Izinkan Aku Membenci

Izinkan Aku Membenci
Episode 9.


__ADS_3

Malam itu Asta merasa sangat jengkel karna tidak mempunyai pendirian dan sangat mudah dibujuk oleh Kevin, tapi ia juga merasa Kevin benar, bahwa ia sudah keterlaluan menyerang Monica .


" Aaaah, bodoh bodoh bodoh, ngapain juga aku ikut campur urusan Mereka, bikin kepalaku pusing saja," Asta mengomel pada dirinya sendiri.


Karna belum juga bisa tidur ia keluar untuk mengambil laptop dan tas kerja yang berada dimeja Kevin. Biasanya ia bekerja diluar kamar, tapi malam ini ia tidak mau bertemu dengan bos nya itu . Asta telah masuk kembali kekamar nya, dan ia tidak tahu Kevin memperhatikan dari cctv dikamarnya saat dirinya mengambil laptop dan tas kerja.


" Apa yang akan dilakukan nya, sudah malam begini ?," Kevin tidak mengerti dengan sekretaris nya itu.


Setelah menyelesaikan tugasnya untuk esok, akhirnya rasa mengantuk menghampiri nya. Buat Asta bukan berapa lama ia tidur, tapi yang penting kualitas tidurnya .


Kevin sudah berada didapur dan sedang menikmati kopi nya , sudah hampir setengah jam ia menunggu Asta tapi gadis itu belum juga keluar, dengan menahan rasa sabar ia menuju meja kerjanya dan melihat pesan Asta yang ditempelkan pada meja .


" Maaf pak, saya berangkat lebih dulu ,"


" Apa maksudnya dia sudah berangkat lebih dulu ?, Astari kamu menguji kesabaran ku ," bisik Kevin dengan jengkel dan ia meremas pesan dari Asta .


Sementara itu, Asta sudah tiba dikantor sangat pagi sekali , dan ia sempat ditegur oleh security yang merasa heran karna sekretaris Presdir sudah datang , biasanya Asta datang bersama Presdir .


" Selamat pagi Bu ?."


" Selamat pagi juga Pak, saya bisa masuk kan ?."


" Bisa Bu, silahkan ."


Asta masuk ke lift menuju lantai tujuh belas. Ia masih merasa tidak menerima dengan kejadian semalam dan sebenarnya Ia merasa sangat kekanak-kanakan tapi entah mengapa ia melakukan nya dan hal tersebut membuat sangat marah pada dirinya sendiri.


Asta sedang menyiapkan berkas yang akan diserahkan pada Kevin sementara Amanda belum sampai kantor.


Karna jam kerja belum dimulai ia mendengar kan musik melalui handphone nya dan secara tiba-tiba Kevin mengambil handphonenya dengan kasar serta melemparkan pesan yang ditulis Asta.


" Hei...."


" Apa hey, apakah kamu sudah bosan bekerja disini ?,kalau ya silahkan mengundurkan diri ," suara Kevin sangat keras dan juga terdengar mengancam.


Mendengar perkataan Kevin, Asta hanya tersenyum sinis.


" Saya tidak bosan bekerja disini karna salary yang saya terima cukup tinggi, sedangkan tulisan ini sama sekali tidak berhubungan dengan pekerjaan saya. Apakah menurut Bapak ada hubungannya?."


" Kamu besar kepala Astari, kalau begitu aku persilahkan kamu untuk mencari tempat tinggal lain. Aku beri waktu hari ini untuk berkemas kalau tidak aku akan membuang semuanya."


" Pak Kevin, semua yang ada disana adalah yang Bapak belikan. Jadi terserah mau Bapak apakan," Asta membalas ancaman Kevin dengan berani.


Kevin dan Asta saling memandang dengan sinar permusuhan, diantara mereka tidak ada yang mau mengalah sampai Amanda masuk dan menatap mereka dengan pandangan heran .


" Aku minta laporan pekerjaan hari ini secepatnya," Kevin masuk keruangan nya meninggalkan Asta yang segera duduk dengan gemetar.


" Bagaimana mungkin aku bisa serumah dengan nya ?," keluhnya dalam hati.


" Ada apa As ?, sudah beberapa hari ini Pak Kevin tidak terdengar marah dan sejak kamu bekerja malah sering tersenyum," tanya Amanda penuh perhatian.

__ADS_1


" Tidak apa-apa, aku hanya sempat menyinggung nya, aku kedalam dulu ya ," Asta membawa berkas yang diminta Kevin membuat Amanda merasa bingung.


Asta masuk keruangan Kevin dan ia melihat pria itu menatap keluar jendela.


" Permisi Pak, ini berkas yang bapak minta ," Asta meletakkan file di meja kerja Kevin.


Kevin tidak menjawab nya hanya memandang tajam Asta.


" Apakah saya perlu keluar sementara bapak periksa laporan tersebut?," tanya Asta dengan suara seperti biasanya.


Kevin menuju mejanya dan mengabaikan nya. Ia hanya membaca laporan tersebut sementara Asta menunggu dengan sabar.


Hampir 1 jam Kevin membiarkan Asta berdiri menunggu nya .


" Buat laporan resmi nya kemudian minta Amanda untuk menyampaikan kesetiap bagian ," ujar Kevin sambil menyerahkan kembali pada Asta.


Asta kembali mengerjakan laporan yang diminta Kevin, sementara Amanda sendiri sedang merekap laporan dari setiap bagian untuk diserahkan pada Asta untuk diperiksa.


Amanda melihat wajah Asta yang sangat serius dan ia tersenyum karna terkejut ketika Asta bertanya.


