Izinkan Aku Membenci

Izinkan Aku Membenci
Episode 34


__ADS_3

Pesawat jet milik perusahaan Wira Pratama Corporation and company telah take off meninggalkan bandara Lisbon Portela Airport menuju Indonesia.


Asta duduk memejamkan matanya. Ia tahu Kevin menatapnya dan mencoba berbicara tetapi Asta memilih diam.


" Apakah kamu akan diam terus selama perjalanan ini ?." tanya Kevin .


" Asta ?."


" Aku ingin istirahat Mas.Kalau Mas Kevin ingin mengatakan sesuatu tunggu kita tiba dirumah saja," jawab Asta.


" Tidak. Aku ingin bicara denganmu sebelum kita sampai dirumah."


Asta menatap Kevin dan ia merasa suaminya tidak akan diam sebelum masalah mereka selesai .


" Baiklah. Mas mau bicara apa ?."


" Aku pernah mengatakan padamu bahwa aku akan bicara jujur padamu, saat aku mengatakan bahwa aku sudah tidak berhubungan lagi dengan Amercia maka itulah kebenaran nya. Mengapa aku tidak mau bertemu dan membicarakan nya ?,karena tidak ada guna maupun kepentingan nya sama sekali."


" Baiklah. Sudah selesai bukan ?, Sekarang aku ingin istirahat."


Kevin benar-benar prustasi menghadapi sikap Asta yang tidak mau berbicara dengannya dan lebih memilih diam.


Penerbangan yang sangat lama membuat Kevin benar-benar tidak bisa melakukan apapun.


Pesawat sudah landing dan Asta menunggu hingga pintu pesawat terbuka .


" Apakah kamu akan diam terus ?."


" Tidak. Kita sudah sampai bukan. Ayolah kita pulang," jawab Asta berjalan dengan anggun meninggalkan Kevin yang menatapnya tidak percaya.


" Astaaaa, kamu benar-benar menguji kesabaran ku ."ucap Kevin dalam hati.


Mereka sudah keluar dari Bandara dan sudah berada diarea jemputan ketika Pak Toha menghampiri mereka.


" Terima kasih Pak," kata Asta ketika Pak Toha mengambil alih bagasi mereka .


" Bagaimana kabar Pak Toha ?."


" Alhamdulillah saya baik-baik saja Pak."

__ADS_1


"Syukurlah."


Asta menatap keluar jendela lalu ia merasa tangannya digenggam oleh Kevin membuatnya mengalihkan pandangannya lalu menatap Kevin yang menatapnya dengan penuh permohonan maaf.


Melihat pandangan Kevin membuat Asta membalas nya dengan senyuman .


Asta adalah wanita dengan pemikiran sederhana, bahwa setiap kesalahan pahaman dapat diselesaikan dengan permohonan maaf yang tulus. Dia tidak memerlukan bantahan maupun sanggahan hanya untuk mencari pembenaran yang akhirnya mengungkap kesalahan yang lebih besar.


Mobil yang dikendarai oleh Pak Toha akhirnya tiba diapartement mereka.


" Terima kasih Pak Toha, apakah bapak akan bermalam diapartement atau dirumah ?."


" Diapartement Pak. Apakah Bapak dan Ibu besok akan kekantor ?."


" Iya Pak. Ya sudah Bapak hati-hati dijalan ya," pesan Kevin pada Pak Toha .


"Mas Kevin mau langsung mandi atau istirahat dulu ?," tanya Asta ketika mereka sudah berada didalam.


" Aku akan mandi dulu. Apakah kamu juga mau mandi ?."


"Mas saja duluan. Aku akan merapikan ini dulu," jawab Asta menunjuk tas bepergian mereka .


Asta baru saja selesai merapikan semua barang bawaan mereka ketika ia melihat Kevin sudah bersih sehabis mandi.


" Apanya ?."


" Merapikan barang-barangnya."


"Sudah. Mas mau bantu in aku tidak ?."


" Apa ?."


" Tolong simpan tas ini kelemari dan baju-baju kotor tolong masukan kedalam keranjang !."


"Kamu mau ngapain ?."


" Aku mau mandi dulu Mas, sudah panas rasanya ."


"Ya sudah. Kamu mandi dulu biar Mas rapikan !."

__ADS_1


"Terima kasih Mas."


Asta segera meninggalkan Kevin dan ia segera masuk kamar mandi.


" Benar tidak ya kalau Mas Kevin mau mengerjakannya?. Ya sudah lah, kalau tidak nanti selesai mandi akan aku lanjutkan ," kata Asta pelan sambil melepaskan pakaiannya.


Kevin merapikan serta menyimpan tas bepergian mereka kemudian memasukan pakaian kotor kedalam keranjang tanpa banyak bicara.


Semuanya sudah kembali rapi dan ia memandang semuanya dengan senyum masam.


" Astaaaa. Bagaimana bisa aku melakukan pekerjaan rumah seperti ini ?. Baru kali ini ada yang bisa menyuruh ku melakukan semua ini ."katanya pelan.


Setelah semuanya rapi. Kevin turun kedapur untuk mengambil minuman. Dilihatnya isi kulkas sudah kembali penuh.


" Siapa yang mengisinya ?," tanya Kevin pada dirinya . Setaunya Asta sudah mengosongkan kulkas ketika akan pergi waktu itu.


"Aku yang meminta Amanda belanja Mas. Lalu Pak Toha menyimpan dan mengatur semuanya,"


Asta sudah selesai mandi. Wajahnya terlihat segar dan rambutnya yang panjang masih terlihat agak basah.


" Kamu tidak mengeringkan rambut ?."


" Tidak. Aku ingin kering sendiri. Jadi rasanya masih segar."


" Bagaimana kalau masuk angin ?."


" Tidak lah. Mas Kevin mau makan ? Aku tadi sudah pesan makanan."


"Okey . Aku nanti mau istirahat. Rasanya lelah sekali ."


"Lelah ?."


" Iya lelah. Kamu pikir tidak lelah memikirkan bagaimana caranya agar kamu mau bicara denganku seperti ini lagi ?."


"Hemmmm. Ayolah kita makan."


Kevin menatap Asta yang sedang mengambil makanan dengan heran.


" Kenapa Mas ?."

__ADS_1


"Kamu. Aku sama sekali belum mengerti dengan sifat dan sikap mu ."


"Masih banyak waktu untuk mengerti semuanya ," jawab Asta tersenyum.


__ADS_2