
Dipagi hari yang dingin Astari dan Arum berjalan pagi ditemani oleh kedua putrinya.
"Kamu tidak berangkat kerja ?," tanya Asta.
" Sebentar lagi. Kamu mau sarapan tidak ?."
"Rasanya aku mau makanan yang berkuah, tapi bukan bubur gudeg."
" Bagaimana kalau kita sarapan nasi gureh ?," tanya Arum.
"Boleh juga. Aku pernah makan nasi gurih. Waktu itu aku sedang ke daerah Tanggerang dan ada yang menjual, hanya saja aku tidak kuat antrinya."
"Disini kamu bisa menikmati nasi gurih yang oke punya. Aku akan meminta Mba untuk membelinya."
"Apakah jauh ?."
"Lumayan sih. Tapi aku tidak mau kamu terlalu capai, ingat kamu sedang hamil muda. Resikonya terlalu berat kalau kamu terlalu capai."
" Astaga Rum, aku cuma berjalan saja. Lagipula selama aku disini aku hanya bersantai saja."
" Sudah ga usah protes. Nanti kalau Kevin belum datang akan aku ajak kamu ke pemandian Muncul. Kamu belum sempat kesana kan ?."
"Memangnya kamu pulang kerja jam berapa ?."
__ADS_1
" Ini hari Sabtu Bu, aku hanya setor muka saja," jawab Arum membuat Asta tertawa.
Mereka sudah tiba kembali dirumah dan Arum mengundang Asta untuk mampir ke rumahnya .
" Aku akan meminta Mba membelikan nasi gurih."
"Ya buuu," jawab Asta geli.
" Mba...Mba Min...." panggil Arum.
" Iya Bu..."
" Mba, tolong belikan nasi gurih di Mbok Yah 6 porsi ya, komplit lalu ditambah ayam opornya juga telur dan sayurnya yang banyak!." kata Arum pada asisten rumah tangganya.
"Baik Bu..."
"Terima kasih ya Rum. Kamu tahu kamu itu lebih seperti Mba Dini istri kakak sulungku dibanding sebagai temanku ," ucap Asta penuh rasa terima kasih.
" Sudahlah... kamu tahu aku masih merasa menyesal ketika mengajakmu ke candi gedung songo. Waktu itu aku berpikir agar rasa marah dan kecewa mu tersalurkan saat melakukan perjalanan ke candi gedong songo." ucap Arum penuh rasa sesal.
" Tapi tidak terjadi apa-apa kan."
" Ya memang. Tetap saja aku merasa bersalah."
__ADS_1
" Tapi Rum, aku benar-benar terkesan dengan candi gedong songo itu. Kalau kita ke Prambanan atau Borobudur, letaknya tanahya itukan datar dan jaraknya berdekatan dalam satu komplek, sangat berbeda sementara candi gedong songo memerlukan ekstra tenaga untuk bisa mencapai letak masing-masing candi. Dan udaranya sangat dingin. Mungkin karena kita kesana masih pagi ya.."
" Ya dan sampai sekarang penyelesaian ku belum juga hilang begitu kamu katakan kalau kamu sudah periksa kehamilan sebelum datang kesini ." ucap Arum dengan jengkel .
Melihat sikap Arum, Asta meraih tangannya dan minta maaf karena ia lupa mengatakan mengenai keadaan nya.
"Arum, aku minta maaf. Aku janji tidak akan mengulangi nya lagi." kata Asta dengan suara memelas membuat Arum tertawa.
" Hey, kamu ga mandi dulu,sambil menunggu Mba Min ?," tanya Asta..
" Engga, sebentar lagi juga kembali ."jawab Arum dan benar saja Mba Min sudah datang dengan membawa pesanan Arum.
Asta menatap bungkusan nasi kecil seperti bungkusan gado-gado dan ketika dibuka terlihat isinya yang terdiri dari Nasi yang diberi toping telur rebus, suwiran daging ayam serta santan kental yang membuatnya gurih sementara sayurnya dibuat terpisah sesuai permintaan Arum.
" Astaga Rum, ini benar-benar enak sekali." ucap Asta ketika mulai memakan' nasi gurih yang dibeli dari Mbok Yah.
" Tentu saja."
Asta sangat bahagia karena memiliki Arum sebagai teman yang tidak banyak bertanya tetapi banyak memberi nasihat dan pandangan nya walaupun lebih sering terlihat seperti orang tua pada saat memberikan pengertian pada anaknya yang bandel dan nakal.
"Sekali lagi terima kasih. Karena kamu juga harus bersiap ke kantor aku pulang dulu ya. Sekali lagi terima kasih."
"Sudahlah jangan terlalu banyak terima kasih. Sekarang kamu istirahat dan sore nanti kita ke Muncul biar kamu merasakan kolam renang dari mata air langsung tanpa diberi kaporit karena airnya langsung mengalir ke sungai yang berada dibawahnya," ucap Arum menceritakan tentang kolam renang Munjul.
__ADS_1
" Kamu tahu Rum, kamu sukses membuatku penasaran. Okey aku pulang dulu. Assalamualaikum."
"Waalaikum salam." jawab Arum tersenyum.