
Pedro menatap Krisworo tidak percaya, bagaimana mungkin pria yang memakai seragam perwira itu bisa begitu cepat menemukan orang yang dicarinya, hanya dalam hitungan menit.
" Anda tidak berbohong bukan ?."
" Tidak. Tentu saja aku tidak berbohong, karena gadis yang kalian cari adalah adikku sendiri dan juga istri dari Kevin, sahabat dari Tuan Andreakis yang baru menerima jantungnya." ucap Kevin pelan .
" Bagaimana mungkin ?, Tuan Krisworo, bisakah saya meminta izin agar Nona Astari melihat jenazah Tuan Andreakis ?, walaupun sampai akhir hidupnya Tuan tidak bisa menemuinya, tetapi alangkah bahagianya bila Tuan dapat melihat bahwa gadis yang dicarinya sudah berhasil ditemukan," ucap Pedro.
" Baiklah, aku akan menghubungi Asta. Aku harap kalian bisa menunggu !."
" Kami akan menunggu Tuan."
Krisworo segera menghubungi Rizky dan pada deringan pertama teleponnya dijawab.
" Halo Rizky, bisakah kamu membawa Asta kesini ?, kebagian administrasi dilantai 2 ?."
" Ada apa Kak, saat ini Asta baru keluar dari ruangan Kevin."
" Katakan padanya orang kepercayaan yang memberikan donor jantung dan hati untuk Kevin ingin menemuinya."
__ADS_1
" Baiklah. Akan aku sampaikan." jawab Rizky.
" Asta..., bisakah kamu ikut dengan kakak. Ada yang harus kamu temui ," kata Rizky pada Asta yang baru keluar dari ruangan Kevin.
" Harus aku temui ?, siapa ?."
" Orang yang telah mendonorkan jantung dan hatinya untuk Kevin. Walaupun orang tersebut telah tiada, tetapi orang kepercayaan nya ingin kamu menemuinya ."
" Baiklah, aku juga akan mengucapkan terima kasih melalui orang kepercayaan nya, karena sebelum meninggal ia merelakan jantung dan hatinya untuk Mas Kevin. Dimana ?," kata Rizky.
" Dilantai 2, Kakak sedang bersama mereka, karena kakak akan ikut mengantar jenazah nya sebagai tanda terima kasih atas pertolongan nya."
Asta dan Rizky berjalan menuju tempat Krisworo menunggu mereka.
" Kakak...., Dimanakah jenazah orang yang telah memberikan jantungnya untuk suamiku ?," tanya Asta pada Krisworo.
" Nona..., akhirnya aku dapat melihatmu kembali...Tuan Andreakis tentu sangat bahagia bila dapat bertemu Nona saat beliau masih hidup," ucap Pedro tanpa melepaskan pandangannya pada Asta.
" Siapa Anda ?, apakah aku pernah bertemu dengan Anda ?."
__ADS_1
" Kita pernah bertemu 7 tahun lalu di Mont Saint Michel. Tuan Andreakis memperkenalkan Nona sebagai calon pengantinnya. Pada saat itu Nona tinggal dirumah kami ketika Tuan pergi untuk menemui Tuan Wiratama . Kami menyesal tidak memberi kabar pada Nona dengan cepat sehingga Nona pergi meninggalkan rumah. Maafkan kami, telah mengecewakan Nona." ujar Pedro dengan wajah tertunduk dengan rasa bersalah.
" Maafkan aku, aku sama sekali tidak ingat..., bisakah aku melihat dewa penolong bagi suamiku ?."
Pedro membawa Asta, Krisworo dan Rizky melihat jenazah Nik yang sudah berada di peti mati.
Asta melihat Nik untuk terakhir kalinya dengan tatapan kosong dan berakhir dengan tangisan pilu, secara tiba-tiba ia dapat mengenali pemilik wajah yang datang dalam mimpinya dan ia dapat mengingat semua kenangan saat bersama dengan Nikos Andreakis yang selalu dipanggilnya Tuan.
" Kau..., aku tidak percaya dapat melihatmu lagi Tuan. Aku sudah menunggumu sekian lama. Mengapa kamu meninggalkan diriku tanpa pesan apa pun ?, dulu kamu meninggalkan aku sendiri tanpa memberikan alasan dan kini kamu juga pergi meninggalkan aku tanpa sempat bertemu lebih dulu. Apakah hubungan kita seperti ini jalannya ?," Asta menangis sedih. Lelaki latin yang menarik perhatiannya sebagai gadis muda kini terbaring tanpa nyawa karena berkorban untuk keselamatan suaminya.
" Aku akan terus menyayangimu karena kini jantung dan hatimu berada dalam tubuh suamiku, orang yang kamu sayangi hingga kamu bersedia melakukan apapun untuknya. Terima kasih Tuan Andreakis, aku akan selalu ingat padamu sebagai cinta pertamaku yang membuatku rela meninggalkan rombonganku hanya untuk bertemu denganmu dan menjadi pengantin mu walaupun itu tidak pernah terjadi karena kamu lebih mendahulukan temanmu yang membutuhkan bantuan mu. Selamat jalan Tuan. Aku mencintaimu sebagai cinta dan pria pertama yang dapat mengalihkan perhatianku." ucap Asta dan ia menyentuh lembut peti mati Nik.
" Terima kasih Nona, karena Nona bersedia melihat Tuan. Saya yakin Tuan Andreakis dapat melihat Nona dan juga bahagia karena jantung dan hatinya sekarang dimiliki oleh pria yang menjadi suami dari wanita yang dicintainya ," ucap Pedro terharu.
" Maafkan aku karena tidak bisa menemani Tuan ke pembaringan terakhirnya." Asta berdiri dan memeluk Krisworo dengan sejuta rasa yang tidak mampu ia tahan.
Asta berdiri dalam pelukan Rizky saat melepas kepergian Nik menuju ambulans yang akan membawanya ke pesawat pribadinya yang berada di bandara .
Setelah mobil ambulans pergi diikuti oleh mobil utusan kedutaan dimana ada Krisworo yang ikut bersama mereka Asta tiba-tiba merasakan tubuhnya sangat lemah dan kembali tidak sadarkan diri.
__ADS_1