
" Asta ."
Asta sedang membersihkan peralatan makan yang baru mereka pakai ketika Kevin memanggil nya dengan menunjukkan handphone nya.
" Ya Mas, siapa ?."
"Mba Dini," jawab Kevin memberikan handphone pada Asta.
" Hallo, Assalamualaikum?."
" Waalaikum salam. Bagaimana bulan madunya ?, sudah ada kabar belum ?," goda Dini membuat Asta tertawa.
" Kabarnya aku lagi kedatangan tamu Mba." jawab Asta geli.
Asta tertawa ketika Kevin yang berada tidak jauh dari tempatnya mendengar perkataan nya dan langsung duduk lemas disofa.
" Kenapa kok tertawa?," tanya Dini.
" Mas Kevin tiba-tiba lemas Mba ?," jawab Asta.
" Kalian baik-baik saja kan ?."
" Kami baik-baik saja Mba, bagaimana keadaan dirumah ?."
" Semuanya baik. kapan kalian akan main kerumah Mba?."
" Insyaa Allah nanti kalau mau kesana Asta kabarin Mba."
"Ya sudah. Kalian rukun-rukun saja ya. Kalau ada masalah kecil hilangkan, dan kalau besar kecilkan, sekecil kecilnya, jangan biarkan masalah yang datang membuat kalian menjadi lemah," pesan Dini.
__ADS_1
"Iya Mba, akan Asta ingat pesan dari Mba."
Asta sudah memutuskan sambungan telepon dan ia duduk disebelah Kevin yang sedang menonton TV.
" Kenapa Mas ?, kok ga bergairah begitu ?."
" Kamu tidak perlu menggoda ku. Aku sudah semangat mau membawamu ketempat tidur, ga taunya ada halangan," jawab Kevin mengeluh.
" Maafkan aku ya Mas, kan masih ada nanti ?."
" Iya. Kemarilah !, kalau sekedar mencium dan memeluk dirimu aku masih bisa melakukan nya," ucap Kevin menarik lengan Asta dengan lembut.
Malam ini setelah Kevin selesai sholat isya, Kevin membawa Asta keluar untuk menikmati makanan laut ditempat mereka pernah makan.
" Mau pesan apa ?," tanya Kevin.
" Biasa saja Mas, tapi aku mau minuman nya dulu ya, aku mau kelapa muda." jawab Asta pada Kevin.
" Kenapa Mas Kevin lebih suka kemari, sedangkan banyak restoran seafood yang bagus dan berkelas?."
" Disini lebih segar, bukan hanya ikannya, tetapi juga udara lautnya begitu terasa," jawab Kevin.
" Owh, pertama kali Mas membawa aku kesini aku pikir Mas mau mengerjai aku ?."
" Mengerjai ?, maksudnya ?."
" Yeaah, Mas Kevin waktu itu kan arogan sekali. Jadi aku pikir waktu itu karena aku memakai piyama maka tempat makan yang cocok untuk pakaian yang aku kenakan ya tempat ini."
" Astaga. Aku tidak berpikir sejauh itu Asta. Aku bisa makan dimana saja asalkan tempat itu bersih, masakan enak dan yang utama aku menyukai nya."
__ADS_1
" Iya, aku mengerti sekarang."
" Kamu suka dengan kepiting bukan ?, makanlah !," kata Kevin memberikan piring saji berisi kepiting bakar lada hitam yang baru datang .
Mereka berdua menikmati makan malam penuh dengan kegembiraan.
" Apakah aku perlu mengerjakan laporan hasil kerjasama dengan Tuan Duarte malam ini ?,"tanya Asta ketika mereka sudah kembali ke apartemen.
" Besok saja. Memangnya kamu tidak lelah ?, benar kata Amanda hobby kamu itu bekerja ."
" Bukannya hobby Mas, Aku punya waktu yang kadang membuatku susah tidur. Daripada aku bengong lebih baik aku manfaatkan bukan ?."
" Ya ya ya yaaa," jawab Kevin merangkul bahu Asta ketika naik kekamar mereka.
" Kita santai di balkon dulu ya ?, sudah lama kita tidak menikmati malam diudara terbuka,"
" Okey."
Asta berbaring dalam pelukan Kevin sambil memandang langit malam. Udara malam ini terasa lembab, mungkin akan turun hujan.
" Mas, apakah Mas kecewa karena aku belum hamil ?."
" Kecewa sedikit. Tetapi kita baru sebulan menikah jadi masih banyak waktu dan kita bisa menikmati waktu bulan madu lebih lama ," jawab Kevin sambil mencium bibir Asta dan ia tersenyum karena Asta membalas ciumannya tidak kalah mesranya meskipun ada halangan yang membuat mereka tidak dapat melanjutkan kemesraan lebih jauh.
" Aku begitu menginginkan dirimu, tapi apa daya ada tamu yang tidak diundang," keluh Kevin membuat Asta tertawa .
" Aku suka dengan tawa mu Asta," kata Kevin dengan pelan.
" Kita tidur sekarang ya, besok mulai bekerja bukan ?."
__ADS_1
"Hemm, ayolah kita masuk. Ingatkan aku ketika tamu nya sudah pergi, aku ingin bercinta di balkon ," bisik Kevin membuat Asta mencubit pinggangnya.