Izinkan Aku Membenci

Izinkan Aku Membenci
Episode 58.


__ADS_3

Sore itu Bandara Ahmad Yani lumayan ramai. Kevin dan Asta sudah berada diruang tunggu, mereka sengaja berangkat ke Jakarta menggunakan pesawat komersil karena pesawat Wira Pratama sedang dipersiapkan untuk Kevin pada saat melakukan perjalanan jauh menuju Amerika.


Terdengar suara pemberitahuan bahwa para penumpang pesawat Garuda untuk keberangkatan jam 4 sore agar memasuki pesawat.


" Benarkah tidak masalah dengan kandungan mu ?."


" Mudah-mudahan tidak Mas," jawab Asta menenangkan Kevin.


Kevin tampak sangat khawatir dengan keadaan Asta yang tengah hamil muda dan harus naik pesawat.


" Mas Kevin, keadaanku baik-baik saja. Aku tidak merasa mual bahkan kamu tadi sudah mendengar apa kata Dokter bukan ?."


" Baiklah ," jawab Kevin.


Pesawat Garuda yang membawa penumpang dari Semarang menuju Jakarta telah take off tanpa hambatan.


Kevin meraih tangan Asta dan mencium punggung tangannya dengan penuh kelembutan membuat Asta tersenyum manis.


" Kamu tahu, aku masih tidak percaya kalau kamu bersedia kembali ke Jakarta dan kita kembali bersama ."


" Maafkan aku ya Mas."


" Untuk apa ?."


".Untuk tindakan ku yang meninggalkan mu," jawab Asta seraya menyandarkan kepalanya pada bahu Kevin.


" Kita belajar bersama sayang ," bisik Kevin.


Mendengar ucapan Kevin membuat Asta mengangkat kepalanya dan memandangnya dengan rasa tidak percaya .


"Istirahat lah !," pinta Kevin dan ia meraih kepala Asta agar kembali menyandar padanya .

__ADS_1


" Mas, kita langsung ke rumah Mama bukan?," tanya Asta ketika mereka sudah tiba di bandara Halim Perdanakusuma.


"Iya. Bukankah kamu sudah menghubungi Mama ?," tanya Kevin seraya merangkul bahu Asta.


"Iya."


" Ada apa ?," tanya Kevin ketika mereka sudah berada diluar dan menunggu Pak Toha.


" Tidak apa-apa, aku pikir kita akan mampir ke apartemen dulu."


"Tidak. Kita akan bermalam dirumah Mama," jawab Kevin dan ia melihat Pak Toha berjalan menghampiri mereka.


" Selamat sore Bapak, Ibu. Maaf saya terlambat." sapa Pak Toha.


"Hanya sebentar kok Pak." jawab Asta tersenyum.


Mereka segera menuju tempat parkir dimana mobil yang dikemudikan Pak Toha berada.


"Baik Pak."


Perjalanan ke Bekasi pada hari Senin saat jam pulang kerja memakan waktu yang cukup lama meskipun dari Bandara Halim tinggal separuh jalan.


Asta duduk menyandar pada bahu Kevin dan tiba-tiba ia merasa sangat mual membuat Kevin panik dan meminta Pak Toha berhenti dibahu jalan.


" Asta, ada apa ?, apakah kita perlu kerumah sakit ?," tanya Kevin panik.


" Tidak perlu, Pak Toha, tolong buang pengharum mobilnya, perut saya mual sekali." pinta Asta seraya membuka kaca mobil.


Dengan cepat Pak Toha melepaskan pengharum mobil yang beraroma lavender serta menurunkan semua kaca mobil agar udara didalam.mobil keluar.


"Apakah kamu benar tidak apa-apa sayang ?."

__ADS_1


"Iya Mas aku tidak apa-apa. Mas, bisa tidak kita keluar tol, aku ingin sekali minum juice Strawberry," pinta Asta membuat Kevin tersenyum.


" Tentu. Pak Toha kita keluar tol dan cari restoran atau cafe yang menyediakan juice strawberry !."


" Cari di penjual yang terdekat saja Pak Toha.Ga usah ke restoran !," kata Asta mulai merasa mual lagi.


" Baik Bu." kata Pak Toha.


Pak Toha segera melihat ke pinggir jalan dimana biasanya ada penjual juice.


Setelah melihat penjual juice yang berada didepan minimarket, Pak Toha segera berbelok dan memarkir mobilnya.


Dengan cepat Kevin segera memesan juice strawberry seperti yang diminta oleh Asta.


" Sayang ... ini juice nya. Minumlah !," kata Kevin memberikan gelas plastik yang berisi juice pesanan Asta.


"Terima kasih Mas." kata Asta tersenyum senang.


" Pak Toha, bisa masuk ke minimarket itu tidak ?, tolong belikan pengharum mobil yang beraroma mint dan juga Yogurt rasa berry ya !," kata Asta membuat Kevin tertawa kecil.


Pak Toha sudah kembali dengan membawa yogurt rasa berry dan ia memasang pengharum mobil dengan wangi mint.


" Apakah kita bisa melanjutkan perjalanan kembali ?," tanya Kevin seraya merangkul Asta dengan lembut.


Asta menyandarkan tubuhnya pada Kevin dan sesekali ia menyesap juice strawberry nya.


"Mas, mulai malam ini aku tidak mau kamu meminum sari jeruk seperti yang biasa kamu lakukan. Aku maunya kamu menemaniku minum juice strawberry."ucap Asta pelan sambil menyusupkan wajahnya pada dada Kevin dan mencium aroma tubuh suaminya.


"Iya, aku hanya akan menemanimu minum juice strawberry bukan minuman yang lainnya ," ujar Kevin mengeratkan pelukannya.


Tidak berapa lama kemudian mereka sudah tiba dirumah keluarga Asta dan terlihat banyak orang yang rupanya sudah menunggu kedatangan Asta dan Kevin.

__ADS_1


__ADS_2