Izinkan Aku Membenci

Izinkan Aku Membenci
Episode 99.


__ADS_3

Kevin sudah menyelesaikan ceritanya tentang Pak Toha, tetapi Asta masih memandangi nya penuh rasa sayang dan perhatian. Dirinya sama sekali tidak mengira bahwa lelaki yang pada awalnya sangat arogan dan juga sinis mengenai hubungan pribadi antara pria dan wanita ternyata memiliki kisah kehidupan yang penuh perjuangan karena ia tidak mendapatkan dukungan dari Ayahnya yang lebih banyak menghabiskan waktunya bersama wanita lain.


" Aku bangga pada kalian berdua. Mas Kevin sebagai anak lelaki yang tahu apa yang diinginkannya serta Pak Toha sebagai pria dewasa yang memiliki kasih dan perhatian yang tidak terhingga pada seorang anak kecil sampai anak tersebut menjadi dewasa dan sukses, bahkan saat ini anak tersebut sudah berumah tangga," kata Asta dan ia meraih tangan Kevin dan menciumnya lembut.


" Ya. Aku adalah pria yang paling beruntung..., memiliki Pak Toha sebagai pembimbing ku dan pelindung ku serta Nik sebagai sahabat paling setia dan bersedia melakukan apapun untuk orang yang dicintai dan disayangi nya."


" Kau benar Mas, kehidupan kita sekarang sangat beruntung," jawab Asta menyetujui.


" Permisi, apakah aku mengganggu diskusi kalian ?, sepertinya sangat serius sekali sampai Mba memgetuk pintu dan mengucap salam ga dijawab," terdengar suara Sisil dari arah pintu membuat Asta tersenyum.


" Benarkah ?, maaf ya Mba, kami sama sekali tidak mendengar nya ," jawab Asta tersenyum malu.


" Oh ya, apakah dokter sudah datang untuk melakukan pemeriksaan ?," tanya Sisil dan ia meletakan minuman untuk Asta.


" Apa itu Mba ?," tanya Kevin ketika Sisil meletakan gelas berisi cairan berwarna hijau.


" Minuman untuk ibu menyusui agar ASI yang keluar kental dan juga lancar," jawab Sisil.


" Apakah kalian sudah makan ?," tanya Sisil pada mereka.


" Aku tadi sudah makan bubur Mba,"


" Aku sudah memesan makanan , bagaimana dengan Mba dan Meghan ?," tanya Kevin.


" Mba sudah makan, sementara Meghan ia sedang istirahat sambil menikmati makan siangnya ," jawab Sisil.


" Apakah kalian sudah memberinya nama untuk anak tampan ini ?," tanya Sisil dan ia tersenyum memperhatikan keponakannya yang tampan.


" Sudah Mba, namanya Zachery Ravindra Wiratama," jawab Kevin bangga.


" Boleh Mba tau artinya?,"


" Artinya seorang anak yang cerdas, optimis, jujur dan mempunyai jiwa petualang dengan kekuatan matahari. Aku ingin nantinya ia menjadi seorang lelaki yang tidak mudah menyerah untuk mendapatkan apa yang diinginkannya," jawab Asta bangga dan penuh harapan besar untuk putranya.


" Nama yang bagus dengan arti yang baik, semoga Zach mendapatkan kejayaan dan kemakmuran dunia akhirat. Aamiin," ucap Sisil .


" Aamiin ," sambut Asta dan Kevin berbarengan.

__ADS_1


" Permisi Kak, pesanan Pak Kevin sudah datang dan sudah ada dimeja makan ," beritahu Meghan pada Sisil.


" Makanlah, apakah kamu akan ke kantor ?," tanya Sisil.


" Iya Mba, aku ada meeting dan menurut Asta aku tidak boleh menundanya," jawab Kevin dan ia merasa berat untuk meninggalkan Asta dan putranya.


" Pergilah, ada kami yang menemani. Lagi pula setelah jam makan siang Mama dan Mba Dini juga akan datang. Oh ya apakah orang tuamu sudah dikabari ?."


" Sudah Mba, dan Papa maupun Mama belum bisa datang sekarang, karena mereka sedang tour ke Eropa. Sementara Amanda tadi sudah memberi kabar akan datang sore ini," jawab Kevin.


" Yang penting kalian sudah mengabari. Bagaimanapun kehadiran seorang cucu pertama dalam keluarga memiliki arti yang berbeda." ucap Sisil.


" Iya Mba."


" Ya sudah kamu makan dulu," perintah Sisil sementara dirinya sendiri duduk dekat buaian Zachery.


