
Asta mengikuti langkah Kevin karena tangannya berada dalam genggaman pria itu.
Asta melihat semua orang memperhatikan dirinya tidak terkecuali para kepala bagian lainnya.
" Entah siapa yang pintar diantara mereka berdua ?," Krisna berbicara pelan pada Irwan yang berada didepannya .
"Yang jelas kita berharap semoga ltidak dalam waktu dekat ini ," jawab Irwan pelan.
" Maksudmu ?,"
" Bila mereka menjalin hubungan apakah tidak mungkin kita harus segera mencari sekretaris baru yang benar-benar harus sesuai dengan apa yang dimau pak Kevin," jawab Irwan membuat yang lainnya tersenyum kecut.
" Dan, jujur aku merasa ketenangan yang luar biasa selama 6 bulan ini, tidak ada permintaan sekretaris baru untuk pak Kevin," ujar Derry ikut bicara.
Kevin dan Asta mendapatkan tempat yang istimewa untuk menikmati makan siang mereka .
" Apa yang kamu makan ?," tanya Kevin ketika melihat isi piring Asta.
" Bapak kan bisa lihat apa yang saya ambil, jadi sudah pasti itu yang saya makan ," jawab Asta tersenyum manis tapi menurut Kevin lebih mirip mengejek.
" Pantas saja badanmu tipis seperti itu, bagaimana mau punya pacar, tubuh tinggi tapi tipis sudah seperti ...."
" Apa ?," Asta merasa jengkel dengan perkataan Kevin yang sengaja tidak diteruskan.
" Kamu tahu yang namanya jarum ?, nah seperti itulah kamu tinggi, tipis, keras dan tajam ," Kevin memberikan perumpamaan untuk Asta.
" Terserahlah ."
" Tidak membantah ?, kau tau ini adalah kesempatan untukmu karna sekarang peranmu adalah calon istriku ."
" Dengan kata lain aku bisa melakukan apapun ?,"
Asta mendekatkan wajahnya ke arah Kevin membuat pria itu meliriknya jahil.
" Ga usah mikir macam-macam pak ," kata Asta membuat Kevin tertawa dengan keras, dia lupa bahwa mereka berada dikantin perusahaan dimana semua karyawan berkumpul .
" Astaga Manda, kamu lihat betapa bahagianya Pak Kevin ?," Tiwi merasa iri melihat pasangan yang menjadi perhatian.
" Hemm, kekasih Pak Kevin benar-benar membawa angin surga," Diana menimpali, " Kamu tidak mengatakan apa-apa Manda ?."
" Untuk ?."
" Mereka ?."
" Aku hanya berharap semoga mereka selalu diberikan kebahagiaan dan kerukunan," jawab Amanda.
" Kalian masih lama tidak ?," tanya Amanda karna jam istirahat tersisa lima menit lagi .
" Tidak, sebentar aku ke toilet dulu ya," kata Diana .
__ADS_1
Asta sudah menyelesaikan makan siangnya sementara Kevin masih menikmati es jeruknya .
" Bapak sepertinya suka sekali dengan air jeruk ?," Asta memperhatikan Kevin yang sedang minum.
" Kenapa ?."
" Tidak apa-apa, saya pernah melihat di infotaintment pengusaha itu biasanya menyimpan minuman beralkohol dirumahnya bahkan tanpa sungkan memesannya ditempat umum, sedangkan Bapak yang ada di kulkas lebih banyak minuman sari jeruk."
" Bukankah lebih sehat ?."
" Hemm, Bapak masih lama tidak ?."
" Tidak, ayo kita kembali !."
Mereka kembali ke ruangan tempat mereka bekerja dengan pikiran masing-masing.
" Asta, aku minta kamu telpon Carissa, katakan padanya aku menginginkan informas pemakaian bahan baku untuk pemakaian furniture nya !" ucap Kevin sebelum memasuki ruangannya.
" Baik Pak."
Asta menghubungi Carissa melalui nomor handphone yang dia berikan saat pertemuan kemarin.
" Manda, nanti kalau ada email masuk dari Carissa Furniture langsung di print ya !," ujar Asta pada Amanda.
" Okey," jawab Amanda.
Asta sedang memeriksa laporan keuangan dari Derry yang baru masuk sesuai data pegawai dari Irwan.
" Baik Bu, apakah harus hari ini ?," Derry melihat jam tangannya.
" Kalau bisa hari ini saya rasa lebih bagus Pak, jadi saya menyusunnya lebih cepat."
