
Asta memasuki ruang kerja Kevin ketika waktu istirahat tiba. Dia melihat Kevin duduk menyandar di kursi kebesarannya dengan mata terpejam tetapi Asta yakin suaminya tidak tidur karena ia melihat gerakan jari telunjuk Kevin yang mengetuk-ngetuk tangan kursi.
" Apakah Mas sedang mendengarkan musik tanpa suara sehingga begitu terbawa suasana ?," tanya Asta lembut dan cukup menarik perhatian Kevin sehingga suaminya membuka matanya dan tersenyum.
" Kau benar, kadang musik tanpa suara itu sangat menghanyutkan karena hanya kita yang mendengar dan mengerti artinya ," jawab Kevin tersenyum.
" Apakah sudah bertemu dengan Derry ?," tanya Kevin sambil melangkah mendekati Asta dan memeluk pinggangnya ketika sudah berada didepan Asta.
" Sudah. Maaf tidak memberitahu Mas ketika aku tiba disini." kata Asta menyentuh mulut Kevin dengan jarinya.
" Tidak masalah. Bagaimana hasilnya ?,"
" Semuanya sudah dikerjakan oleh Lukas dan Amelia. Selanjutnya aku akan melakukan kunjungan ke kantor pusat sebulan sekali. Tentu saja selama tidak membahayakan kehamilan ku dan disesuaikan dengan jadwal mu keluar negeri. Bagaimana menurut mu ?,"tanya Asta meminta pendapat pada Kevin.
" Aku mendukung mu. Terima kasih sudah bersedia menyesuaikan dengan jadwalku." ucap Kevin mengecup bibir Asta lembut. Lalu Kevin melepaskan pelukannya dan berjalan ke sofa.
" Apakah kamu ingin makan di kantin atau disini ?," tanya Kevin sambil melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan waktu istirahat.
" Disini saja." jawab Asta.
Asta meminta ob agar memesan makanan untuk 3 orang.
" Kenapa Kak Rizky tidak masuk ?."
__ADS_1
" Sebentar lagi mungkin. Tadi ia masih bicara dengan Lukas," jawab Asta dan tidak berapa lama orang yang dibicarakan masuk.
" Kak, aku sudah meminta ob untuk memesan makanan di kantin. Kita makan siang disini saja ya." kata Asta ketika Rizky sudah masuk dan duduk bersama Kevin di sofa.
" Pesan 2 saja, aku akan langsung ke kantin," ucap Rizky pada Asta.
" Mengapa tidak makan bersama kami saja ?," tanya Kevin.
" Aku akan sholat dhuhur dulu, nanti baru makan siangnya," jawab Rizky, dan ia segera berdiri .
" Baiklah. sudah aku batalkan," ujar Asta yang baru selesai menghubungi ob lagi.
" Oke, aku ke musholla dulu. Dimana musholla nya ?,"
" Baik, kalau kalian sudah siap pergi, hubungi saja aku !."
" Oke." jawab Asta dengan senyum manisnya membuat Rizky tertawa, kemudian ia pun meninggalkan ruangan Kevin.
"Kemari lah !, ada yang akan aku sampaikan padamu." ucap Kevin pada Asta yang masih berdiri dekat jendela.
" Ada apa ?," tanyanya berjalan ke sofa.
" Besok sekretaris ku yang bekerja di kantor New York akan datang kesini. Aku memanggilnya karena aku membutuhkan tenaga yang cekatan dan terampil seperti dirimu. Karena seperti kamu ketahui Amanda akan memegang perusahaan textile milik Papa."
__ADS_1
" Mengapa Mas harus memanggilnya ?, lalu siapa yang memegang usaha Mas di sana ?, aku rasa lebih baik tetap di sana. Bagaimanapun Mas memerlukan orang yang sudah bisa dipercaya dan menangani perusahaan di sana," tanya Asta.
" Apakah kamu punya usul ?,"
" Aku lebih memilih ibu Lidya sebagai sekretaris Mas Kevin. Aku merasa dia cukup cekatan dan juga tidak banyak bicara. Jadi tidak perlu ada perubahan besar untuk masalah yang kemungkinan akan timbul bila sekretaris Mas yang di New York datang kesini ?," kata Asta menjelaskan.
" Jadi itu pendapatmu ?."
" He eh, aku hanya berpikir praktis nya saja. Karena aku juga berencana agar Lukas atau Amelia kembali ke negara mereka. Karena pekerjaan mereka lebih banyak di sana. Dan seperti Mas Kevin tidak mungkin memindahkan kantor pusat ke Jakarta ini."
" Kamu benar. Apakah kamu sudah sampaikan pendapat mu pada mereka ?,"
" Belum. Aku harus berpikir secara matang lebih dulu. Karena aku merasa Pedro sudah terlalu banyak mendapat pekerjaan ." jawab Asta pelan.
" Apakah kamu mencurigai Pedro ?,"
" Tidak. Bagaimanapun dia sudah menjaga diriku dan juga ' tuan ' dengan baik. Aku merasa ia membutuhkan waktu untuk kegiatan sosialnya dan tidak harus bekerja terus." jawab Asta tersenyum membuat Kevin menatap Asta dengan tatapan yang sulit diartikan.
" Kenapa ?."
" Tidak apa-apa. Terima kasih sudah memperhatikan orang-orang yang sudah bekerja dengan Nik."
" Hey, bukankah ' tuan ' dewa penolong Mas Kevin, sudah seharusnya aku memperhatikan mereka."
__ADS_1
Dan tidak berapa lama ob datang dengan membawa pesanan Asta, dan merekapun segera menikmati makan siang karena mereka masih ada rencana untuk keluar untuk melihat rumah yang akan mereka beli.