" Apakah Mba memikirkan apa yang aku pikirkan ?," tanya Asta pelan .


" Aku selalu terbuka dengan apa yang aku pikirkan hingga setiap orang dapat melihatnya, tetapi dirimu ?, siapa yang tahu apa yang berada didalam pikiranmu itu. Boleh Mba tahu Apa yang kamu pikirkan ?," tanya Sisil mengalihkan perhatiannya dari Zachery.


" Aku hanya berharap yang terbaik untuk putraku Mba, dan aku ingin Zachery tumbuh dengan semua kebaikan dan juga kebahagiaan yang layak dia terima." jawab Asta pelan.


" Sayang, Mba Sisil aku pergi dulu. Kalau dokter datang katakan pada Mas apa yang dikatakannya," ucap Kevin seraya mencium kening dan bibir Asta.


" Kalian sudah menjadi orang tua, biasakan dengan panggilan Papa dan Mama atau yang lainnya. Jangan sampai nanti anak kalian memanggil orang tuanya dengan nama atau Mas karena nama itulah yang pertama dan sering didengarnya," tegur Sisil pada kedua adiknya.


" Iya Mba, kami akan merubah panggilan kami," jawab Asta tersenyum malu sementara Kevin hanya tertawa sebelum ia meninggalkan Asta bersama dengan kakak iparnya.


" Eh Mba, aku mau tanya dong ?," tanya Asta sambil menyusui Zachery yang menangis ketika Kevin berpamitan.


" Mau tanya apa ?."


" Bagaimana Mba tahu mengenai Pak Toha ?," tanya Asta membuat Sisil tertawa.


" Memangnya kamu belum mendapat jawaban dari Kevin ?."


" Sudah. Aku kan bertanya bagaimana Mba bisa mengetahui nya ?."

__ADS_1


" Sebenarnya Mba dan Mas Rizky sudah merasa aneh dengan keberanian yang dilakukan oleh Pak Toha . Kami merasa aneh bahwa seorang sopir bisa bersikap lancang mencampuri urusan pribadi Majikannya. Apa yang dilakukan layaknya seorang Ayah, dan beberapa kali sebelum kalian menikah Pak Toha meminta agar kami tidak perlu mengikuti permintaan Kevin karena hal tersebut dapat menghancurkan kalian berdua."ujar Sisil kalem.


" Benarkah ?,"


" Hem, menurut nya Kevin memerlukan isteri dari keluarga yang dapat membuatnya merasa segan hingga dia dapat merasakan bahwa isteri nya adalah wanita yang wajib di berikan kasih sayang dan mendapatkan kehormatan tertinggi."


" Hanya karena itu ?."


" Jujur kami hampir melupakannya,sampai kami melihatnya kembali ketika berada di kantor kalian. Pak Toha mempunyai gerak tubuh yang sangat ringan dan hampir tidak terbaca ketika ia melihat ada orang yang berusaha mendekati Kevin. Dan hal tersebut jelas dirasakan oleh Mas Rizky maupun Ivan sehingga kami mencari tahu dan hasilnya seperti yang sudah kamu dengar dari Kevin."


" Jadi seperti itu...,"


" He eh, Zachery sudah tidur, sini Mba bantu meletakan nya di buaian!."


Asta baru saja merapikan bajunya ketika dokter datang untuk memeriksa dirinya.


" Bagaimana kabarnya, lega ?," tanya Dokter Rahmi.


" Alhamdulillah dok, tetapi rasanya masih nyeri ketika duduk," ucap Asta pada dokter Rahmi.


" Hal tersebut wajar, kan baru dilewati oleh anak tampan ini. Nah itu duduknya sudah diberi alas bantal yang tebal jadi tidak begitu nyeri bukan ?."


" Iya Dok, saya bersyukur Kakak saya inisiatif membawanya," jawab Asta senang.


" Semuanya akan pulih, dan rasa perih juga nyeri akan hilang dengan sendirinya. Apakah ada keluhan lain ?,"


"!Tidak dok."


" Baiklah, saya akan memberikan obat agar tidak merasakan sakit ketika ke toilet."


" Terimakasih dok, apakah besok saya sudah boleh pulang ?."


" Boleh, kalau memang sampai besok pagi tidak ada keluhan dibagian organ dalam."


" Terimakasih dok, semoga tidak ada yang mengkhawatirkan."


" Baiklah saya tinggal dulu ya, kalau ada sesuatu segera panggil suster !."

__ADS_1


" Ya dokter . Sekali lagi terima kasih."


__ADS_2