Izinkan Aku Membenci

Izinkan Aku Membenci
Episode 18.


__ADS_3

Kevin mengatakan akan mengalihkan saham miliknya yang berada pada bisnis property perumahan kepada Asta hanya karena ia tidak ingin bertemu dengan Yunita, mudah sekali membuat Asta menatapnya tidak mengerti .


" Kenapa ?," tanya Kevin.


" Aneh ."


" Apanya ?."


" Ya kamu, kamu memberikan saham hanya karna tidak ingin bertemu dengan Yunita, memangnya bertemu setiap hari lagi pula aku hanya berpikir kamu harus menegur dan menindak orang yang telah menyalah gunakan wewenang serta memalsukan tanda tanganmu karna itu melanggar hukum. Kau tahu kalau kamu mengalihkan saham mu kepadaku dengan alasan seperti itu aku mengganggap dirimu seperti anak-anak."


Mendengar penuturan Asta, Kevin tersenyum miring, lalu katanya pada Asta, " Aku akan menelpon Andi malam ini, bahwa dirinya harus bersiap mengundurkan diri. Apakah kamu suka ?."


" Bukan aku yang harus kamu tanyakan, tetapi apakah kamu mau perusahaan mu memiliki pegawai gelap," ucap.Asta dengan tegas. Ia merasa gemas mengapa Kevin membuatnya merasa semua ini keinginannya.


" Sudahlah aku akan mengantarmu pulang, besok kita bicarakan lagi mengenai Andi ." Kevin bangun dari kursinya diikuti oleh Asta.


Didalam mobil yang dikendarai oleh Kevin, Asta menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi sambil mendengarkan lagu.


"Bagaimana persiapan keluarga dirumah ?," tanya Kevin sambil melirik Asta.


"Aku tidak tahu, kenapa ?."


"Tidak ada apa-apa, hanya bicara saja," katanya sambil lalu .


" Apakah kamu sudah mengatakan pada Amanda ?."


" Belum, mungkin nanti malam atau besok. Boleh aku mengajukan permintaan?."


" Silahkan !."


" Bila nanti kita sudah menikah lalu kamu merasa kita harus berpisah, bisakah kamu mengatakannya padaku lebih dulu sebelum aku mengetahui nya dari orang lain !."

__ADS_1


"Tentu."


Dan mereka sudah tiba didepan rumah kost dimana Asta tinggal selama ini.


" Istirahat lah jangan selalu bekerja, aku hanya meminta mu bekerja malam bila memang harus,tetapi bukan setiap saat."


" Okey. Tapi jangan lupa untuk menghubungi pak Andi karna aku tidak mau Pak Derry mendapatkan kesulitan karna kelakuannya ," kata Asta mengingat kan Kevin membuat pria itu menatapnya tajam .


" Aku memintamu untuk istirahat dan tidak usah memikirkan pekerjaan !."


" Iyaaaa,aku masuk dulu selamat malam," katanya sambil membuka pintu mobil Kevin dan melangkah menuju pintu kostnya yang terdiri bangunan 3 lantai.


Kevin memperhatikan Asta yang melangkah masuk kedalam rumah dan dirinya baru menjalankan mobilnya saat Asta melambaikan tangannya dari kamarnya yang berada dilantai dua.


Kevin kembali mengemudikan mobilnya menuju Apartemen.


Malam ini saat berbaring dikamarnya Kevin merasakan sesuatu pada saat Asta mengatakan bahwa dirinya harus mengatakan padanya lebih dulu apabila ia ingin mengakhiri hubungan. Entah mengapa ia merasakan Asta merasakan sakit saat mengucapkan hal tersebut .


Tidak ingin terlalu terbawa perasaan Kevin menghubungi Amanda.


" Hallo Manda, kamu sedang bersama Asta tidak ?."


" Tidak, ada apa?,"


" Apakah Asta pernah cerita padamu, misalnya tentang diriku ?."


" Tidak pernah, Asta tidak pernah menceritakan apapun, tentang kakak maupun tentang keluarga nya, apakah ada sesuatu?."


" Tidak, aku hanya merasa bersalah menerima pernikahan yang disarankan orang tuanya ."


