
Setelah memutuskan pembicaraan dengan Rizky, Asta menatap Kevin dan ia bertanya dengan pelan.
" Apakah Mas Kevin akan menuruti permintaan ku, bila aku mengatakan aku ingin Mas Kevin kembali menangani perusahaan Wira Pratama dari Jakarta ?."
Kevin menatap Asta serasa tidak percaya bahwa ia akan mendengar kalimat seperti itu.
" Aku akan melakukan nya, asalkan kita kembali bersama, tinggal bersama sebagai suami istri seperti yang lainnya."
"Itu sih cari kesempatan aja Mas." kata Asta tertawa.
" Aku menyukainya , sudah lama sekali aku tidak melihat mu tertawa."katanya membuat Asta cemberut.
" Tentu saja, bukankah kita memang tinggal terpisah selama ini ?."
" Asta...!"
" Aku akan kembali tinggal bersamamu meskipun akan lebih menyenangkan bila dapat tinggal bersama orang tua ku, karena aku tidak merasa sendiri ketika kamu pergi kerja ." kata Asta pada akhirnya.
" Apakah kamu ingin kembali bekerja ?, tetapi saat ini kamu sedang hamil muda, dan aku sama sekali tidak ingin terjadi sesuatu pada kalian."
" Dulu berhenti kerja juga karena ingin hamil. Bagaimana kalau aku memiliki toko, seperti toko Furniture mungkin ?, bukankah Wira Pratama juga memiliki bisnis tersebut ?,"
" Ide bagus. Bagaimana kalau kamu yang memegang divisi furniture?, jadi segala macam kontrak kerja maupun penjualan furniture kamu yang kelola. Sudah lama aku ingin memisahkan agar dapat berdiri sendiri ."
" Terserah Mas Kevin saja ."
" Baiklah. Aku akan mempersiapkan nya, dan menurutku akan memakan waktu juga."
" Iya, aku mengerti."
Tanpa terasa matahari mulai bersinar menampakkan cahayanya dan Asta berjalan membuka pintu.
" Selamat pagi Tante ?, Tante tidak olah raga ?," sapa Rachela putri pertama Arum yang berusia 11tahun.
" Iya, nanti Tante akan berjalan kaki. Mama kamu kemana ?" tanya Asta.
" Mama tadi pergi sama Papa,, katanya mau jalan-jalan di Karep."
"Kok ga ngasih tau Tante sih ?."
__ADS_1
" Kata Mama, Tante nya masih honey moon." jawab Rachela tertawa dan langsung pergi .
" Apakah kalian biasa berbicara seperti itu ?, Seperti teman. Padahal dia putri dari teman mu." tanya Kevin yang sudah berdiri disampingnya.
" Entah mengapa aku merasa Rachela seperti keponakan aku sendiri."
" Bukankah Diandra yang paling besar ?,"tanya Kevin menyebut putri sulung Krisworo.
" He eh, dan usianya baru 14 tahun, bagaimana kalau kita jalan-jalan, sekitar komplek saja !."
" Ayolah !."
Setelah mengunci pintu rumah, Asta dan Kevin berjalan kaki disekitar rumah.
" Hari ini mau kemana ?," tanya Kevin.
" Belum tahu. Mas Kevin mau jalan-jalan keluar ?."
" Aku ?,aku sih mau nya bercinta denganmu, tapi kondisinya tidak memungkinkan. Apakah kamu tahu tempat yang menyenangkan?."
" Tempat yang menyenangkan banyak, bagaimana kalau kita ke dusun semilir atau kita pergi ke wisata alam."
" Ya sudah..., terserah ." kata Asta.
Hari ini Kevin sangat bahagia karena Asta bersikap manja padanya, sesuatu yang sangat jarang dilakukan olehnya.
" Asta, apakah kamu besok bisa langsung mengundurkan diri dari tempat kamu bekerja ?," tanya Kevin ketika mereka sedang menuju Dusun Semilir.
" Kenapa ?."
" Aku ingin kita kembali ke Jakarta. Kamu bersedia bukan ?."
" Baiklah.., Aku bersedia. Aku khawatir Dwina akan mengganggu ku."
" Dwina ?, siapa dia ?, semalam Kak Rizky bertanya soal Dwina padaku," kata Kevin penasaran.
" Dwina, wanita yang mendekati Kak Bima dengan maksud tertentu."
" Maksudmu ?."
__ADS_1
" Ceritanya panjang. Tetapi intinya dia tidak suka aku hidup bahagia," jawab Asta.
" Kalau begitu memang lebih baik kalau kamu tidak tinggal sendirian. Kalau begitu besok aku akan mengantarmu untuk mengajukan pengunduran diri dari tempat mu bekerja. Dan untuk sementara bagaimana kalau kamu tinggal bersama papa dan mama dulu."
" Papa dan mama siapa ?."
" Mertuaku," jawab Kevin gemas membuat Asta tertawa.
" Baiklah. Aku akan menurutinya. Apakah Mas Kevin akan kembali ke Amerika?."
" He eh, tapi tidak akan lama, karena aku sedang melakukan akusisi jaringan hotel di Texas, jadi untuk sementara tidak bisa ditinggalkan."
" Baiklah , aku akan menunggumu."
" Terima kasih."
Tanpa terasa mereka sudah tiba diarea wisata yang bernama Dusun Semilir.
Dusun semilir ini berada di Jalan Soekarno-Hatta No.49 Ngemple, Bawen Ngemplak Semarang.
Kevin menatap bentuk bangunan dari Dusun Semilir yang terlihat sangat unik.
" Kira kira berapa banyak bambu yang dibutuhkan untuk bangunan yang berbentuk stupa itu ?," tanya Kevin membuat Asta tertawa.
" Ayo kita masuk !." kata Asta menggandeng lengan Kevin.
Mereka memasuki bangunan berbentuk stupa dan pada hari Minggu ini sangat ramai pengunjung nya.
Pertama mereka masuk ke bangunan Dusun Semilir ini mereka langsung melihat aneka stand suvenir hasil kerajinan masyarakat Jawa Tengah.
" Apakah kamu mau membeli dress batik yang ini ?, ini sangat pas untuk tubuhmu," kata Kevin ketika Asta mengambil dress batik yang menarik perhatian nya.
" He eh," jawab Asta, dan ia mengambil beberapa dress dan juga tas tangan hasil kerajinan tangan yang sangat indah.
Disetiap stand suvenir selalu ada spot photo yang unik membuat Asta dan Kevin tertarik untuk berphoto.
Selanjutnya mereka keluar dari stand suvenir menuju tangga yang juga terbuat dari kayu serta melewati jembatan yang bernama jembatan senggol sambil menikmati aneka kuliner dimana atap food court nya terbuat dari semacam jerami .
' Kamu tidak ingin makan siang disana ?," tanya Kevin menunjuk resto sepoi-sepoi, dan mereka pun makan siang di resto sepoi-sepoi yang berada di Dusun Semilir.
__ADS_1