Izinkan Aku Membenci

Izinkan Aku Membenci
Episode 48


__ADS_3

Dini masih memandang handphone yang berada ditangannya dengan bermacam pertanyaan.


" Mama kenapa ?,bagaimana kabar nya Astari ?,apakah dia mengatakan sesuatu?," tanya Krisworo.


" Alhamdulillah kabarnya Asta baik dan ia jugs mengabari kalau dirinya tengah mengandung."


"Apakah Kevin sudah tahu ?."


" Sudah. Menurut Asta, Kevin akan segera kembali ke Indonesia dan langsung menuju Semarang."


" Baguslah, semoga mereka bisa bersikap dewasa dengan hadirnya seorang anak."


" Sebenarnya ada yang Mama tidak mengerti , mengapa saat ada masalah Asta pergi menjauh dari keluarganya bukannya berlindung?, apa yang sebenarnya terjadi ?, Papa pasti tahu soal itu bukan ?, kalau tidak bagaimana mungkin Asta pergi kalian diam saja."


" Kami tidak diam saja. Rizky dan Bima sudah keliling mencari Asta, tapi Mama pasti tahu bagaimana Asta, saat dirinya tidak ingin ditemukan maka kita akan sulit mencarinya. Terbukti handphonenya nya dimatikan membuat kita kesulitan untuk menghubungi nya. Dan papa sangat bersyukur Asta sudah memberi kabar, setidaknya sebelum orang tua kita mengetahui kalau Asta pergi."


" Tapi papa belum menjawab pertanyaan Mama mengapa Asta tidak pergi ke keluarganya?."


"Mama tanya sendiri sama Asta kalau dia sudah kembali Okey ?," jawab Krisworo menghindar.


" Oh iya, menurut Papa Dwina bagaimana?."


"Kenapa ?."


"Asta sepertinya menaruh curiga dengannya. Mama juga tidak tahu alasannya."


" Baiklah , nanti papa akan cari tahu." jawab Krisworo.


Sebenarnya Krisworo tidak terlalu suka dengan teman wanita Bima, tetapi sebagai seorang kakak dan juga seorang lelaki, dia merasa tidak pantas untuk ikut campur urusan adik lelakinya apalagi yang berhubungan dengan teman wanitanya.

__ADS_1


Tetapi hari ini adik dan juga istrinya bertanya tentang Dwina membuatnya ikut berfikir, pada saat itu hanya Dwina yang tetap berada bersama mereka ketika meminta keterangan video yang viral pada Kevin.


Krisworo segera mengambil handphonenya dan menghubungi Rizky.


"Hallo Rizky, apakah kamu berada dirumah ?."


" Iya Mas, ini juga ada Dwina datang berkunjung. Ada apa Mas ?."


"Kamu perhatikan Dwina dengan teliti dan lihat reaksinya saat kamu menyebut nama Asta !," perintah Krisworo.


" Asta ?, apakah Kaka sudah menemukannya ?," tanya Rizky penasaran.


Rizky memperhatikan ekspresi Dwina secara halus saat dirinya menyebut nama Asta. Dan ia melihat wajah Dwina terkejut dan penuh rasa ingin tahu.


" Bagaimana ?."


" Ya Kak, aku tahu dan dia akan menerima balasan karena membuat Asta terluka. Lalu dimana Asta sekarang?, apa kakak sudah mendapat kabar ?."


"Aku menunggu kabar baik ketika Asta sudah ditemukan."


"Kamu cari informasi apa tujuan Dwina yang sebenarnya !."


"Baik. Kakak tidak perlu khawatir ."


Rizky meletakan handphone nya dan berbicara pada Sisil yang sedang bersama Dwina .


" Mam, kamu tahu siapa teman Asta yang berada di Jakarta?, ada kemungkinan dia tinggal bersama mereka," tanya Rizky sambil lalu.


" Mama sudah bertanya dan mendatangi mereka , tetapi Asta tidak ada. Apa mungkin ia tinggal ditempat kost nya dulu ?," tanya Sisil tanpa mengetahui kalau Rizky sedang memancing reaksi Dwina.

__ADS_1


" Baiklah papa akan meminta Bima untuk mencari tahu. Bukankah Bima sedang berada diluar," kata Rizky dan ia baru akan mengambil handphonenya ketika Dwina ikut berbicara.


" Maaf Mas Rizky, apakah aku boleh ikut membantu mencari Asta ?, mungkin aku bisa bertanya apa ada yang pernah melihatnya?," jawab Dwina tanpa mengerti apa tujuan Rizky.


"Bertanya pada temanmu ?."


" Iya Mas, mungkin ada temanku yang pernah melihatnya."


" Apakah kamu pikir adikku buronan yang pencariannya menjadi sangat urgent ?."


"Maaf Mas, bukan maksudku begitu. Aku hanya bermaksud membantu saja."


" Aku mengerti dengan maksudmu. Yang tidak aku mengerti adalah apakah Asta pernah masuk kedalam lingkungan mu sehingga temanmu bisa mengenalnya ?."tanya Rizky.


"Aku minta maaf Mas, aku hanya bermaksud membantu untuk mencari Asta." jawab Dwina merasa bersalah.


" Terima kasih. Oh ya, aku mungkin membutuhkan pertolongan mu ketika mencari Asta, Bagaimana pun sebenarnya kalian termasuk berada dalam pergaulan yang sama pada saat Asta menikah dengan Kevin. Berapa nomor handphone mu yang bisa aku hubungi," kata Rizky sambil mengetik nama Dwina .


Dengan cepat Dwina memberikan nomor handphonenya tanpa menyadari kalau Sisil menatapnya heran.


Sisil melihat Rizky menatap Dwina seperti mencurigai nya.


"Mengapa papa meminta nomor handphone Dwina langsung bukankah bisa melalui aku. Dan mengapa nomor yang disebutkan Dwina berbeda dengan nomor yang aku simpan." kata Sisil dalam hati.


"Okey, terima kasih. Aku akan menghubungi mu saat mencari Asta!."


" Terima kasih Kak. Aku sangat senang dan merasa diterima dalam keluarga ini bila aku diikut sertakan saat mencari Asta."


" Tentu. Makan malamnya sudah siap Mam?," tanya Rizky pada Sisil yang sudah selesai menyiapkan hidangan dimeja makan.

__ADS_1


"Sudah. Ayolah kita makan malam, sebelum masakannya dingin kembali !." kata Sisil sambil menarik kursi untuk suaminya .


__ADS_2