" Saya akan kirimkan segera Bu ."
Derry sebenarnya sudah mulai terbiasa menghadapi irama kerja Asta yang semuanya serba cepat, tetapi dibawahnya terkadang masih lambat untuk memberikan laporan.
" Diana, apakah kamu sudah menerima laporan dari perumahan ?," tanya Derry pada sekretaris nya.
" Belum pak, tadi saya sudah hubungi menurut mereka besok siang akan dikirimkan ."
" Katakan harus hari ini, pusat sudah minta laporannya !."
"Baik Pak."
Sejak Asta menjadi sekretaris Kevin mereka harus bekerja dengan lebih cepat dan harus selesai sebelum waktu deadline karna Asta pasti akan meminta laporannya . Sebelumnya mereka akan memberikan laporan sehari sebelum nya, tetapi Asta merubah semuanya. Kini dengan posisi Asta yang kemungkinan besar akan menjadi istri Presdir maka mereka harus lebih giat lagi.
" Pak Derry, mereka akan tetap memberikan laporannya besok siang, karna deadline baru lusa ."
" Sambungkan kepada mereka !," ujar Derry dengan tajam. Derry merasa aneh mengapa mereka selalu bertindak semaunya , seolah-olah mereka lah yang menjadi orang terpenting dalam keuangan.
__ADS_1
" Selamat siang Pak Andi, Pak Derry akan bicara ."
Derry menerima gagang pesawat telpon dari Diana, " Hallo Pak Andi, saya minta laporan keuangan dari divisi perumahan dikirim hari ini !."
" Wah tidak bisa mendadak seperti itu Pak Derry, kita ini manusia yang punya keterbatasan dalam bekerja, tidak bisa bapak minta hari ini, hari ini juga harus ada ," jawab Andi dengan suaranya yang arogan.
" Boleh saya tahu alasannya ?."
" Karna deadline membuat laporan itu masih lusa pak ."
"Pak Andi deadline nya memang besok, apakah kami tidak harus periksa lagi," Derry berusaha sabar menghadapi Andi, karena masih kerabat dari Kevin.
" Mengapa harus diperiksa lagi, kami tidak pernah membuat kesalahan ."
" Pak Andi,kami selalu melaporkan keuangan disaat terakhir hingga kami dikenal tidak mampu bekerja , dan ini semua karna bagian Bapak. Kalau bapak tidak bisa mengirim hari ini, maka kami menganggap penjualan kosong.Selamat siang ."
Derry benar-benar tidak mengerti dengan Andi yang selalu menganggap remeh mereka. Baginya laporan itu hanya formalitas karna Kevin tidak akan pernah menegurnya sebab dirinya adalah adik dari istri ayahnya dengan kata lain Andi adalah adik dari ibu tiri Kevin.
" Selamat siang Bu Astari, saya Pak Derry. Untuk laporan divisi perumahan baru besok siang dikirimkan, jadi dari bagian kami hanya tertinggal satu saja."
" Bukankah besok siang sudah harus dilaporkan ke Pak Kevin ?, lalu kapan kita bisa diperiksa laporannya Pak?,"
" Itulah yang selalu menjadi kelemahan kami Bu."
" Apakah perlu saya katakan pada Pak Kevin ?, karena sungguh tidak adil buat kalian."
" Saya serahkan pada ibu bagaimana baiknya, tetapi Pak Andi adalah adik dari Nyonya Yunita ."
" Dan siapakah Nyonya Yunita itu Pak ?."
" Nyonya Yunita adalah ibu tiri Pak Kevin ."
" Baiklah Pak Derry akan saya sampaikan hasilnya setelah saya bicara dengan Pak Kevin."
Asta menutup telponnya dan memandang Amanda dengan pandangan bertanya .
" Ada apa Asta ?," tanya Amanda.
" Bagaimana hubungan Pak Kevin dengan Ibu Yunita ?."
" Ibu Yunita, ada apa dengannya?."
" Sepertinya ada yang perlu aku bicarakan dengan Pak Kevin. Jadi bagaimana ?."
"Aku tidak tahu, hanya saja aku pernah mendengar hubungan mereka kirang baik, masalahnya dimana aku tidak tahu ."
" Baiklah, aku akan membicarakan dengan Pak Kevin saat pulang nanti," ujar Asta membuat Amanda tersenyum menggoda.
" Kenapa, mau ikut ?."
__ADS_1
"Terima kasih, aku lebih memilih pulang bersama kekasih ku," jawab Amanda tertawa.