Izinkan Aku Membenci

Izinkan Aku Membenci
Episode 110.


__ADS_3

Mereka masih terdiam dan sibuk dengan pikiran mengenai Mayang, bocah berusia 10 tahun yang harus mengalami nasib yang kurang beruntung.


" Baiklah, Kaka rasa semuanya sudah jelas dan sekarang sudah mendekati waktu Magrib. Jam berapa kalian akan berangkat ?," tanya Rizky.


" Nanti setelah Isya. Bagaimana kalau kita sholat Magrib berjamaah saja," kata Kevin pada Rizky.


" Aku rasa bagus seperti itu," jawab Rizky.


Setelah selesai sholat Magrib berjamaah dimana Rizky sebagai imamnya, Kevin dan Asta segera bersiap untuk pergi ketempat yang masih dirahasiakan oleh Kevin.


" Kak Rizky dan Mba Sisil aku titip Zachery dan Balqis ya, Aku akan memberi kabar begitu kami sampai tujuan." ucap Asta dan ia menyerahkan Zachery kedalam gendongan Sisil.


" bye bye Mama, hati-hati.., Papa jaga Mama !," ucap Zach dengan suaranya yang terdengar lucu dan menggemaskan.


" Mama pergi dulu ya sayang, jangan nakal dan rewel, oke ,* ucap Asta memberikan ciuman pada putranya diikuti oleh Kevin.


Didalam mobil yang dikendarai oleh Kevin, Asta terlihat lebih banyak diam karena ia merasa berat meninggalkan Zachery dirumah meskipun ada Kakaknya yang menjaga putra dan keponakannya.


" Ada apa ?," tanya Kevin sambil meliriknya.

__ADS_1


" Tidak ada apa-apa. Kita mau kemana Pa ?," tanya Asta manja.


" Hanya dipinggiran kota saja," jawab Kevin tersenyum.


Setelah 2 jam lebih mereka tiba disebuah Villa yang tidak cukup besar.


" Kita kesini ?, mengapa tidak ke Villa keluarga saja ?," tanya Asta tertawa ketika mereka tiba dan keluar dari mobil.


" Kalau villa milik keluarga terlalu besar, sedangkan Papa hanya ingin berdua saja dan sama sekali tidak membutuhkan tempat yang besar ," bisik Kevin sambil memeluk Asta dengan mesra.


" Apakah kita akan berdiri diluar saja ?," tanya Asta tersenyum menggoda.


" Tidak. Kita akan masuk kedalam, karena udara diluar terlalu dingin ," jawab Kevin.


" Selamat datang sayang, semoga kamu menyukainya," bisik Kevin setelah pintu terbuka.


" Aku..., aku benar-benar menyukainya. Dan ini seperti perwujudan dari mimpiku. Tapi bagaimana Papa tahu ?," tanya Asta memandang sekeliling nya.


" Sebenarnya nya tanpa sengaja aku menemukan gambar di notulen yang berada di laci meja mu. Lalu aku mendiskusikan pada Pak Rahmat yang membangun villa ini." jawab Kevin menyerahkan gambar yang dimaksud pada Asta.

__ADS_1


" Terima kasih sayang..., aku benar-benar menyukainya. Apa Papa tahu kapan aku menggambar ini ?,"tanya Asta tersenyum.


" Tidak, memangnya kapan Mama menggambar ini ?."


" Pada hari pertama saat Mama bekerja sebagai sekretaris Papa," jawab Asta tersenyum, teringat ia begitu perhatian dan tertarik dengan garis wajah Kevin dan mulai menggambar wajah Kevin yang sedang memandang keluar jendela kantornya kemudian ia menambahkan obyek bangunan yang menjadi pusat perhatiannya.


" Bisakah kita istirahat sekarang ?, aku merasa lelah setelah mengemudi cukup lama." ucap Kevin kembali memeluk Asta dan mulai menciumi leher dan tengkuknya.


" Apakah Papa tidak ingin bersih-bersih dulu ?,"tanya Asta kembali menggoda.


" Kita mandi bareng ," jawab Kevin yang langsung membopong tubuh Asta hingga ia tertawa melihat kelakuan Kevin.


Wajah Kevin diselimuti oleh gairah yang tinggi ketika memberikan kemesraan dan menyatukan dirinya.


Dengan tubuh mereka yang polos, Kevin membawa Asta ketempat tidur dan kembali memberi dan menerima semua gairah yang ada, entah berapa kali mereka mencapai kepuasan sampai akhirnya mereka tertidur karena lelah dan kecapean.


" Kamu adalah lelaki milikku yang sangat perkasa, dan aku bersyukur mampu mengimbangi dirimu. Apakah aku bisa terus menjadi satu-satunya wanita milik mu ?," bisik Asta lembut sambil menyelusuri garis wajah Kevin dengan jari telunjuknya.


" Kamu akan terus menjadi satu-satunya wanita dalam hidupku. Meskipun nanti kita akan mempunyai seorang putri, tapi dirimu tetaplah menjadi wanita ku. Wanita seksi ku yang sangat aku cintai dan selalu mampu menerima diriku dalam hidup, hati dan juga tubuhmu," jawab Kevin dan ia menangkap jari Asta dan membawa nya ke bibirnya .

__ADS_1


Dengan penuh rasa cinta dan juga sayang, Kevin menciumi jari jemari Asta dan terus kebagian tubuhnya yang lain hingga gairah mereka bangkit kembali.


Malam itu mereka tidak melakukan apapun selain bercinta, seperti yang dikatakan Kevin sebelumnya bahwa ia ingin melakukan sesuatu pada isterinya tanpa ada batasan dan juga gangguan disaat ia bekerja.


__ADS_2