Izinkan Aku Membenci

Izinkan Aku Membenci
Episode 47


__ADS_3

Arum memandang Asta dengan tatapan menilai.


"Apakah aku salah dengan menyarankan Asta untuk menghubungi suaminya ?, tapi aku juga tidak bisa membiarkan dia sendirian," ucap Arum dalam hati.


" Rum, apakah kamu akan disini terus ?, aku mau pulang, mau istirahat !." kata Asta sambil berjalan pergi.


" Ayolah..., kamu mau kemana ?, mau langsung pulang atau mau mampir dulu ?."


" Bagaimana kalau kita makan lesehan di Pak Eko?," tanya Asta.


" Siapa takut ?, ayolah !." kata Arum menyetujui.


Arum dan Asta meninggalkan rumah sakit RSUD Ambarawa menuju rumah makan Pak Eko.


Mereka tiba dirumah makan dan mereka segera memesan makanan.


Sambil menunggu pesanan mereka berbincang.


" Bagaimana reaksinya ?."


" Tidak terduga ."


" Maksud mu ?."


" Yea... dia langsung bertanya dimana aku tinggal. Tapi aku tidak mengerti mengapa dia mengatakan akan segera kembali ke Indonesia."


" Bagaimana aku tahu ?, memangnya dia suamiku ?," jawab Arum tertawa membuat Asta cemberut.


Mereka tidak melanjutkan pembicaraan lagi karena pesanan mereka sudah datang.

__ADS_1


Sementara itu dikantornya yang berada di Amerika, Kevin sangat gembira. Dirinya tidak menduga bahwa kabar bahagia itu akan datang dengan begitu cepatnya.


Ketika ia memutuskan untuk meninggalkan Indonesia ia merasa pesimis dan selama dua Minggu ia harus sabar menerima pesan dari Amanda yang mengatakan dirinya harus berjuang, abaikan permintaan dari Asta sampai akhirnya Amanda mengatakan jangan menyesal bila Asta menerima perhatian dari pria lain karena suaminya sangat pengecut dan tidak bisa diandalkan.


Setelah meminta Harold menyiapkan pesawat Jet perusahaan, Kevin segera menghubungi Amanda.


"Hallo Amanda ?, apa kabar mu ?."


" Apakah ini Presdir Wira Pratama Corporation n company ?," tanya Amanda heran .


" Menurut mu ?." jawab Kevin tersenyum.


" Apakah keputusan kakak sudah berubah ?, atau menghubungi ku untuk pekerjaan saja ?."


" Pekerjaan ?, bukankah sudah kamu kirimkan laporannya kemarin ?," jawab Kevin balik bertanya.


" Jadi Kakak sudah mengambil keputusan?."


" Kakak suami yqng dapat diandalkan, asalkan bisa bersikap dewasa dalam berumah tangga, ingat Kak, kakak sebagai lelaki harus bisa memberikan rasa aman buat istri,bukannya selalu bikin istri khawatir." ujar Amanda berani .


" Kamu berbicara seperti itu padaku, apakah tidak takut dipecat ?."


" Dipecat sebagai adik ?, memangnya bisa ?, aku kan sejak tadi bicara sebagai adik bukan sebagai karyawan." kata Amanda tertawa.


" Amanda, doa kan semoga Asta dapat menerima ku kembali."


" Akan aku doa kan Kak, karena aku mengharapkan kebahagiaan untuk kalian berdua."


" Terima kasih Manda."

__ADS_1


Dengan senyum penuh kebahagiaan, Kevin segera bersiap untuk meninggalkan Amerika dan kembali ke Indonesia untuk menjumpai Astari di kota Ambarawa Semarang.


Hari sudah menjelang malam, Astari terlihat bahagia ketika melihat photo hasil USG nya.


Walaupun janinnya belum terbentuk diusia kehamilannya yang baru beberapa Minggu, tetapi ia sangat bahagia, karena dirinya sempurna sebagai wanita.


Tidak ingin merasakan kebahagiaan sendiri, ia segera menghubungi Dini.


" Hallo Asta ?, bagaimana keadaan mu?, dimana kamu sekarang?,mengapa tidak pernah menghubungi kami ?,apakah kamu baik-baik saja ?,apa kamu tahu Kevin sudah kembali ke Amerika tidak lama kamu pergi ?," tanya Dini tanpa berhenti bertanya membuat Asta tertawa .


" Assalamualaikum, baru kali ini aku mendengar Mba Dini bertanya tanpa berhenti." kata Asta tersenyum.


" Waalaikum salam. Asta, sejak kamu mengirim pesan pada kami, kami semua khawatir karena tidak dapat menemukan dirimu, apalagi kamu mematikan handphone mu. Bagaimana kami tidak khawatir," ucap Dini pelan.


" Maafkan aku Mba, waktu itu aku merasa marah pada semuanya karena aku dianggap bukan siapa-siapa."


"Maafkan kami , Asta Mas Kris mau bicara denganmu."


" Nanti saja Mba, sementara ini aku hanya mau bicara dengan Mba saja. Aku hanya memberi kabar bahwa aku sehat dan aku juga sedang mengandung dengan usia kehamilan memasuki lima Minggu ."


" Benarkah ?,selamat ya sayang. Apakah kamu sudah menghubungi Kevin ?."


" Sudah Mba , dia akan kembali ke Indonesia. Tapi Asta minta Mba jangan mengatakan apapun pada Dwina . Entah mengapa aku merasa dia berada dibalik semuanya ."


" Tenanglah. Mba akan mencari tahu tentang dirinya. Lalu dimana kamu tinggal selama ini ?."


"Aku tinggal dikota yang sangat sejuk, dimana terdapat Kereta Api uap yang bersejarah." jawab Asta.


" Maksud mu ?."

__ADS_1


" Aku tutup ya Mba, Assalamualaikum."


" Waalaikum salam." jawab Dini.


__ADS_2