Izinkan Aku Membenci

Izinkan Aku Membenci
Episode 21


__ADS_3

" Astaaaa, kamu dikamar ngapain sih ?," panggil Bima karna adiknya belum juga keluar kamar.


" Kakak bawel ih," jawabnya sambil membuka pintu kamar, " Ada apa Kak."


"Dipanggil Mba Dini tuh ?."


Asta keluar dari kamarnya untuk menemui Kakaknya yang sedang berbincang bersama keluarga lainnya .


" Nah ini calon pengantin kok dikamar aja sih, gabung dong sama yang lainnya !," tegur salah satu kerabat .


" Iya Mba, tadi baru selesai sholat Ashar."


" Astari, besok keluarga Kevin datang jam berapa ?," tanya Dini.


" Mas Kevin kemarin bilang jam 7,15 sampai sini Mba."


" Ooh, begitu. Baguslah jadi jangan sampai terlambat."


" Asta, nanti mau bulan madu kemana ?."


" Belum tahu Mba, masih sibuk banyak kerjaan. Mas Kevin juga belum bisa libur ."


" Astari itu hebat ya Mba Dini, kita belum pernah dengar dia pacaran, eh tau-tau udah mo nikah aja, calonnya tajir melintir lagi."


"Itulah yang namanya jodoh, siapa yang mengira adik ku yang cantik dan pintar ini menikah begitu cepat," ucap Dini memeluk adik iparnya.


Astari buat Dini lebih dari seorang adik ipar. Perbedaan usia mereka yang 22 tahun membuat dirinya menyayangi Asta seperti anaknya sendiri apa lagi ia dan Krisworo baru mempunyai anak setelah 5 tahun menikah .


Kevin bersama keluarganya tiba dikediaman keluarga Sudrajat keesokan harinya tepat sesuai waktu yang dikatakannya.


Pria itu benar-benar mencuri pandangan dari semua tamu yang hadir.


Kevin terlihat tenang dan selalu tersenyum bila ada yang menyapanya sama sekali tidak terlihat bahwa dirinya gugup maupun gelisah.


Tidak berapa lama petugas KUA dan penghulu yang akan menikah kan mereka tiba.

__ADS_1


" Assalamualaikum, apakah calon pengantinnya dan wali nya sudah siap ?, " tanya Pak Penghulu.


" Sudah Pak," jawab Krisworo. Ia memberi isyarat agar Kevin maju dan duduk didepan penghulu.


" Apakah calon pengantin wanitanya akan hadir disini atau hanya wali nya saja ?."


" Hadir disini pak," jawab Pak Sudrajat .


Dari dalam Asta keluar didampingi oleh Dini dan Sisil yang berada di kanan dan kiri nya. Asta terlihat sangat cantik sekali. Wajahnya yang tidak pernah mendapat sentuhan makeup yang berlebihan benar-benar membuat pangling.


Kevin menatap Asta tanpa mampu berkedip, pandangan nya penuh dengan kekaguman akan kecantikan seorang wanita. Sampai Asta duduk disampingnya Kevin masih terpukau.


" Ehem, apakah bisa dilanjutkan acaranya atau saya tunggu sebentar lagi ?," tegur Pak Penghulu dengan nada menggoda membuat yang hadir tertawa.


Acara Ijab kabul berlangsung dengan penuh rasa haru karna Asta merasakan hidupnya akan segera berubah. Meskipun ia sudah menerima tetapi ia masih merasakan keraguan hingga Kevin menggenggam lembut tangannya untuk memberikan ketenangan.


Asta berusaha menahan rasa ketika mencium tangan kedua orang tuanya untuk meminta doa dan restu mereka agar rumah tangganya menjadi keluarga yang sakinah mawadah warohmah.


Setelah acara sungkeman pada orang tua mereka menerima ucapan selamat dari keluarga dan kenalan terdekat.


Setelah acara akad nikah yang dilaksanakan dikediaman keluarga mempelai wanita maka acara resepsi dilanjutkan pada malam harinya dihotel milik Kevin dan mereka telah mengundang kolega bisnis Kevin dan juga rekan sejawat keluarga Sudrajat .


" Pintar kamu ya, ga bilang kalau kamu itu adiknya Mas Kevin ?."


