Izinkan Aku Membenci

Izinkan Aku Membenci
Episode 69


__ADS_3

Kevin kembali kekantor dan ia sedang berjalan ke arah lobby karena melihat keramaian yang sedang terjadi, sementara ditempat resepsionis terlihat seorang pria asing yang sedang menanyakan sesuatu pada resepsionis yang bekerja.


Rupanya keramaian yang terjadi karena Keanu yang kembali berulah. Kevin merasa kesabarannya sudah habis dan ia segera menelepon polisi agar membantu mengatasinya.


" Keanu. Aku sekarang ada disini. Sebaiknya kita bicarakan apa yang kamu inginkan secara pribadi. Sekarang ikut denganku !," ucap Kevin dengan nada tajam.


" Ikut denganmu dan bicarakan secara pribadi ?, Enak sekali kamu bicara !. Aku sudah lama ingin bertemu denganmu terapi tidak pernah direspon dan pada saat kamu datang kamu ingin bicara secara pribadi ?, sekarang bukan waktunya untuk bicara secara pribadi. Aku ingin mereka semua tahu akan ketidak adilan yang kami terima selama ini !."


" Kami ?, siapa yang termasuk kami ?," tanya Kevin dengan mengejek.


" Kami semua..." ucap beberapa orang dari arah belakang Keanu dan muncullah Yunita, Andi, Clara ,Monica dan juga Dwina membuat Kevin tertawa dengan keras.


" Apakah kalian tahu ?, kehadiran kalian disini seperti menyerahkan diri kalian sendiri ?, baiklah... apa ketidakadilan yang kalian terima. Sepertinya percuma bila kita bicara secara pribadi bukan ?," ucap Kevin tajam dan juga memandang rendah mereka semua.

__ADS_1


" Tapi sayang sekali, aku tidak mempunyai waktu banyak. Sebelum kalian bicara aku akan katakan tentang kalian lebih dulu agar yang hadir disini mendengar semuanya jadi mereka bisa menilai apakah kalian mendapat ketidakadilan atau justru aku yang menjadi korban." ujar Kevin dengan suaranya yang tiba-tiba terdengar kencang.


" Dwina... Aku tidak mengenalnya selain sebagai Kakak yang bertanggung jawab dari seorang yang merasa diabaikan oleh istriku karena rasa suka dan tertariknya tidak dibalas oleh Istriku hingga menaruh dendam dan selalu berusaha menghancurkan kebahagiaan istriku bahkan sebelum kami menikah. Lalu Monica dan Clara. Mantan wanita yang pernah menjadi teman tidurku pada saat aku belum menikah. Aku selalu memberikan semua yang mereka inginkan selama mereka bersamaku. Dan Monica bahkan pernah mencoba menjebak diriku dengan mengatakan kalau dirinya hamil, dan aku beruntung saat itu ada yang memberikan bukti bahwa dia bohong, apakah aku harus mengatakan pada mereka apa buktinya ?, Kemudian Andi... orang yang telah mengambil keuntungan sangat besar dariku karena ia sudah menjadi pegawai ilegal dan ya, dia sudah mendapatkan sanksi nya secara hukum. Lalu Yunita... mantan tunangan ku yang meninggalkan diriku tepat satu hari sebelum kami melakukan akad nikah dan kalian tahu semua pada akhirnya ia menjadi istri ayahku. Dan terakhir Keanu... Sebenarnya aku ingin kita membahasnya secara pribadi tetapi kau tidak menginginkan. Keanu adalah anak dari Ayahku dan aku baru mengenalnya saat ia dibawa ke rumah keluarga kami pada usia 7 tahun. Aku tidak tahu apa yang terjadi sebelumnya dengan mereka yaitu ibu dan anaknya, yang aku ketahui mereka menjadi orang yang sama sekali tidak tahu berterima kasih, Keanu selalu mengecewakan ibu ku yang mencoba menjadi ibu yang baik untuknya. Dan aku sudah berniat melaporkan ke polisi ketika mengetahui bahwa kecelakaan yang dialami ibu ku hingga beliau meninggal adalah atas rencana mereka ibu dan anak. Aku tidak ingin mendengar suara Keanu maupun berita tentang dirinya termasuk ketika Ayahku memberikan sebagian kekayaan nya pada orang yang telah menyebabkan kematian ibuku. Jadi katakan padaku dimana ketidak adilan nya?, bukankah aku adalah orang yang sangat dirugikan oleh kalian ?," Kevin menatap satu persatu orang-orang yang selama ini membuat keributan dan mencari masalah dikantornya.


" Dwina, aku tidak tahu apa kepentingan mu disini. Sebenarnya aku ingin melaporkan perbuatan mu pada polisi atas menyebarnya photo yang kamu dan Keanu buat. Jadi apakah aku harus melakukan nya ?," tanya Kevin mengancam.


" Aku,-


" Aku pergi Keanu... aku tidak ingin terlibat lebih jauh lagi..." ucap Dwina dan ia segera meninggalkan lobby diikuti suara ramai mereka yang berada di lobby.


Kevin menatap mereka bertiga dengan penuh amarah juga kebencian yang sangat dalam.


" Aku benar-benar tidak mengira kalian begitu memalukan dan juga hina dengan melakukan semua ini. Aku sudah memberi kalian waktu untuk menghentikan semuanya, tetapi kalian tetap melakukan nya. Apakah hukuman yang aku berikan masih kurang ?," ucap Kevin.

__ADS_1


" Bukan untuk kami, Aku cukup menderita harus berada dalam tahanan polisi meskipun itu hanya beberapa hari dan kini kamu harus menerimanya Kevin Wiratama..." ucap Andi pada Kevin dan diikuti dengan gerakan Andi yang mengeluarkan senjata dari balik bajunya membuat mereka semua terkejut.


Andi menembakan senjatanya tepat di dada Kevin dalam jarak dekat membuat Kevin jatuh tersungkur dan tiba-tiba Andi tidak sadar karena dari arah belakang nya ada yang memukul nya dengan keras dan pria itu segera menghampiri tubuh Kevin yang sudah bersimbah darah.


Polisi segera mengamankan Andi dan membawa Kevin ke rumah sakit didampingi oleh pria asing yang tidak bersedia melepaskan tubuh Kevin.


" Akhirnya aku dapat bertemu denganmu lagi Nik. Aku mohon kamu bersedia menjaga Istri dan anakku yang masih berada dalam kandungan. Maafkan aku yang selalu meminta pertolongan padamu ."


" Diam Kevin. Jangan banyak bicara. Kamu akan selamat," ucap pria asing yang dipanggil Nik.


" Aku akan diam kalau kamu bersedia menerima tanggung jawab yang kuberikan Nik." ucap Kevin dengan suara yang semakin lemah.


" Baiklah. Sekarang diam dan cobalah untuk bertahan. Aku mengenai mu sebagai pria kuat. Jadi sekarang buktikan bahwa kamu lelaki kuat dan mampu bertahan !," perintahnya pada Nik

__ADS_1


Sementara itu Keanu dan Yunita hilang kesadaran, mereka hanya mampu berdiri kaku tidak mampu melakukan apapun sampai akhirnya mereka semua diamankan polisi dan dalam sekejap didalam gedung terjadi kehebohan yang luar biasa.


__ADS_2