
Dalam perjalanan pulang Balqis lebih banyak diam membuat Asta penasaran.
" Alvaro keren ya ?," tanya Asta sambil melirik Keponakannya yang duduk disebelahnya .
" Keren sekaligus nyebelin." jawab Balqis jengkel membuat Asta tertawa.
" Kok bisa begitu ?."
" Bisa aja Tante. Kaka disekolah kan ikut kegiatan taekwondo, eh masa dibilang cewek kekar." katanya kesal.
" Nanti ajak Tante Sisil untuk menemui Alva, jadi dia tahu seperti apa cewek kekar." kata Asta tertawa.
" Tapi Tante Sisil juga tidak kekar tubuhnya ."
" Ya memang. Karena badan kekar itu bukan karena belajar bela diri. Lagipula Kaka sudah lama ikut beladiri bukan ?."
" Iya. Kaka sudah belajar beladiri ketika masih sekolah di Malang."
" Mungkin Alva suka sama Kaka, tapi caranya menarik perhatian seperti itu. Tante yakin sikapnya sama teman Kaka yang ikut beladiri disekolah berbeda. Benar tidak ?."
" Kaka tidak perhatiin Tante. Pokoknya ga suka aja sama sikapnya dia," jawab Balqis.
Asta memperhatikan keponakannya dengan tersenyum.
" Anak ini tubuhnya saja yang besar dan tinggi, tapi tidak bisa menilai mana yang mempunyai rasa suka atau tidak, dia samasekali tidak tahu. Tapi dari usianya sendiri memang masih muda, bahkan baru hari ini dia mengalami menstruasi," kata Asta dalam hati.
__ADS_1
" Tante, kalau ada temen Kaka yang mau main kerumah boleh tidak ?," tanya Balqis tiba-tiba.
" Boleh, kenapa tidak ?, Tante lebih suka kalau teman Kaka yang datang kerumah," jawab Asta.
" Tante sama aja seperti Mama. Teman boleh main, tapi anaknya sendiri ga boleh main kerumah teman," ucap Balqis setengah mengeluh.
" Karena Tante sayang Kaka," jawab Asta tertawa.
" Kaka tahun baru mau liburan kemana ?, Mama sama Papa punya rencana tindak ?," tanya Asta tiba-tiba.
" Ga tahu Tante, Tante mau keluar negeri ya ?, Kaka mau ikut dong Tante ?," ucap Balqis cepat.
" Tante belum ada rencana sih, hanya saja tahun kemarin Kaka liburan sama Papa dan Mama, nah rencananya kita mau ajak Kaka keluar. Tapi ya tergantung Om juga , mau liburan diluar atau tidak." jawab Asta dan tiba-tiba ia ingat mengenai permintaan Kevin yang mengajaknya keluar malam ini.
" Sebentar Tante telepon Tante Sisil dulu ya !," katanya cepat dan ia langsung mengeluarkan handphone nya untuk menghubungi Sisil.
" Waalaikum salam.., ya sayang ada apa ?," kata Sisil.
" Mba, malam ini ada acara ga ?, Mas Kevin ngajak aku keluar ," tanya Asta malu-malu.
" Hem, ya sudah Mba akan kerumah sama anak-anak. Kamu tidak membawa Zach dan Balqis bukan ?."
" Karena aku tidak membawa mereka makanya aku minta tolong sama Mba Sisil."
" Berapa lama ?."
__ADS_1
" Besok siang atau sore kita sudah kembali kerumah kok Mba."
" Kalian mau bulan madu lagi ya ?," goda Sisil.
" Ga tau, Mas Kevin hanya ngajak keluar saja." jawab Asta.
" Ya sudah, nanti sore kita akan datang kerumah kalian. Asta ini Mas Rizky mau bicara denganmu !," ucap Sisil dan ia menyerahnya handphonenya pada Rizky.
" Halo Asta, kamu dimana ?, apakah ada Kevin di sampingmu ?," tanya Rizky.
" Tidak Kak, aku sedang di mobil bersama Balqis dan Ivan. Ada apa ?."
" Kaka sudah melakukan apa yang kamu mau. Dan Kaka sudah mendapatkan hasilnya , saran Kaka hentikan semua rencana dan keinginan mu untuk mengadopsi Mayang."
"Mengapa begitu ?."
" Kaka yakin kamu tidak akan percaya bila membaca laporan mengenai Mayang ."
" Aku tidak mengerti Kak."
" Begini saja. Mayang tidak se polos dan se lugu seperti yang terlihat. Banyak hal mengenai tingkah lakunya yang tidak sesuai untuk anak seusianya. Kalau kamu ingin membantunya, tidak perlu melalui adopsi. Kamu bisa menjadi donatur yayasan tersebut dan menurut Kaka hal tersebut lebih baik."
" Baiklah Kak, aku tidak akan memaksakan kehendak dan akan mengikuti saran Kaka."
" Baiklah, saran Kaka sebaiknya kamu jangan mencari masalah baru dalam rumah tanggamu yang sudah berjalan dengan damai dan tenteram dengan mengadopsi Mayang. Biarkan Mayang tinggal di panti bersama yang lainnya."
__ADS_1
" Baiklah."
Asta segera memutuskan pembicaraan dengan Rizky dan ia hanya diam memperhatikan jalan melalui jendela disampingnya.