" Ehem, manggilnya sekarang mas ya bukannya Pak Kevin lagi," goda Amanda membuat Asta tertunduk malu, sementara Kevin terus-menerus menatapnya membuat dirinya semakin tersipu-sipu.


" Kalau Asta masih memanggil ku Pak, nanti orang mikirnya Asta masih sekretaris ku lagi," timpalnya membuat Amanda terkejut.


" Apakah Asta akan berhenti kerja, jangan dong Kak!." pintanya pada Kevin dan Asta membuat mereka tertawa geli.


Krisworo dan istrinya memperhatikan adik bungsunya tertawa membuatnya ikut bahagia.


" Semoga Kevin dapat menjaga dan memberikan kebahagiaan untuknya, karena aku tidak akan rela bila Asta harus merasakan sakit dan bersedih."


" Tenanglah, kita berdua tahu Asta gadis yang kuat, dia akan mampu mengatasinya dan aku yakin dia juga mampu merubah sifat Kevin, apakah kau tidak melihat betapa kagum dan terpesona nya dia saat Asta datang ?."

__ADS_1


" Ya, aku melihatnya, semoga Asta dapat merubah Kevin menjadi pria yang setia dan hanya ada Asta dalam hati, pandangan dan pikirannya ."


" Itu yang kita harapkan ."


Setelah acara selesai Nyonya Ardianih menghampiri Asta dan Kevin yang masih berbincang-bincanh dengan para tamu.


" Sayang, apa tidak sebaiknya kalian istirahat dulu agar wajah mu kembali segar, ingat nanti malam masih ada acara lagi, dan kemungkinan akan lebih lelah dari ini ."


" Tidak apa-apa kami pergi Mah?," tanya Asta sambil melirik tamu yang masih ada.


" Tidak apa-apa, istirahat lah ajak Kevin kekamar !."


" Baiklah mah, ayo Mas kita istirahat dulu," ajak Asta pada Kevin.


" Kami masuk dulu Mah," ucap Kevin pada Mamanya Asta.


Kevin memandang kamar Asta dengan penuh senyum dan juga geli.


" Aku tidak mengira kamar mu begitu ramai, semuanya ada disini, apakah tidak merusak matamu ?."


" Tidak, aku merasa tidak kesepian saat berada dikamar ."


Asta duduk dikursi depan cermin untuk melepaskan jepitan yang berada di rambutnya beserta accesoriesnya, sementara Kevin melepaskan jas dan dasi nya dan mulai menggulung lengan kemejanya.


" Perlu bantuan ?."


" He eh, tolong lepasin dong Mas, entah berapa banyak jepitan yang bersarang di rambutku ini," keluhnya .


" Kamu memiliki rambut yang sehat dan panjang. Aku sempat berpikir apakah kamu menggunakan rambut asli atau palsu untuk sanggul mu," ucap Kevin sambil membantu Asta melepaskan jepitan rambutnya dan mulai menyisirnya pelan-pelan.


Dibawah pandangan Kevin Asta melepaskan bajunya dan ia tertawa geli ketika melihat Kevin langsung merebahkan tubuhnya dengan keras, karena apa yang diharapkan tidak sesuai kenyataan. Awalnya ia berpikir Asta hanya mengenakan pakaian dalam dibalik baju kebayanya tetapi ia melihat Saya masih memakai kaos manset lengan panjang serta leging panjang yang membungkus tubuhnya.


" Kasihaaaan, ingat masih siang ," godanya sambil membuka lemari pakaian untuk mengambil pakaian ganti sementara Kevin menutup wajahnya dengan bantal.


" Pergilah, atau aku akan menyerang mu tidak perduli masih siang," ancamnya dari balik bantal. Kevin masih mendengar suara tawa Asta yang berada dikamar mandi dan ia mengumpat pelan.

__ADS_1


" Gila, apa yang kupikirkan tadi, mana mungkin seorang Asta dengan mudahnya melepaskan pakaiannya, ternyata aku terlalu banyak berharap," katanya pada diri sendiri. Karena tidak ingin berharap lagi ia mencoba memejamkan matanya dan perasaan yang damai membawanya kealam tidurnya .


Asta keluar dari kamar mandi dan terlihat sangat segar. Lalu ia segera sholat dhuhur dan berdoa semoga selanjutnya Kevin menjadi imam sholatnya .


__ADS_2