Izinkan Aku Membenci

Izinkan Aku Membenci
Episode 108.


__ADS_3

Lalu lintas yang lancar saat menuju rumah membuat waktu tempuh mobil yang dikemudikan oleh Ivan lebih pendek hingga mereka tiba dirumah lebih cepat.


" Kaka, malam ini tolong temani Zachery ya, Om sama Tante mau pergi keluar dan besok baru kembali," ucap Asta sebelum mereka turun dan keluar dari mobil.


" Ya Tante, kalau tidak salah Tante tadi juga menghubungi Tante Sisil ya ?,"


" Iya, nanti Tante Sisil juga akan menginap disini, dan ia mengajak Faiqah dan Ishraq untuk menginap ."


" Benarkah ?, jadi ramai dong."


" He eh, katanya mereka mau berenang disini. Tidak masalah bukan kalau kami pergi keluar ?."


" Tidak Tante, karena Zachery juga tidak pernah rewel kalau Om maupun Tante pergi bekerja."


" Maaf ya sayang, sudah membuat Kaka repot dengan menjaga Zachery," ucap Asta pelan penuh rasa terima kasih.


" Tidak Tante..., Yang menjaga Zachery itu Mba Hesty dan Bik Nurul. Kaka hanya menjaga nya kalau mereka sedang sibuk saja." jawab Balqis merasa malu hati.


" Tante tahu kok. Kan ada cctv yang mengawasi kegiatan dirumah." jawab Asta tertawa kecil.


" Ayo keluar, Zachery mungkin sedang tidur ," ucap Asta pada Balqis.


Mereka segera keluar dari mobil dan masuk kedalam rumah.


" Tante, Kaka masuk kamar dulu ya," katanya pada Asta.


" Ya."


Setelah Balqis pergi dan masuk ke kamarnya, Asta juga melangkah menuju kamarnya setelah ia melihat tidak ada orang diruang keluarga.


Asta membuka pintu dan memasuki kamar lalu ia melihat Kevin dan Zach yang sedang tidur dengan pulas.


Setelah meletakkan barang belanjaan miliknya, Asta segera memasuki kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Dengan mengenakan daster tanpa lengan, Asta keluar dari kamar mandi dan ia melihat suami dan anaknya belum juga bangun sementara waktu Ashar sudah lewat, Asta tidak tahu apakah Kevin sudah sholat atau belum.


" Pa..., Papa... sudah sore, sudah sholat Ashar belum.?," kata Asta membangun kan Kevin sambil menepuk lengan Kevin.


" Hem, sudah. Papa sudah sholat, Zach juga sudah mandi," jawab Kevin sambil mengejap kan matanya.


" Oh. Memangnya Papa baru tidur ya ?," tanya Asta lagi, karena Kevin masih sangat mengantuk.


" Engga juga sih. Eh kok tumben pakai daster ?," tanya Kevin heran .


" He eh, tadi Mama selesai mandi sepertinya enak kalau pakai daster," jawab Asta tersenyum.

__ADS_1


" Mama tahu kalau pakai daster seperti itu benar-benar menggoda." kata Kevin tersenyum.


" Hem," jawab Asta hanya melirik saat tangan suaminya berada di pahanya.


" Mama sudah bilang ke Mba Sisil ?."


" Sudah. Dan mereka akan datang sore ini. Mama juga sudah bicara dengan Balqis supaya bisa bantu jaga in Zachery," jawab Asta tertawa saat melihat Kevin mengucap syukur dengan gayanya yang terlihat konyol.


" Memang kita mau kemana sih ?," tanya Asta penasaran.


" Cari lokasi yang bisa membuat Papa bisa melakukan semua yang Papa inginkan pada Mama, tanpa batasan apapun." jawab Kevin dengan wajah yang terlihat seperti membayangkan hal tidak senonoh.


" Memangnya sampe segitunya ya Pa ?," tanya Asta jengah.


" Apanya ?."