" Kak, apakah kakak sudah mulai menyukai Asta atau masih tetap keras kepala ?."

__ADS_1


"Maksud mu ?."


" Apakah kakak akan tetap membujang, bukankah kakak hanya akan membuat Yunita tertawa dengan anggapan kakak tidak bisa move-on."


" Tadi saat makan malam Asta menyinggung tentang Andi, apakah kamu mengetahui sesuatu ?."


"Tentang itu Asta bilang padaku bahwa ia ingin bicara padamu karna merasa tidak adil untuk Derry dan ia sempat menanyakan mengenai Yunita ."


" Dan kamu mengatakannya?."


"Hanya bilang Yunita itu istri Paman dan hubungan kalian kurang baik. Apakah kakak mengatakan siapa Yunita ?, lalu apa yang dikatakannya?."


"Dia hanya mengatakan apa alasannya dia berpaling dariku, dan mengatakan , ' apakah karna aku tidak perduli atau karna Ayah lebih dapat diandalkan ' awalnya aku merasa ia akan simpatik atau merasa kasihan, tetapi ia hanya berkata seperti itu tidak lebih," Kevin mengatakan pada Amanda apa yang dikatakan Asta saat ia mengatakan kalau Yunita adalah tunangannya sebelum menikah dengan Ayahnya dan hal tersebut membuat Amanda tertawa.


" Kenapa tertawa?," Kevin merasa tersinggung dengan Amanda yang menertawakan dirinya.


" Kak, Kakak itu lebih tua dari Asta. Tetapi aku merasa kakak seperti anak kecil didepannya . Benar tidak ?, dan sekarang kakak mengganggu istirahatku karna kakak tidak bisa menghentikan memikirkan Asta ."


" Sudah lah aku tutup telponnya, aku berharap dengan berbicara padamu bisa mendapatkan informasi tentang Asta dan bukannya diolok-olok oleh gadis sok tau seperti mu?," ucap Kevin membuat Amanda tertawa puas karna jarang sekali ia bisa menggoda Kevin.


Hubungan antara Kevin dan Amanda tidak ada yang mengetahui karna atas permintaan Amanda agar mereka merahasiakan hal tersebut.


Setahun lalu Amanda melamar kerja diperusahaan Kevin sebagai asisten sekretaris nya pada saat itu. Kevin merasa Amanda dapat diandalkan dan mau belajar tanpa harus menjadi nomor satu. Tingkah laku Amanda saat bertemu dengannya terkadang ada rasa takut tapi juga kadang tidak perduli apakah dirinya akan marah atau tidak. Dan Kevin baru mengetahui siapa Amanda saat ia mengunjungi makam ibu nya dan bertemu dengan Tante Nisa adik ibunya yang ternyata ibu dari Amanda asisten sekretaris nya. Saat itu Kevin menegur Amanda mengapa tidak mengatakan bahwa ia adik sepupunya tetapi jawabannya ia ingin bekerja sebagai dirinya bukan sebagai sepupunya Presdir dan ia hanya menginginkan posisi sebagai asistennya dan ia tidak mau ada yang mengetahui hubungan mereka terutama saat ayahnya bercerai dengan Yunita dan tidak lama kemudian menikahi Tante Nisa dengan demikian Amanda adalah adiknya juga.


Sementara itu dikamar kostnya Asta baru selesai sholat Isya, dan ia memikirkan kembali apa yang dikatakannya pada Kevin.


" Kenapa aku harus bicara seperti itu padanya, bukankah aku seharusnya tidak perduli ?, lagi pula aku seharusmya menyadari bahwa seorang Kevin tidak mungkin berhubungan dengan seorang gadis yang bahkan pacaran saja tidak pernah, apakah aku begitu menyedihkan ?." ucap Asta pelan dan pandangannya tertuju pada cincin tunangan yang diberikan Alex.


" Mengapa ia memberikan cincin semahal ini ?," Asta tidak mengerti dengan Kevin yang selalu mengatakan bahwa jangan memaksa nya untuk setia karena itu suatu kesia-siaan saja.


Rasa lelah yang dirasakannya hari ini membuat Asta cepat tertidur dan ia tidak lupa memasang alarm dihandphone nya.

__ADS_1


__ADS_2