
Kevin dan Asta sudah berada didalam pesawat jet milik perusahaan Wira Pratama.
" Apakah kamu pernah mengunjungi Portugal ?," tanya Kevin pada Astari.
" Belum pernah ."
" Tetapi kamu bisa bahasa mereka ?."
" Mba Dini selalu meminta ku untuk belajar bahasa asing selain bahasa Inggris, alasannya kita bekerja bukan hanya menggunakan bahasa Inggris saja, dan aku merasakan manfaatnya kini."
" Boleh aku tanya sesuatu?."
" Apa ?."
"Apa yang tidak bisa kamu lakukan?."
" Berpura-pura menjadi orang lain."
" Maksudmu?."
" Aku tidak bisa berpura-pura menyukai dan mengikuti semua yang kamu inginkan untuk tetap menjadi istrimu. Bila aku merasa tidak nyaman dan merasakan ancaman dalam rumah tangga ku, aku akan melawannya, dalam arti aku tidak akan bersikap lemah. Mas Kevin mengerti maksudku bukan ?."
" Aku mengerti."
" Berapa lama waktu penerbangan ke Portugal?."
" Kurang lebih 23 jam, kenapa ?."
" Aku mau tidur dulu ya Mas ?."
" Tidur lah!."
Asta segera membaringkan tubuhnya, sementara Kevin membaca berkas yang menjadi penawaran dengan pengusaha di Kota Lisbon Portugal.
Setelah melakukan penerbangan yang cukup lama, akhirnya pesawat landing di bandara Lisbon Portela Airport. Lisbon Portela Airport terletak di kota Portela de Sacavem.
__ADS_1
Dari bandara mereka menuju Corpo Santo Lisbon Historical Hotel yang berada dikota tua bersejarah di benua Eropa.
Setelah check-in mereka diantar menuju kamar yang sudah dipesan sebelumnya .
" Kamar ini sangat mewah ?," kata Asta sambil melihat sekeliling ruangan .
" Hemmmm, aku ingin memanjakan dirimu."
"Kenapa ?."
" Apakah perlu ditanyakan kenapa ?, sebagai istriku kamu berhak mendapatkan segala kemewahan yang aku miliki."
"Hemnn. Kebahagiaan tidak harus dengan kemewahan, tapi yang pasti harus dengan ketulusan dan juga keikhlasan.'
" Aku tahu ." kata Kevin sambil memeluk Asta dari belakang .
" Apakah kau tahu ?,memelukmu seperti ini aku merasakan kesenangan tersendiri ," ujarnya sambil dagunya dibahu Asta.
"Terima kasih," kata Asta sambil menyandarkan punggungnya ke dada Kevin.
" Untuk apa ?."
"Istirahat lah, nanti siang kita akan menemui Tuan Erico Duarte untuk pembahasan kerja sama yang sudah kita sepakati sebelumnya !," Kevin mengecup puncak kepala Asta dan membawanya ketempat tidur.
" Aku akan ganti pakaian dulu Mas, tidak enak rasanya panas ."
" Hemm, pakaian kotormu letakkan saja dikeranjang, nanti akan ada orang yang mengambilnya !."
" Ya. Mas Kevin tidak ganti pakaian juga ?."
" Ganti ."
Mereka sudah berganti pakaian setelah sebelumnya membersihkan diri. Asta segera membuka tas bepergian mereka dan mengeluarkan isinya lalu merapikan pakian dan meletakkannya di lemari.
Asta baru saja menutup pintu lemari ketika terdengar pintu kamar mereka diketuk, lalu Kevin menuju pintu dan membukanya.
__ADS_1
Seorang pria yang merupakan karyawan hotel memasuki kamar mereka dengan membawa kereta dorong yang berisi makanan.
" Aku sudah memesan layanan kamar, kita makan dulu sebelum istirahat. Masih ada waktu sebelum bertemu dengan Tuan Duarte."
Mereka menikmati sarapan pagi mereka yang sangat awal.
Setelah sarapan Asta menyempatkan diri untuk membuka laptop nya untuk memastikan semua pekerjaan nya sudah tersusun dengan baik.
"Asta, kemarilah !."
Kevin memanggil Asta dari tempat tidur memintanya agar berbaring di sisinya.
Setelah mematikan laptop nya Asta menghampiri Kevin yang sudah berbaring dan duduk sisinya.
Kevin memandang Asta dan menarik lengannya agar berbaring dan ia langsung memeluknya dengan erat dan menciumi wajahnya .
Asta sudah tahu kebiasaan Kevin yang selalu memberikan kemesraan yang dalam dan selalu berakhir dengan cumbuan dan permainan cinta mereka.
Kevin adalah seorang pria yang memiliki nafsu dan gairah yang tinggi , tetapi sebelum menikah ia melakukannya hanya sesekali saja dengan teman kencannya meskipun mereka tidak akan keluar kamar seharian. Tetapi dengan Asta, ia selalu mempunyai keinginan untuk bercinta dan ia sangat bahagia karena Asta dapat mengimbangi permainannya.
Setengah jam sebelum waktu pertemuan dengan Tuan Duarte mereka sudah tiba diperusahaan milik Tuan Duarte yang terletak di Rossio.
Rossio sendiri merupakan daerah terbuka yang berada di jantung kota Lisbon serta memiliki pertokoan dan perbankan yang sangat ramai.
" Selamat Siang Tuan Wiratama," sapa Tuan Duarte seraya mengulurkan tangan yang disambut dengan Kevin.
" Kami minta maaf karna meminta Tuan untuk datang ke kota dan negara kami. Tuan tentu mengerti dengan alasan kami melakukan hal tersebut. Bagaimanapun kita akan menjalin kerjasama dalam jangka waktu yang panjang , tentu Tuan memiliki pertimbangan yang lebih tinggi bila mengetahui tentang perusahaan kami dengan baik," Tuan Duarte menjelaskan mengapa pihaknya meminta Kevin berkunjung ke negara nya.
" Saya mengerti dan sangat berterima kasih karena Tuan sudah mengundang kami sehingga kami mempunyai gambaran yang sangat jelas dengan kerjasama kita ini." jawab Kevin ramah.
Setelah pembahasan dan penandatanganan kerjasama mereka berbincang ramah diluar pekerjaan.
"Apakah Anda akan lama berada di negara kami?, kami akan menyediakan pemandu wisata yang akan menunjukkan keindahan negara kami ini apabila Tuan Wiratama meluangkan waktunya ."
"Kami sangat berterima kasih Tuan Duarte, terus terang kunjungan saya kesini selain untuk kerjasama kita ini tetapi juga untuk berbulan madu," jawab Kevin.
__ADS_1
"Benarkah ?, Selamat Tuan dan Nyonya. Maaf aku tidak mengira kalau Nona Asta sudah menjadi Nyonya Wiratama. Sekali lagi maaf atas ketidak tahuan kami."
" Terima kasih Tuan Duarte."