Izinkan Aku Membenci

Izinkan Aku Membenci
Episode 111.


__ADS_3

Wajah cantik dan tubuh jangkung yang terlihat berisi mempunyai daya tarik yang sangat memukau membuat Kevin tidak ingin melakukan apapun selain menikmati tubuh yang saat ini hanya mengenakan bikini.


Dengan bikini basah yang melekat ditubuh Asta layaknya kulit kedua, telah membangunkan Kevin hingga ia segera keluar dari kolam renang dan menghampiri Asta yang lebih dulu keluar dari kolam.


" Bolehkah aku merasakannya lagi ?,"tanya Kevin.


Dengan memeluk tubuh Asta ia mulai menciumi leher dan mengarah kebagian lainnya.


" Aku tidak mengira stamina yang kamu miliki begitu besar sayang. Kamu seperti belum terpenuhi kebutuhanmu selama bertahun tahun." bisik Asta diantara ciuman yang dia terima.


" Diam lah. Aku ingin terus berada dalam dirimu sampai akhirnya kita meninggalkan tempat ini," tegur Kevin yang terus menyerangnya dengan kecupan juga ciuman yang panas.


Hari sudah menjelang siang ketika Asta mendengar bunyi dari perut Kevin membuat ia tergelak dengan keras.


" Aku pikir Papa tidak akan merasakan lapar," goda Asta masih tertawa.


" Mama akan menyiapkan makan siang, sementara Papa mandi oke ?."ujar Kevin dengan tersenyum malu


Dengan tersenyum Asta menyiapkan makan siang, setelah semuanya sudah siap dimeja, ia segera membersihkan diri dikamar mandi yang berada dekat dapur.


Dengan mengenakan mantel handuk, Asta keluar dari kamar mandi dan menuju kamar tidur.


Saat ia m membuka pintu kamar ia melihat Kevin tengah mengenakan pakaian dalam.


" Loh, Mama mandi dimana ?," tanyanya.


" Dikamar mandi dekat dapur ," jawab Asta dan ia mencoba mengabaikan apa yang dilakukan oleh suaminya yang sengaja berlama-lama mengenakan pakaian dalamnya.


" Kok lama, apakah Mama salah membeli pakaian dalamnya ?,"tanya Asta geli.


" Sepertinya begitu, soalnya ukurannya lebih kecil ," jawab Kevin tertawa karena Asta tidak mau menghadap dirinya.


" Apa Mama tidak berniat memakai baju ?," tanya Kevin dengan nada menggoda.


" Hah ?, oh mama sudah selesai kok ," jawab Asta sambil berbalik.

__ADS_1


" Kapan Mama memakai baju ?, kok Papa tidak melihatnya ?," tegur Kevin karena Asta sudah berpakaian lengkap.


" Wanita itu punya cara cepat disetiap pekerjaan yang dilakukannya," jawab Asta tertawa.


" Benarkah ?."


" He eh, Ayolah kita makan, bukankah kita akan pulang siang ini ?."


" Benar. Walaupun Papa ingin sekali setiap Minggu kita kesini," jawab Kevin saat mereka keluar dari kamar.


" Ya dan Kak Rizky langsung melakukan protes bila kita memintanya untuk menjaga anak-anak," sahut Asta membuat Kevin tertawa.


" Mungkin karena usia Rizky lebih muda dari Papa sehingga Papa merasa dirinya sebagai teman yang dapat melakukan apa yang kami suka."


" Hem, sebaikmya sekarang kita makan setelah itu kita kembali kerumah."


" Baik Nyonya Kevin Wiratama yang cantik ," goda Kevin membuat dirinya mendapat cubitan dilengan nya.


Mereka baru selesai makan dan tengah bersiap untuk pulang ketika Kevin berbicara dengan suaranya yang sedikit tajam.


" Soal ?."


" Apakah Mama masih memakai kontrasepsi ?," tanya Kevin sambil menatap Asta dengan serius ketika ia melihat isterinya mengeluarkan pil.


" Mama menggunakan pil KB untuk kontrasepsi nya dan kemarin Mama lupa meminumnya ," jawab Asta sambil memandang pil yang masih berada ditangannya.


