Izinkan Aku Membenci

Izinkan Aku Membenci
Episode 112.


__ADS_3

Disaat 2 keluarga besar semua berkumpul maka yang terjadi adalah kegembiraan karena jarang sekali mereka bisa bertemu dalam satu tempat.


" Apakah Kevin membuatmu tidak bisa istirahat ?," goda Sisil melihat wajah adiknya yang terlihat sangat lelah.


" Hem, apa Mba ingin tahu ?," balas Asta menggoda iparnya.


" Tidak, tapi aku merasa Kevin seperti belum puas dengan bulan madu sehari kalian. Tapi kami tidak akan pergi begitu saja, karena membuat kami berkumpul di rumahmu adalah ide nya," ucap Sisil tertawa ketika beberapa kali ia melihat Kevin menatap Asta dengan penuh arti.


" Aku akan mengikuti kalian Mba. Apa Mba tahu siapa kekasih Kak Bima sekarang ?," tanya Asta ketika ia melihat kakak lelakinya yang masih lajang tengah tertawa bersama dengan Amanda.


" Tidak. Tapi Mba rasa ia sedang dekat dengan Amanda."


" Engga, Amanda sudah mempunyai kekasih, dan dia adalah Derry." jawab Asta memperhatikan sahabatnya yang tengah tertawa bersama Kakaknya.


" Sayang sekali, sepertinya mereka cocok satu sama lain," ucap Sisil pelan.


" Kalau tidak berjodoh mau bagaimana lagi Mba ."


Mereka berdua masih asik berbicara ketika Kevin menghampiri Asta sambil menggendong Zach yang sepertinya mulai rewel.


" Sepertinya Zach mengantuk ," kata Kevin ketika ia sudah berada didepan Asta dan Sisil.


" Hem, anak Mama sudah mengantuk ya...?," ucapnya dan Zach memeluk mamanya erat .


Dengan penuh perhatian dan kasih sayang, Asta membawa putranya kekamar mereka, sementara Kevin kembali bergabung dengan para iparnya.


" Apakah kamu sudah siap untuk menambah momongan ?," tanya Krisworo kalem.

__ADS_1


" Sudah pasti siap Kak, bagaimanapun kami baru memiliki Zach, dan aku tidak ingin Zach menjadi satu-satunya," jawab Kevin tertawa.


" Benar, kami semua mempunyai 2 orang anak, dan melihat bagaimana dirimu, aku rasa kalian akan mempunyai anak sedikitnya 4 orang," ledek Rizky yang disambut oleh tawa mereka.


" Seperti kamu tidak menikmati prosesnya saja," balas Kevin membuat Rizky garuk kepala.


" Dan bisa jadi saat ini Sisil sedang mengandung," ucap Krisworo membuat Kevin menatap iparnya tajam.


" Hey, kenapa mencuri start ?, bukankah yang bilang mau tambah anak itu aku ?,"tanya Kevin yang dibalas Rizky dengan cengiran.


" Belum, Sisil belum hamil kok, karena kalau istriku hamil maka aku jamin kita semua akan tahu ," jawab Rizky kalem.


" Mengapa bisa begitu ?," tanya Kevin tidak mengerti.


" Karena Sisil biasanya mengidam dengan keinginan yang sangat luar biasa," jawab Krisworo tertawa keras.


" Hebat, aku harap saat Asta hamil nanti tidak mempunyai keinginan yang aneh-aneh," kata Kevin disela tawanya.


Mereka bertiga berbicara sambil tertawa begitu lepas membuat keluarga yang lainnya memperhatikan tingkah laku mereka.


" Apa yang diobrolkan mereka hingga tertawa begitu keras ?," tanya Nyonya Ardiani pada menantunya Dini.


" Entahlah Mam, sepertinya mereka bicara sangat seru, dan aku yakin bukan masalah pekerjaan yang menjadi bahan pembicaraan mereka," jawab Dini memperhatikan Krisworo yang tertawa.


" Benar, entah siapa yang menjadi korban dari mereka," kata Mama lagi.


" Selama aku mengenal Kevin, baru kali ini aku melihat dirinya tertawa begitu lepas. Aku begitu bahagia karena dia memiliki keluarga yang sangat mendukungnya," ucap Mama Nisa terharu.

__ADS_1


" Kita semua adalah keluarga, dan sudah menjadi kewajiban kita untuk saling mendukung," ujar Mama membalas ucapan besannya.


" Bagaimana dengan Amanda, apakah ia sudah pasti dengan rencananya ?," tanya Mama pada besannya.


" Insya Allah siap Mba, aku hanya mengikuti apa yang mereka inginkan saja dan berharap yang terbaik ." jawab Mama Nisa mengenai putrinya yaitu Amanda.


" Awalnya aku mengira Amanda dan Bima berjodoh, ternyata mereka hanya berteman saja. Mungkin mereka merasa berteman akan memiliki hubungan yang lebih baik. Bagaimanapun kakak dan adik mereka sudah menikah lebih dulu," ujar Mama dengan penuh perhatian.


" Benar Mba, awalnya aku juga berpikir begitu." jawab Mama Nisa tertawa.


Sementara yang menjadi bahan pembicaraan para ibu sedang melempar candaan antara keduanya.


" Kira-kira apa yang dibicarakan para ibu kita?,"


tanya Bima sambil tersenyum.


" Menurutku mereka sedang membicarakan prediksi mereka yang ternyata meleset tentang hubungan kita," jawab Amanda menyandar ditembok.


" Mungkin. Hey... kamu serius dengan Derry ?," tanya Bima pada wanita yang berdiri didepannya.


" Tentu saja serius. Kau tahu Bim, bahwa Derry sudah menyukaiku sejak aku mulai bekerja sebagai sekretaris kakak."


" Benarkah ?, bukan hanya rayuan ketika ia tahu kalau kamu adalah adik Presdir ?."


" Aku rasa tidak. Bagaimanapun Derry sudah beberapa kali menyatakan perasaannya padaku bahkan sebelum Asta bekerja, tetapi aku ragu karena apa yang pernah aku alami sebelumnya. Kamu sendiri bagaimana ?, mengapa masih tenang saja, apakah kamu tidak khawatir dengan pria yang menurutmu sering mengganggu wanita yang menjadi incaran mu."


" Aku sudah memutuskan untuk melepaskan. karena aku sama sekali tidak menyukai wanita yang setiap bertemu selalu membicarakan kelebihan pria yang tertarik dengannya."

__ADS_1


" Makanya, kalau ngajak kencan perempuan itu tunjukan dirimu sebagai laki-laki yang sudah mapan ," ujar Amanda memberi ide.


" Tidak. Kalau perlu aku memperkenalkan diri sebagai pengangguran," jawab Bima sambil tertawa kecut yang dibalas dengan tawa geli Amanda.


__ADS_2