" Piktor ," jawab Asta kesal.


" Kok piktor ?, memangnya Mama ga suka ?," tanya Kevin tertawa.


Belum sempat Asta menjawab, terdengar nada panggilan pada handphonenya yang di letakan dimeja dan terlihat nama Amanda pada layar handphone nya.


" Halo Assalamualaikum."


" Bos,bos...!, kabar aku baik, bagaimana denganmu ?, mengapa kamu tidak main kesini ?."


" Katakan pada suami mu jangan berikan aku pekerjaan yang terlalu banyak. Dia mesti tahu aku tidak seperti istrinya yang super," ujar Amanda tertawa.


" Hey, bagaimana jadi tahun ini ?," tanya Asta dan ia melihat Kevin menatapnya penuh tanya.


" Insya Allah. Doakan agar semuanya lancar ya ?."


" Pasti akan aku doakan, aku juga ga mau temanku jadi jomblo kaya raya ," jawab Asta tertawa.


" Terus saja tertawa. Asta sebenarnya ada hal penting yang ingin aku bicarakan denganmu, apakah kita bisa bertemu ?."


" Soal pribadi atau pekerjaan ?."


" Pribadi. Apakah besok kita bisa bertemu ?."


" Besok aku tidak bisa. Bagaimana kalau Senin kamu kerumah."


" Ke rumah ?, apakah kamu tidak kekantor ?."


" Maksud ku sore sepulang kerja."

__ADS_1


" Berarti ada Kak Kevin dong ?."


" Memangnya kenapa kalau ada kakakmu ?, aku justru lebih suka bila bicara masalah pribadi dengan para kakakku."


" Baiklah. Aku akan ke rumahmu sepulang kerja. Kalau begitu aku tutup dulu ya !."


" Oke, sampai jumpa hari Senin."


Asta kembali meletakan handphonenya dimeja, dan ia melihat Zachery yang sudah bangun dan menatapnya dengan matanya yang jernih.


" Halo anak Mama," ucap Asta menghampiri Zach yang sudah duduk disebelah Kevin.


" Mama...," katanya sambil mengulurkan tangan minta digendong.


Asta segera menggendong Zachery sementara Kevin juga ikut bangun dan segera menuju kamar mandi.


" Mama..., mau sama Kaka," ucap Zach yang minta bertemu dengan Balqis.


Sambil mengendong Zach, Asta berjalan keluar dari kamar menuju ruang keluarga.


" Eh ada siapa tuh ?," kata Asta pada Zach yang begitu gembira ketika melihat Ishraq putra bungsu Rizky yang berusia 5 tahun.


" Mama kemana sayang ?," tanya Asta pada Faiqah, saat keponakannya menghampiri dan menyalaminya dengan mencium tangannya.


" Mama, sepertinya dikamar Kaka Balqis ," jawab Faiqah.


Setelah memanggil Hesty yang bekerja membantu Bik Nurul dalam menjaga Zachery, Asta menuju kamar Balqis untuk menemui Sisil.


" Permisi, boleh aku masuk ?," tanya Asta ketika melihat pintu kamar keponakannya terbuka.


" Masuklah !," kata Sisil yang sedang melihat handphone milik Balqis.


" Ada apa ?," tanya Asta penasaran.


" Barusan Kaka mendapat pesan seperti ini ," jawab Sisil dan ia memberikan handphonenya pada Asta.


" Apakah Kaka pernah menerima pesan seperti ini sebelumnya ?," tanya Asta curiga.


" Ga pernah Tante, makanya Kaka heran. Karena Tante tadi masih berada dikamar, Kaka belum sempat memberitahu. Kebetulan Tante Sisil datang jadi Kaka langsung bilang," jawab Balqis menjelaskan.


" Menurut Kaka siapa yang melakukannya ?," tanya Sisil.


" Yang pasti orang yang suka dengan Alva," jawab Balqis kesal.


" Alva ?,"

__ADS_1


__ADS_2