" Jangan diminum lagi. Papa ingin kita mempunyai anak lagi. Apakah Mama bersedia untuk hamil kembali ?," tanya Kevin sambil memegang tangan Asta dan mengambil pil yang masih berada ditangannya.


" Mama sangat bersedia, bagaimanapun suatu kebahagiaan bisa melahirkan anak-anak dari buah cinta kita. Dan Mama meminum pil karena khawatir Papa belum siap untuk menambah anak lagi ," bisik Asta dengan penuh rasa memiliki.


" Papa mengerti dan papa ucapkan terima kasih karena Mama menjaga perasaan Papa. Semoga yang kita lakukan sejak malam dapat membuat Mama mengandung ,"jawab Kevin penuh harap.


"Aamiin ," jawab Asta.


Mereka segera meninggalkan villa dan kembali ke Jakarta menuju rumah mereka.

__ADS_1


" Apakah Papa lelah ?," tanya Asta setelah mereka terbebas dari kemacetan lalulintas.


" Tidak, karena ada Mama yang menemani ," jawab Kevin melirik mesra Asta.


" Aku mencintaimu ," bisik Asta manja yang dibalas Kevin dengan senyuman dan belaian mesra di pipi.


" Aku juga mencintaimu sayang," bisik nya mesra.


Hampir 3 jam perjalanan ketika mereka tiba dirumah dan langsung menuju beranda rumah setelah pelayan membukakan pintu gerbang.


" Sepertinya didalam sangat ramai ?," ucap Asta pada Kevin yang tengah memberikan kunci mobilnya pada Pak Toha.


" Kita masuk saja untuk melihat ada apa didalam ," jawab Kevin seraya merangkul bahu Asta.


Begitu mereka masuk kedalam ternyata keluarga mereka semuanya berkumpul termasuk dari Keluarga Kevin yang terdiri dari papa dan mama Anisa hingga Amanda. Sementara dari keluarga Asta hadir kedua orang tua Asta, Bima dan juga Krisworo dan Dini beserta putra bungsu mereka.


" Assalamualaikum..." ucap Asta memberi salam dengan wajah terkejut juga tidak percaya.


" Waalaikum salam..." balas mereka semua dan dalam sekejap terdengar bunyi terompet yang ditiup oleh Balqis dan Faiqah sementara Ishraq dan Zachery menabuh gendang yang terdengar sangat tidak beraturan.


" Ada apa ini ?, apakah ada yang dirayakan ?," tanya Asta pada Kevin yang hanya tertawa melihat keramaian dirumah mereka.


" Happy wedding anniversary ," ucap mereka secara bersamaan membuat Asta terbelalak dan menatap Kevin yang sama sekali tidak terkejut melihat keramaian tersebut.


" Apakah ini ide Papa ?," tanya Asta dan ia mengalungkan lengannya di leher Kevin dan sebelum Kevin mencium bibirnya Rizky berteriak mengingat kan bahwa ada anak-anak dibawah umur hingga mereka yang mendengar nya tertawa.


" Terima kasih telah memberikan kejutan seperti ini. Asta benar-benar sangat bahagia karena Papa,Mama serta kakak Asta semuanya turut hadir dan tidak ketinggalan juga Papa Restu dan Mama Anisa yang sudah menyempatkan hadir. Untuk mu Amanda terimakasih,"ucap Asta benar-benar merasa suprise.


" Kami hanya mengikuti permintaan Kevin sayang, jadi berterima kasihlah padanya ," ucap Mama sambil memeluk Asta dan Kevin dan diikuti oleh yang lainnya. dan terkahir Zachery menghampiri mereka dengan membawa bunga mawar ditangannya.


" Selamat Mama, Papa...., apakah Zach bisa mempunyai adik ?," ucap Zach membuat mereka yang mendengar nya tertawa dengan keras.


" Doakan agar Zach cepat mempunyai adik ya ," ucap Kevin seraya menggendong putranya yang terlihat menggemaskan.


.

__ADS_1


__ADS_2