekapun menuju kasir untuk membayar yang mereka beli, dan kembali ke warung tenda dimana mereka sudah memesan makanan.
" Bagaimana enak ?," tanya Kevin.
__ADS_1
" Iya. Rasanya benar-benar pas," jawabnya.
Kevin sangat bahagia karena Asta bersikap terbuka disaat dirinya sedang mengandung.