Izinkan Aku Membenci

Izinkan Aku Membenci
Episode 101


__ADS_3

Hari sudah menjelang sore ketika Kevin datang ke rumah sakit. Tubuh gagah dengan wajah tampan yang dihiasi dengan senyum bahagia membuat setiap orang yang melihatnya begitu terpesona.


Sejak Kevin mendapat berita bahwa Asta mengandung, hampir tidak pernah terlihat wajah yang dipenuhi oleh amarah dan juga kata-kata tajam yang dia lontarkan pada orang yang tidak disukainya, tetapi dari perubahan tersebut membuat mereka yang mengenal dirinya menjadi segan dan lebih menghormati.


Sejak siang ketika ia memulai meeting dengan para direktur perusahaan nya yang berada di New York senyum bahagia selalu tampak diwajahnya dan ketika mereka mengetahui bahwa Nyonya Kevin Wiratama telah melahirkan seorang putra maka ucapan selamat diberikan oleh mereka semua.


" Apakah didalam ada orang ?," tanya Kevin pada Ivan yang berdiri didepan pintu kamar tempat Asta dirawat.


" Ada Tuan. Nyonya sedang bersama dengan Tuan dan Nyonya Krisworo." jawab Ivan.


" Oh ya, kapan Kak Krisworo datang ?," tanyanya, karena yang dia tahu Dini yang tadi menemani Asta setelah Mama mertuanya pulang ke rumah.


" Sekitar 10 menit yang lalu Tuan," jawab Ivan lagi.


" Baiklah. Apakah Sisil sudah mengatakan kepadamu bahwa nanti malam kamu dan Meghan tidak perlu berjaga disini ?."


" Sudah Tuan, dan kami baru akan pergi nanti menjelang pergantian hari."


" Tidak perlu. Kalian pulanglah saat Pak Toha datang. Kalian juga perlu istirahat," kata Kevin yang dijawab dengan senyuman.


" Aku akan masuk dulu." kata Kevin membuka pintu ruang perawatan.


" Assalamualaikum..." ucap Kevin memberi salam kepada Kakak iparnya dan juga isterinya yang sedang berdiri dan setengah membungkuk didepan buaian Zachery, putranya.


" Waalaikum salam," jawab mereka membalas ucapan salam Kevin.


Kevin memasuki ruangan Asta lalu menyalami Krisworo yang sedang bicara ditelepon dan juga Dini yang berada disebelah Asta seperti sedang mengawasi isterinya .

__ADS_1


" Apakah tidak masalah kamu berdiri seperti itu ?," tanya Kevin lembut .


" Tidak Mas, aku hanya menggantikan popok Zachery, kasihan popok nya basah." jawab Asta tersenyum manis.


" Apakah Zach tidak dipakaikan popok sekali pakai ?."


" Tidak, usianya baru sehari, aku tidak tega bila harus memakaikan diapers pada Zach yang masih bayi," jawab Asta.


" Benar Kevin. Kalau kita tidak merasa repot mengapa harus memakaikan diapers pada bayi," ucap Dini yang berada di samping Asta.


Kevin kemudian ikut memperhatikan putranya yang kini sudah membuka matanya kembali. Mata itu terlihat jernih memandang.


" Apakah Zach sudah bisa melihat kita, orang-orang yang berada didepannya ?," tanya Kevin.


" Belum. Bayi yang baru berumur sehari belum bisa melihat dengan jelas." jawab Asta sambil.mengangkat putranya untuk disusui.


" Berapa kali Zach menyusu ?, setiap kali dia menangis dengan mulutnya yang seperti meminta disusui ?," jawab Asta tertawa.


" Bagaimana kamu tahu kalau Zach minta ASI, bisa saja dia minta digendong atau popoknya basah ?," tanya Kevin tertawa.


" Hanya feeling saja," jawab Asta ikut tertawa.


" Asta itu suka iseng dengan meletakan jarinya dekat mulut Zach, bila ia mengejar jarinya itu berarti Zach lapar," beritahu Dini yang mendengar percakapan adiknya dari balik tirai membuat mereka semua tertawa.


" Zach sepertinya haus sekali, aku tidak salah bukan kalau kami menyukainya ?," bisik Kevin ditelinga Asta agar tidak didengar oleh Kakak mereka.


Asta melotot sekaligus merasa malu mendengar ucapan Kevin yang dibisikkan ditelinga nya.

__ADS_1


" Jangan menyiksa diri sendiri Mas !,"tegur Asta membuat Kevin ingin sekali menutup mulut isterinya dengan ciuman.


" Ya sudah. Kamu teruskan menyusui Zach, aku akan menemui Kakak," katanya dan ia mendaratkan ciuman di pipi Asta dengan lembut.


" Apakah Asta sudah selesai menyusui ?," tanya Dini pada Kevin yang kini duduk disalah satu kursi yang berada didepannya.


" Belum Mba, sepertinya Zach sangat haus."


" Oh, kamu tadi dari rumah ?," tanya Krisworo.


" Iya Kak, aku tadi bersih-bersih dulu dirumah, bagaimanapun aku tidak mau dalam keadaan belum bersih menemui mereka." jawab Kevin.


" Kamu benar. Kita harus benar-benar bersih ketika akan mendekati bayi atau menyentuhnya."


" Iya Mba, Asta tadi sudah mengatakannya. Oh ya aku dengar Kakak akan dinas di Balikpapan ?," tanya Kevin.


" Benar. Doakan saja semuanya lancar ya ," jawab Krisworo kalem.


" Sudah pasti Kak, kami akan mendoakan yang terbaik untuk Kakak dan juga keluarga," ucap Kevin.


" Apakah besok kamu kekantor ?, karena dokter menyatakan kalau besok Asta sudah bisa pulang ke rumah."


" Aku tidak kekantor besok Mba, dan aku akan menemaninya pulang ke rumah," jawab Kevin dan ia memastikan pada Dini bahwa ia akan mendampingi Asta saat pulang ke rumah.


" Begitu ?, tadi Mba sempat berpikir akan menemani Asta saat pulang ke rumah kalau kamu sedang sibuk di kantor."


" Tidak Mba, pekerjaan sudah rapi, terima kasih Mba," Kata Kevin atas niat baik Kakak iparnya.

__ADS_1


__ADS_2