Izinkan Aku Membenci

Izinkan Aku Membenci
Episode 74.


__ADS_3

Selama 1 Minggu Kevin berada diruang ICU untuk memantau hasil operasinya. Dan ia sangat beruntung tubuhnya tidak menolak organ baru dan hingga tidak terjadi infeksi .


" Dua orang sahabat yang benar-benar cocok dalam arti sebenarnya ." ucap Tuan Sudrajat setelah mendengar laporan dari dokter mengenai keadaan Kevin.


Seminggu setelah berada di ruang ICU , Kevin dipindahkan keruang perawatan, dan menurut dokter untuk pasien yang menjalani transplantasi jantung dan hati bila keadaannya stabil maka ia akan berada dirumah sakit 1-3 Minggu agar memudahkan para dokter memantau kesehatan pasien dan selanjutnya harus melakukan pengobatan dan kontrol selama 6-12 bulan. Dan kini sudah 3 Minggu Kevin dirawat dan menurut dokter kemajuannya begitu baik hingga 1 Minggu ke depan Kevin diperbolehkan pulang dan selanjutnya berobat jalan sesuai waktu yang ditentukan oleh dokter.


Siang ini Asta datang menemui Kevin, seperti 2 hari sebelumnya Kevin menatapnya tanpa bicara, matanya hanya memandang dengan penuh kerinduan.


" Aku disini untukmu. Aku akan selalu ada bersamamu, jadi Mas Kevin tidak akan sendiri," jawab Asta.


Asta merasa sangat bahagia setiap kali mendengar bahwa kesehatan Kevin semakin membaik meskipun ia sempat merasa bingung ketika dokter mengatakan bahwa ada kemungkinan sifat dan sikap Kevin akan merubah, walaupun badannya orang yang sama, tetapi karena jantung dan hatinya dari orang yang berbeda maka akan berpengaruh pada sikap maupun sifatnya, dan Asta sudah merasakannya ketika Kevin sadar dan membuka matanya, ia seperti merasa asing dengan tempat dan orang-orang disekelilingnya.


Kevin menatap Dini,.Rizky dan Sisil dengan tatapan aneh, tetapi ketika pandangan nya tertuju pada Asta ia seperti ingin mengatakan sesuatu, membuat Asta tersenyum.


" Keadaan Kevin menunjukan kemajuan yang sangat baik. Jadi kamu tidak perlu khawatir lagi." ucap Dini.

__ADS_1


" Iya Mba. Aku sangat bahagia dengan kemajuan tersebut." jawab Asta.


" Apakah Amanda sudah datang ?,"tanya Bima yang tiba-tiba muncul dari balik pintu.


" Belum. Katanya sore ini dia akan datang bersama orang tuanya. Kenapa kamu kangen ?." tanya Dini menggoda Bima.


" Asta, dia masih jomblo kan ?," tanya Bima tanpa menjawab pertanyaan Dini.


" Masih. Kakak suka ?, tapi jadinya aneh dong kekerabatan kita ." ucap Asta membuat mereka tertawa.


" Kak Bima itu seperti nya menaruh perhatian pada Amanda Mas. Sejak Mas Kevin masih berada diruang ICU, Kak Bima tidak pernah menyia-nyiakan waktunya untuk mendekati Amanda. Bagaimana menurut Mas Kevin ?." kata Asta menjelaskan apa yang terjadi dengan Bima dan Amanda.


Mendengar penjelasan Asta Kevin hanya tersenyum dan ia menggenggam tangan Asta yang berada dekat tangannya dan membawanya ke arah bibir nya lalu menciumnya lembut.


Mereka yang berada di ruangan menatapnya tersenyum walaupun sedikit merasa aneh, karena belum pernah melihat Kevin melakukan hal seperti itu bila didepan mereka, keluarga istrinya. Sementara Asta sendiri terkejut karena apa yang dilakukan oleh Kevin adalah sesuatu yang selalu ia terima saat bertemu Nik.

__ADS_1


" Aku menyukainya ," ucap Asta tersenyum dan ia membalas mencium tangan Kevin dengan mesra.


Kemudian pandangan Kevin tertuju pada perut Asta yang mulai menampakkan perubahan diusia kehamilannya yang memasuki 5 bulan.


Dengan penuh kasih sayang Asta membawa tangan Kevin menyentuh perutnya.


" Anak kita dalam keadaan sehat, karena ia memiliki seorang ayah yang kuat seperti Mas Kevin." ujar Asta dan Kevin memejamkan matanya tanpa menarik telapak tangannya yang masih berada di atas perut Asta.


" Dia akan menjadi anak yang hebat ," ucap Kevin dengan suaranya yang terdengar serak.


Ucapan Kevin membuat mereka sangat terkejut dan juga bahagia, karena setelah 2 Minggu dirawat, itu adalah pertama kalinya Kevin mengeluarkan suara.


" Ya, dia akan menjadi anak yang hebat." ucap Asta dan ia mencium mesra kepala Kevin.


" Memory yang tersimpan didalam otak mu adalah milik Mas Kevin, tetapi hati dan jantung mu adalah milik Nik, membuat kalian berdua menjadi berbeda di kehidupan kedua kali nya. Aku tidak tahu apakah aku harus menyukainya karena memiliki kalian berdua dalam satu tubuh. Tetapi Allah maha tau bahwa kalian adalah sahabat baik hingga tidak membiarkan kalian berdua harus merasakan kecewa," ucap Asta dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2