Izinkan Aku Membenci

Izinkan Aku Membenci
Episode 37


__ADS_3

Asta dan Amanda menikmati makan siang di kantin dan ia merasa canggung menjadi pusat perhatian para karyawan kantor.


" Manda, ayo cepat ah, ga enak banget diperhatiin begitu," kata Asta pelan.


" Iya, ini aku juga sudah selesai kok," kata Amanda.


Mereka segera meninggalkan kantin begitu selesai.


" Kau tahu Manda ?, baru dua kali aku ke kantin pas dijam istirahat dan keadaan nya selalu begini. Besok-besok aku pilih dijam seperti biasa saja." kata Asta dengan kesal.


" Iya buuu, kan situ sendiri yang mau ."


Asta menatap meja kerjanya yang masih penuh dengan file yang sebagian belum sempat dikerjakan membuatnya menarik nafas.


" Begini yang aku ga suka, semuanya menumpuk di meja ku."katanya dalam hati.


Sementara itu Kevin sedang bertemu dengan teman-teman nya yang tidak diundang ketika dirinya mengadakan resepsi pernikahan.


" Aku kecewa pada mu Vin, masa kita tidak diundang, padahal kita termasuk teman mu," kata Daniel.


" Sorry, kemarin aku menyerah kan semuanya pada pihak istriku jadi aku lupa mengundang kalian," jawab Kevin tertawa.


" Bagaimana kalau kita bikin pesta buat kalian ?," tanya Bagus.


" Atur saja. Aku akan mengenalkan kalian pada Istriku."


" Katanya istrimu itu anak perwira tinggi ya ?,"


" Benar. Makanya kalian jangan macam-macam sama istriku ."


" Apakah istrimu galak Vin ?."

__ADS_1


" Tidak. Astriku sangat hebat. Sorry aku harus kembali ke kantor, hari ini aku sudah mengatur meeting dengan para direktur diperusahaan."


" Okey, terima kasih kamu sudah mau datang menemui kami." Agus mengulurkan tangan yang disambut penuh persahabatan oleh Kevin.


"Aku ingin tahu apakah Kevin akan tetap setia pada istrinya ?." Kata Clara yang sejak tadi hanya diam memperhatikan Kevin tanpa ikut bicara.


" Jangan macam-macam Clara !, Aku tidak akan membiarkan dirimu merusak kebahagiaan Kevin," tegur Agus tajam.


Tepat jam setengah dua, Kevin sudah kembali berada dikantornya.


"Siapa yang akan mendampingi ku pada meeting kali ini ?," tanya Kevin pada kedua orang sekretaris nya.


"Maaf Pak, bagaimana kalau Amanda yang mendampingi Bapak ?," tanya Asta.


Kevin menatap Asta yang memberi isyarat pada mejanya yang masih berantakan.


"Baiklah Amanda kamu yang akan mendampingi ku, karena kamu yang berada dikantor selama kami tidak ada ditempat."


" Baik Pak."


Asta baru menyimpan hasil pekerjaannya ketika ada telepon masuk dan rupanua Dwina yang menelpon nya.


Dwina adalah wanita yang belakangan ini berusaha mendekati Bima kakaknya meskipun Bima sendiri sepertinya tidak perduli.


"Hallo Mba, apakabar ?,"


" Kabar buruk Asta, aku sudah mengirimkan gambar padamu, coba nanti kamu tanyakan pada Kevin benar tidak tadi dia bertemu dengan wanita yang pernah menjadi kekasihnya ?." kata Dwina pelan sambil memandang ke depan dimana Bima sedang membayar tagihan makan mereka.


Asta segera melihat gambar yang dikirim Dwina dan ia tersenyum melihatnya.


" Hallo Mba, aku sudah melihatnya. Ia tadi Mas Kevin sudah bilang ke aku kalau mau ketemuan dengan Meraka ."

__ADS_1


"Lalu Kevin sekarang dimana ?."


"Sedang meeting didampingi oleh Amanda."


" Asta, kamu harus extra hati-hati mempunyai suami seperti Kevin. lelaki yang mempunyai banyak,-


" Asta, kamu tidak perlu dengarkan perkataan Dwina, dengar suamimu bertemu dengan banyak orang bukan hanya berdua. Memang ada wanita diantara mereka, tetapi Kevin tidak lama berada disini ," beritahu Bima memotong kalimat Dwina dan mengambil handphonenya.


"Iya Kak, aku tahu. Mas Kevin tadi sudah bilang sama aku kok." jawab Asta .


" Kakak tutup teleponnya dulu ya."ucap Bima.


"Iya Kak."


Bima memandang Dwina dengan tatapan tajam.


"Apa maksudmu dengan menelepon Asta ?."


" Mas, aku hanya ingin Asta tahu bahwa suaminya itu tidak setia ?."


"Dimana buktinya dia tidak setia ?, apakah kamu pernah menjadi salah seorang kekasihny atau wanita yang tidak dianggap ?."


" Apa maksud Mas Bima berbicara seperti itu ?."


" Aku melihat mu seperti cacing kepanasan ketika Kevin memasuki restoran," kata Bima sambil berjalan keluar.


"Apakah Mas Bima cemburu ?."


"Cemburu sama siapa ?. Dengar Dwina diantara kita tidak ada hubungan apapun."


" Bukan begitu maksudku Mas."

__ADS_1


"Aku akan ke kantor, kamu mau pulang sendiri atau ada tujuan lain ?," tanya Bima mengabaikan ucapan Dwina.


"Aku akan bertemu dengan temanku dulu Mas," jawab Dwina.


__ADS_2