" Ditempat mu masih ada kamar kosong Manda ?"


" Hah, eh masih kok, kebetulan disebelah kamarku baru pindah kemarin ."


" Kenapa pindah ?."


" Dia sudah resign jadi mau cari tempat yang lebih murah ," Amanda menjelaskan.


" Boleh, berapa biaya sewanya, nanti aku transfer untuk biaya sewanya. Fasilitas sudah lengkap kan ?."


" Sudah lah."


" Sip, tolong bantu ya. Okey aku masuk dulu ."


Mereka masih bekerja dengan serius ketika Kevin keluar dari ruangannya dan melihat mereka masih sibuk bekerja.


" Sudah jam istirahat kalian tidak makan siang ?," tanya Kevin pada mereka .


" Iya Pak. ini sedang menyimpan hasil ketikan ," jawab Amanda sementara Asta hanya mengangguk.


Kevin meninggalkan mereka, dan entah mengapa ia ingin melihat dan mencoba makan siangnya dikantin perusahaan.


Seperti biasa, Asta mampir ke musholla lebih dulu untuk sholat dhuhur sebelum makan siang.


Sementara itu dikantin terjadi kehebohan karna seorang Presdir hadir bersama mereka untuk makan siang meskipun ditempat yang berbeda , tetapi untuk sebagian karyawan terutama karyawan wanita benar-benar suatu anugerah karna bisa melihat Presdir mereka yang misterius.


" Manda, beneran itu Presdir kita ?, gila kamu beruntung banget bisa sering melihat wajahnya ?," Tiwi bertanya tanpa mengalihkan pandangannya dari Kevin.


" Mimpi apa aku semalam bisa melihat wajah Presdir kita ," Diana ikut memandang keruangan disebelah mereka.

__ADS_1


" Eh, kalau Presdir saja makan disini lalu kemana sekretaris nya ?," tanya Tiwi memandang berkeliling.


" Benar, mengapa dia tidak ikut turun ya," Diana ikut bertanya sambil memandang Amanda.


Sebenarnya bukan hanya Tiwi dan Diana yang bertanya tetapi juga Kevin , ia merasa penasaran dan mencari Asta dengan matanya dan ia melihat Amanda tidak bersama dengan Asta.


" Selamat siang Pak. Suatu kebahagiaan kami bisa menikmati makan siang bersama Bapak," sapa Krisna dengan hormat yang dibalas Kevin dengan anggukan kepala .


Sementara mereka semua menikmati makan siang dengan penuh kegembiraan karna dapat melihat Presdir , Asta justru sedang menikmati istirahat nya dengan tidur di musholla setelah selesai sholat dhuhur. Ia tidak perduli dengan pesan maupun telpon yang masuk di handphone nya .


Dua puluh menit sebelum jam istirahat berakhir, alarm handphone nya berbunyi dan ia segera bangun,lalu cuci muka dan merapikan makeup nya baru ia keluar menuju kantin.


Wajahnya yang terlihat segar sangat enak dipandang dan siang ini dia ke kantin sendirian karna tidak bertemu dengan Lidya seperti sebelumnya.


" Biasanya Astari sudah turun makan, kenapa dia belum turun ?," terdengar suara Krisna pelan dan ia langsung diam saat Kevin menatap nya tajam.


" Maaf pak, bukan maksud saya lancang ," Krisna tidak berani bicara lagi .


Setelah selesai menikmati makan siang, Kevin kembali keruang kerjanya diikuti yang lainnya .


Sementara dibagian karyawan hanya tinggal beberapa orang saja yang masih berada disana. Asta memasuki kantin tanpa lihat kiri dan kanan langsung menuju tempat minuman dan memesan segelas jus alpukat serta salad buah.


Seperti bekerja, untuk makan pun dilakukan Asta dengan cepat hingga ia tidak membuang waktu lama untuk menyelesaikan semuanya .


Dilantai 17 Kevin merasa serba salah dengan yang terjadi antara dirinya dengan Asta. Tetapi ego nya yang tinggi membenarkan tindakannya , sesuatu yang sangat tidak masuk akal untuk dirinya karna tidak seperti Asta, ia tidak merasa tenang .


" Amanda, masuklah ," Kevin meminta Amanda untuk menemuinya melalui intercom.


" Permisi Pak, "


" Duduklah !."


" Apakah Astari makan siang diluar ?."


" Tidak pak ," Amanda merasa aneh mendengar Kevin menanyakan Asta.


" Lalu mengapa tidak bersamamu?."


" Biasanya Asta sholat dhuhur dulu pak dan istirahat sebentar sebelum turun makan," Amanda menjawab pertanyaan Kevin dengan suara pelan.


" Apakah ia selalu seperti itu ?."


" Selalu Pak, itu yang dilakukan Asta ketika mulai bekerja disini . Dan mungkin dia sudah kembali sekarang. Apakah saya perlu memanggil nya ?."


" Tidak perlu , katakan saja aku memintanya membawa hasil kerjanya sekarang."


" Baik Pak," Amanda meninggalkan ruangan dan benar saja Asta sudah berada dikursinya dan sudah membuka laptop nya.


" Asta , Pak Kevin minta kamu membawa hasil kerjamu ditunggu sekarang," Amanda menyampaikan pesan dari Kevin pada Asta yang terlihat segar .

__ADS_1


" Okey," katanya tersenyum sambil bangkit dari duduknya .


" Ini ada apa sih , kenapa sikap mereka benar-benar aneh ?," tanya Amanda dalam hati.


__ADS_2