Izinkan Aku Membenci

Izinkan Aku Membenci
Episode 92.


__ADS_3

Ivan mengendarai mobil dengan kecepatan sedang dan cara mengemudinya membuat penumpang merasa tenang dan nyaman.


" Sudah berapa lama Ivan bergabung dengan Sisil ?," tanya Kevin pada Rizky.


" Sebenarnya Ivan adalah salah satu orang kepercayaan Sisil selain Meghan. Mereka Ivan dan Meghan adalah sahabat dekat Sisil di INKAI sejak kecil ya Van. Mereka sudah saling mengerti dan selalu bersama begitu juga ketika masuk ke perguruan bela diri tradisional. Lalu Sisil mempunyai ide untuk membuat agen yang menyediakan bodyguard untuk para pesohor dan juga pebisnis yang menginginkan keamanan secara ekstra. Setelah itu Sisil mengajak Ivan dan Meghan untuk bergabung." jawab Rizky menjelaskan mengenai Ivan dan hubungannya dengan Sisil.


" Apakah aku bisa bertemu dengan Meghan ?, tanya Asta pada Rizky.


" Besok kamu akan ditemani oleh Sisil dan Meghan. Meghan ini selain mempunyai keahlian beladiri dia juga dikenal sebagai pembalap Rally dan juga Touring, jadi kecepatan nya dalam berkendara kadang membuat kita ngeri. Tapi tenang saja, besok yang akan mengendari mobil adalah Sisil." kata Rizky kalem karena ia tidak mau membuat adik nya khawatir.


" Aku masih tidak percaya bahwa seorang Sisil mempunyai keahlian yang sangat luar biasa dibalik keluwesannya." kata Kevin membuat Ivan dan Rizky tertawa keras.


" Maaf pak Kevin. Kadang menilai wanita jangan dilihat dari luarnya saja," kata Ivan kalem karena sudah tertawa.


" Benar. Seperti wanita yang berada disamping mu itu. Dia terlihat diam dan tidak berdaya tetapi sebenarnya dia adalah bom waktu yang sangat berbahaya." ucap Rizky membuat Kevin menatap Asta penuh tanya.

__ADS_1


" Aku tidak mengerti apa maksudnya." kata Kevin sementara Asta hanya menatap Kevin dengan pandangan tanpa arti.


" Tidak perlu dipikirkan mengenai yang aneh-aneh tentang aku Mas. Kak Rizky hanya sekedar bercanda saja." kata Asta tertawa.


Tidak berapa lama mobil yang di kendarai Ivan tiba disebuah rumah dengan gaya joglo membuat Rizky memandang Asta dan Kevin dengan heran.


" Aku tidak mengira kalau gaya rumah seperti ini yang menjadi pilihan kalian." tanya Rizky.


" Ini adalah pilihan Asta, tetapi setelah aku melihatnya langsung aku menyukai nya juga. Sangat artistik." jawab Kevin sementara Asta hanya tersenyum.


Mereka menemui agen properti yang sudah berada ditempat lalu bersama mereka masuk kedalam rumah untuk melihat keadaan dalam rumah serta keadaan secara keseluruhan.


" Benar. Bangunan rumah ini sangat membumi , tetapi tetap memperhatikan keamanan untuk penghuninya." ucap Rizky sepakat dengan Kevin.


" Jadi kita bisa memiliki rumah ini kan Mas ?," tanya Asta penuh harap pada Kevin.

__ADS_1


" Tentu saja." jawab Kevin dan ia merangkul bahu Asta dengan mesra mengabaikan bahwa ada Rizky dan Ivan bersama mereka.


Mereka duduk dan menikmati makanan yang dibeli oleh Ivan di saung yang berada dibelakang rumah sambil melihat kolam ikan yang berada di bawah saung tersebut, sambil menunggu Krisna yang sedang memeriksa keabsahan surat-surat kepemilikan rumah tersebut di BPN yang dilakukan secara online.


Tidak berapa lama Krisna sudah kembali menemui mereka dan ia segera memberikan laporan pada Kevin.


" Maaf lama menunggu Pak. Saya sudah memeriksa keaslian dari surat-surat rumah ini, dan sama sekali saya tidak menemukan bahwa rumah ini merupakan rumah sengketa, jadi rumah ini sangat baik dan juga bisa untuk dilakukan transaksi," beritahu Krisna pada Kevin yang menatapnya tajam.


" Baiklah. Karena istriku menyukai rumah ini dan merasa cocok, maka lakukan jual beli dengan agen perumahan tersebut. Dan aku tunggu hasilnya." jawab Kevin.


" Baik Pak. Akan saya lakukan perintah Bapak dengan cepat." jawab Krisna dan ia pun segera pergi bersama orang dari agen perumahan tersebut.


" Bagaimana, masih mau disini atau sudah mau pulang ?," tanya Kevin pada Asta.


" Aku rasa sudah cukup sore, jadi ayolah kita pulang.," jawab Asta dan dengan hati-hati Asta bangun dari duduknya dibantu oleh Kevin yang menatapnya penuh rasa khawatir.

__ADS_1


" Apakah kamu merasa tidak nyaman ?," tanya Kevin pelan.


" Hanya terasa pegal saja sedikit." jawab Asta dengan senyum menenangkan agar Kevin tidak khawatir.


__ADS_2