Izinkan Aku Membenci

Izinkan Aku Membenci
Episode 41


__ADS_3

Asta keluar dari kamar hotelnya dan menuju restoran untuk makan siang.


Disela-sela makan siangnya ia mengirim pesan pada Arum temannya yang tinggal dikota Ambarawa sebelum menelpon nya.


"Assalamualaikum, apa kabar ?."


" waalaikum salam... Alhamdulillah baik. Tumben, lagi dimana nih ?."


" Aku di Semarang. Sedang sibuk tidak ?."


" Biasa Bu, hari libur begini giliran rumah yang dapat perhatian khusus, hey kenapa tidak main kesini, ketempat aku di Ambarawa ?."


"Aku memang sengaja hubungi kamu mau minta rekomendasi penginapan yang nyaman dan juga enak untuk menyepi."


" Astari, kamu baik-baik saja kan ?," tanya Arum berubah serius.


"Aku lagi butuh sendiri Rum. Kamu bisa bantu aku cari penginapan seperti yang aku bilang tadi?."


"Disini sih banyak Ta, bagaimana kalau aku minta adikku untuk menjemput mu ?, Kamu menginap dimana ?."


"Aku menginap di MG.Suites. Tidak perlu repot Rum, aku bisa naik taxi kesana, kamu berikan saja alamatnya."


" Serius kamu tidak mau dijemput?."


"Serius."


" Astari, aku sudah mengirimkan alamat hotel Crown Guest house padamu. Aku akan menemui dirimu begitu kamu tiba. Atau aku pesankan dulu atas namaku ?."

__ADS_1


"Begitu juga bagus."


" Baiklah. Aku akan memesannya dengan namaku."


" Arum , terima kasih."


" Sudahlah. Kamu beri kabar saja kalau kamu mau berangkat ."


" Okey, sekali lagi terima kasih ya."


Asta segera menyelesaikan makan siangnya dan ia kembali ke kamarnya untuk melakukan check out.


Kurang lebih satu jam perjalanan Asta tiba di penginapan yang ditunjukan oleh Arum, dan begitu turun dari mobil Arum menghampiri dirinya.


"Astari ?," sapa Arum seraya memeluk temannya.


"Ayo masuk, aku sudah dapat kamar untuk mu!."


Arum dan Astari awalnya saling mengenal melalui sosial media, lalu berlanjut dengan pertemuan dan sejak perkenalan mereka, mereka sudah bertemu lebih dari lima kali.


" Rum ?, apa kamu akan pergi dalam waktu dekat ini ?," tanya Asta, karena ia tahu Arum seringkali melakukan perjalanan keluar kota bahkan keluar negeri sesuai dengan pekerjaan nya sebagai peneliti.


"Saat ini belum. Mungkin baru bulan depan aku pergi lagi, tapi itupun ke Makasar. Asta, kapan kamu tiba di Semarang ?."


" Tadi pagi ."


"Apa ?, baru tadi pagi ?, Apakah kamu mau cerita sesuatu?."tanya Arum sambil duduk didepan Asta.

__ADS_1


Dengan penuh rasa kecewa yang berusaha ia tahan, ia menceritakan tentang kejadian semalam.


"Suami mu bersikap seperti itu tanpa mendengarkan penjelasan lagi ?, bagaimana mungkin bisa bersikap kekanakan begitu ?, bukankah usia suamimu umurnya sama dengan Mas Rizky ?."


"Usia tidak menjamin untuk seseorang menjadi dewasa." jawab Asta tersenyum.


" Lalu apa rencanamu ?."


" Aku ingin menjauh. Kalau memang Mas Kevin adalah jodohku maka kami mungkin bisa bersama lagi, tetapi bila tidak aku tidak akan menyesalinya. Mungkin ini yang terbaik buat kami."


" Asta, apakah kamu sudah memberi kabar pada keluargamu ?,"


" Belum. Aku belum siap menjelaskan pada Mereka. Aku ingin Mas Kevin yang menjelaskan pada keluarga ku, karena dialah yang meminta ku pergi."


" Lalu apa yang akan kamu lakukan?."


" Aku ingin menetap disini. Untuk sementara aku ingin menjauh. Apakah kamu mempunyai informasi tentang rumah yang akan dijual. Tidak perlu besar yang penting tempatnya tenang ."


" Apakah kamu mau tinggal di perumahan ?, kebetulan aku tinggal di cluster perumahan dekat Pandean. Kalau tidak salah masih ada beberapa yang tersisa. Aku akan telepon marketing nya ." jawab Arum.


Setelah menghubungi marketing , wajah Asta sangat gembira .


Arum segera menghubungi marketing perumahan tempat dia tinggal juga.


Alhamdulillah ternyata masih tersisa 5 cluster lagi, apakah kamu mau melihatnya besok ?."


"Bagaimana kalau hari ini saja ?, aku yakin kamu besok mempunyai kesibukan sendiri ."

__ADS_1


__ADS_2