Izinkan Aku Membenci

Izinkan Aku Membenci
Episode 87.


__ADS_3

" Asta... boleh aku masuk ?," tanya Sisil dari balik pintu kamar.


" Masuk saja Mba !," jawab Asta.


Sisil membuka pintu kamar adik iparnya dan ia melihat Asta berdiri dekat jendela memandang keluar.


" Apa yang kamu lihat ?," tanya Sisil berdiri disampingnya.


" Hanya ruang kosong yang tidak terhalang oleh tembok tinggi yang dapat membatasi gerak angin dan cahaya matahari," jawabnya pelan.


" Apakah kamu ingin di umpama kan sebagai angin yang dapat bergerak bebas diruang terbuka ?."


" Tidak Mba, aku tahu semuanya ada konsekuensi yang harus aku terima. Seperti angin itu, dia dapat bergerak bebas , tetapi dia sebenarnya tidak bebas karena diikuti oleh debu, plastik dan daun kering yang ikut bersamanya," jawab Asta membuat Sisil menatapnya tersenyum.


" Kamu tahu, kadang aku merasa bicara denganmu harus mempunyai ekstra pengetahuan apa pun namanya yang aku tidak mengerti," kata Sisil tertawa kecil.


" Bagaimana dibawah tadi Mba ?," tanya Asta sambil melangkah ke sofa yang berada dikamar.


" Mereka menyetujui permintaan mu. Lukas dan Amelia sebagai asisten mu. Mereka mewakili dirimu dalam bekerja bersama Derry. Hanya keadaan urgensi yang bisa membuatmu hadir secara terbuka, sisanya kami semua yang mengawasinya. Kevin bertanggung jawab secara penuh dalam pekerjaan yang berhubungan dengan kerjasamanya dengan Kurien tetapi harus dengan persetujuan mu. Sementara untuk pengawalan dirimu, aku dan Mas Rizky akan bergantian menemani dirimu."


" Bagaimana dengan anak-anak?, aku tidak mau mereka diabaikan."


" Tidak, apakah kamu tidak mendengar apa yang aku katakan, kami akan menemani dirimu secara bergantian." jawab Sisil tertawa membuat Asta ikut tertawa menyadari dirinya yang tidak memperhatikan kata-kata Sisil.


" Ayolah kita kebawah. Mba tadi bawa makanan dari Mba Dini. Kamu belum makan bukan?," kata Sisil seraya berjalan menuju pintu, berharap Asta mengikutinya.


" Ayolah...!," jawab Asta mengikuti Sisil keluar kamar.

__ADS_1


Kevin berada di dapur sementara Krisworo dan Rizky duduk didepan minibar mengawasi Kevin yang sibuk menyiapkan makanan.


" Aku tidak tahu kalau kamu piawai di dapur ?, aku pikir kamu hanya pintar mengelola perusahaan dan menghasilkan uang saja." ucap Sisil membuat Kevin tertawa.


" Sama seperti hal nya aku tidak mengira bahwa Mba Sisil yang terlihat luwes ternyata pandai bertarung," jawab Kevin membuat Sisil mengerutkan alisnya.


" Darimana kamu tahu ?."


" Aku sudah membuka website agen penyedia bodyguard milik Mba Sisil begitu Asta mengatakannya," jawab Kevin dengan tatapan kagum.


" Apakah kamu tahu artinya ?," tanya Rizky menatap Sisil dengan mesra.


" Yeaah, aku tahu... Asta berada di tempat yang aman," jawab Kevin dan ia meletakan piring berisi masakan yang sudah selesai dibuatnya.


" Apakah kamu ingin sesuatu Nyonya ?," bisik Kevin mesra pada Asta yang duduk tidak jauh darinya.


" Apa saja yang dibuat oleh Mas Kevin aku akan menikmatinya," jawab Asta membuat Kakaknya saling melempar kata penuh godaan.


" Tentu saja aku akan menikmatinya," jawab Asta.


" Bukankah kalian juga sedang menikmati hasil masakan Mas Kevin ?," lanjut Asta membuat mereka semua tertawa.


" Well, harus aku akui masakan Kevin sangat lezat tidak kalah dengan Mba Dini. Kalau aku sih tidak perlu dibahas." kata Sisil tertawa ketika Rizky menatapnya dengan mata menggoda.


" Yaaa, kita sama lah Mba, yang penting bisa memasak dan dapat dinikmati." kata Asta mendukung Sisil.


" Benar. Yang penting kita bisa masak walaupun hasilnya tidak seperti chef restoran bintang 5," kata Sisil tertawa.

__ADS_1


" Kalau ingin menikmati hasil masakan chef restoran bintang 5, kita tinggal makan di restoran mereka, dan kalau tidak ada uang, ya anggap saja hasil masakan kita sebagai hidangan restoran ternama ." ujar Asta menimpali.


" Apakah aku pernah keberatan dengan masakan yang kamu buat ?," tanya Rizky dengan tatapan mesra.


" Sudah... jangan mengobral rayuan disini. Cepat selesaikan makanan kalian. Sudah mulai sore, besok siapa yang akan datang kesini menemani Asta ?," kata Krisworo menghentikan Rizky mengobral rayuan pada Sisil.


" Aku Kak, Menurut Kevin besok Asta akan berkunjung ke kantor nya untuk membahas pekerjaan bersama Derry dan ia juga ingin mengetahui laporan keuangan antara Kurien dan Wira Pratama," jawab Rizky atas pertanyaan Krisworo.


" Baiklah. Kevin, aku percaya kan keselamatan Asta padamu. Aku yakin kamu akan menjaganya selama bersamamu."


" Tentu. Kakak tidak perlu khawatir. Untuk istri dan anakku, aku akan melakukan apapun untuk melindungi nya." jawab Kevin.


Setelah Kakak mereka semua pergi, Kevin menatap Asta dengan pandangan sayu dan menggoda membuat Asta memalingkan wajah dan menatap kearah lain.


" Kenapa ?, apakah kamu tidak menyukai saat aku memandangmu ?," tanya Kevin dengan nada merayu membuat wajah Asta merona.


" Kamu sudah tahu apa jawabannya. Pandangan mu membuatku malu," jawab Asta.


" Kenapa ?."


" Karena, karena inilah aku," jawab Asta semakin gugup.


" Kamu adalah istriku, mengapa harus malu dan gugup ?."


" Mas... hentikan jangan menggodaku terus!."


" Asta, tatap aku !, mengapa kamu harus malu saat aku menatapmu ?, kita suami istri dan aku juga sudah sering melakukan sesuatu yang lebih dari memandang dan merayu mu. Tapi aku memang menyukai saat pipi mu merona." ucap Kevin mendekat.

__ADS_1


Mendengar kata-kata Kevin membuat Asta tidak berdaya, apalagi ketika ia merasakan nafas Kevin terasa hangat menyentuh wajah dan mengarah ke lehernya sehingga dirinya semakin tidak berdaya.


" Aku menyukai semua yang ada pada mu Astari Rahayu." bisik Kevin dan ia pun menutup mulut Asta dalam sebuah ciuman yang panjang dan dalam.


__ADS_2