
" Apakah kamu perlu baby sitter untuk membantu mu ketika dirumah nanti ?," tanya Sisil setelah Dokter Rahmi pergi.
" Kemungkinan aku perlu Mba, Tapi aku mau yang benar-benar mengerti bukan yang sekedar mengerti. Bagaimana pun aku belum begitu bisa untuk melakukan sesuatu yang masih baru," jawab Asta .
" Kamu pasti bisa, tapi ingat kehadiran baby sitter hanya sekedar membantu bukan sebagai tugas utama, jangan sampai anak kita lebih dekat dengan baby sitter nya daripada dengan kita sebagai Mama nya. Sesibuk apapun, sebagai orang tua tetap harus memberikan perhatian lebih untuk anak kita ."
" Iya Mba, aku ingin anakku merasa dekat dengan kami sebagai orang tuanya," jawab Asta.
" Kamu sudah mengirim pesan pada Kevin ?, bukankah tadi ia memintamu mengabarinya kalau dokter datang ?," tanya Sisil mengingat kan.
" Belum Mba, aku akan mengirim pesan saja," jawab Asta.
Asta segera mengambil handphonenya dan mengirim pesan pada Kevin, ia tidak ingin menelepon karena khawatir suaminya masih meeting.
" Asta, nanti kalau Mba Dini sama Mama datang, Mba pulang dulu ya, Mba lupa ada janji dengan klien," kata Sisil.
" Iya Mba, disini masih ada Meghan bukan ?."
" Ada, Ivan nanti akan datang untuk menemani Meghan." jawab Sisil.
Adzan djuhur baru selesai berkumandang dan Sisil segera ke kamar mandi untuk berwudhu.
" Mba sholat dulu ya," katanya pada Asta yang sedang duduk menyandar, sementara bayinya berada dalam gendongan nya.
Dengan penuh kasih Asta mengelus pipi putranya dan ia tersenyum ketika mata putranya terbuka dan menatapnya.
__ADS_1
Menurut buku yang pernah Asta baca penglihatan bayi saat baru lahir masih buram dan belum jelas dan ia hanya mampu fokus pada jarak 25-30 cm, setelah memasuki usia 2 bulan penglihatan nya akan semakin berkembang dan ketika berusia 3 bulan bayi baru bisa memahami peran penting ibunya. Sementara untuk merasakan kehadiran ibunya, bayi memliki indera perasa dan penciuman yang cukup tajam, ia mampu mengenali ibunya hanya dari bau tubuh dan aroma yang dimiliki oleh seorang ibu. Ia mampu menemukan dimana ia bisa mendapatkan ASI.
" Anak pintar, anak Mama membuka matanya ketika mendengar suara adzan, semoga anak Mama menjadi anak yang sholeh ya sayang..., buat kami bangga padamu," kata Asta lembut sambil tersenyum bahagia.
" Zachery tidak menangis bukan ?," tanya Sisil yang baru selesai sholat.
" Tidak Mba, aku hanya ingin merasakannya dalam dekapan ku." jawab Asta.
Sisil baru akan menghampiri Asta ketika ia mendengar suara ibu mertuanya dan juga Isteri dari kakak iparnya.
" Assalamualaikum...," ucap Mama dan Mba Dini berbarengan.
" Waalaikum salam," jawab Asta dan Sisil.
" Bagaimana kabarmu sayang ?, tidak ada masalah bukan ?," tanya Mama dan ia mencium dahi putri bungsunya.
" Jagoan bagaimana keadaanya ?," tanya Dini ketika melihat Zachery yang masih berada dalam gendongan Asta.
" Alhamdulillah baik..., anak-anak sudah pulang sekolah Mba ?," tanya Asta.
" Sudah. hari ini mereka ulangan tengah semester jadi pulangnya lebih cepat. Oh Sisil tadi Rizky titip pesan, katanya ia menunggumu di kantor,' beritahu Dini pada Sisil.
" Iya Mba, aku akan pergi sebentar, sementara Meghan dan Ivan ada disini," jawab Sisil yang sudah bersiap-siap untuk pergi.
" Mba pergi dulu ya, nanti malam kami akan datang lagi ," katanya pada Asta.
__ADS_1
" Nanti malam tidak perlu Mba, temani anak-anak saja, Meghan dan Ivan juga istirahat dirumah saja. Mas Kevin sudah kirim pesan nanti malam Pak Toha dan isterinya akan datang," jawab Asta.
" Baiklah kalau begitu. Mam, Mba Dini aku pamit dulu ya."
" Ya hati-hati Sisil." jawab Mama dan Dini.
" Kamu istirahat lah, biar kami menjaganya. Oh ya siapa nama anak tampan kalian ?," kata Dini dan ia mengambil keponakan nya dari gendongan Asta agar adiknya bisa istirahat.
" Namanya Zachery Ravindra Wiratama Mba. Baiklah, aku istirahat sebentar ya Mba," kata Asta.
" Istirahatlah, kami berada disini," jawab Mama dengan nada lembut.
Belum sampai 10 menit Dini melihat Asta sudah tertidur dengan nyenyak dan nafasnya terdengar lembut.
" Tidak terasa ya Mam, Asta sudah menjadi seorang ibu, rasanya baru kemarin ia masih bersikap manja pada kita berdua," kata Dini pelan.
" Benar. Walaupun sebenarnya Mama merasa menyesal karena tidak memiliki waktu lebih banyak bersamanya."
" Tidak perlu menyesal Mam, karena Asta tetap mendapatkan kasih sayang yang besar dari kami, dan bukannya Mama tidak memiliki waktu yang banyak, tetapi karena Asta yang memilih untuk ikut bersama kami. Asta mengerti bahwa Mama harus mendampingi Papa sebagai perwira, karena Dini juga mengalami nya, mungkin karena anak-anak masih kecil jadi mereka selalu ikut dengan kami, tetapi bila sudah besar, mereka mungkin mempunyai pilihan untuk tidak mengikuti kami, orang tuanya," kata Dini membesarkan hati ibu mertuanya.
" Ya, Mama dan Papa sangat berterima kasih karena kalian bersedia menjaga Asta."
" Oh ya, kemarin Krisworo bicara sama Papa kalau 6 enam bulan lagi kemungkinan ia akan dinas di Balikpapan, bagaimana dengan usaha kue kering mu ?," tanya Mama.
" Tetap berjalan seperti biasa Mam, hanya saja Dini tidak mengawasinya secara langsung. Dan dengan kepindahan kami ke Balikpapan bisa membuka peluang usaha kuker lagi." jawab Dini tertawa kecil.
__ADS_1
" Kamu benar. Kalian memang selalu bisa memanfaatkan peluang dan kesempatan yang ada," kata Mama tertawa mendengar jawaban menantu tertuanya.