Izinkan Aku Membenci

Izinkan Aku Membenci
Episode 67.


__ADS_3

Di rumah keluarga Sudrajat, Asta merasakan mual yang teramat sangat membuat Mamanya sangat khawatir.


Setelah berkali-kali ke kamar mandi, Asta terlihat lemas dan ia diminta untuk berbaring.


" Sayang, bagaimana kalau kita ke dokter?," tanya Mama.


"Nanti saja Mam, Asta akan menunggu Mas Kevin pulang," jawab Asta lemah.


" Tapi sayang, Mama khawatir dengan keadaan mu!."


" Engga Mam, aku tidak apa-apa," jawab Asta keras kepala.


" Bagaimana kalau Mama telepon Kevin ?."


" Jangan Mam, Asta tidak apa-apa. Mama seperti tidak pernah menghadapi wanita hamil muda saja."


" Apakah kamu ingin makan sesuatu untuk menghilangkan rasa mual mu ?."


" Minta tolong bibi buatkan juice Strawberry saja Mam, tidak usah pakai gula dan susu, pakai madu saja," katanya sambil memejamkan matanya.


" Baiklah. Mama akan minta bibi buatkan untuk mu. Apakah ada yang lainnya lagi ?."


" Sudah Mam, itu saja," Asta benar-benar merasa lemas karena sudah berkali-kali ia mengeluarkan makanan yang berada didalam perut nya.


" Apakah seperti ini yang dirasakan oleh wanita yang tengah hamil muda," ucapnya pelan.


Asta tengah minum juice yang dibuatkan bibi ketika ia mendengar suara mobil masuk.


Dengan wajah bersinar gembira ia segera melangkah keluar, tetapi tubuhnya sangat lemas membuatnya tidak mampu meneruskan langkahnya dan hanya mampu sampai depan pintu kamarnya dan kembali ketempat tidurnya lagi.


Kevin melangkah dengan cepat untuk menemui Asta ketika mendengar keadaan istrinya.

__ADS_1


" Sayang bagaimana keadaanmu ?, Aku akan berganti pakaian setelah itu kita ke dokter," ucap Kevin.


" Aku sudah tidak apa-apa Mas. Bagaimana keadaan di kantor ?," tanya Asta.


" Tidak ada masalah, mengapa tadi melarang Mama untuk menelepon ku ?,"


" Aku tidak mau mengganggu mu. Bukankah hal biasa wanita hamil merasakan mual ?."


" Tapi kalau terlalu sering bisa berbahaya juga."


" Iya."


" Iya apanya ?."


" Aku akan menelepon Mas Kevin bila merasa tidak nyaman," jawab Asta manja.


" Sungguh ?,"


" Baiklah, aku mandi dulu, setelah itu kita makan ya, kata Mama kamu belum makan seharian ini !."


" Hem,"


Kevin menuju kamar mandi dan tidak berapa lama terdengar suara shower mengalir.


Asta menuju lemari pakaian untuk mengambilkan baju Kevin yang tadi dibawa oleh Pak Toha, entah mengapa perasaan mual dan lemas yang sejak siang tadi hilang setelah ia melihat Kevin dan berada dekat dengannya.


" Kenapa senyum-senyum sendiri ?," tanya Kevin yang rupanya sudah keluar dari kamar mandi.


" Tidak apa-apa. Aku tersenyum karena perasaan mual yang aku rasakan seharian ini ternyata tidak terasa lagi ketika aku melihat Mas Kevin ." jawabnya dengan wajah merona.


" Aku menyukainya, apakah kamu sudah sholat Magrib ?."

__ADS_1


" Sudah. Cepatlah nanti waktunya habis !."


Dengan senyum dibibir Kevin segera mengambil sejadah dan melakukan sholat Magrib.


Asta menunggu Kevin yang sedang sholat, ia benar-benar merasa bahagia sekali.


" Apakah Mas mau langsung makan ?," tanya Asta begitu Kevin selesai sholat.


" Ya, kamu juga harus makan ya, agar bayi dalam kandungan mu juga sehat !."


Mereka keluar kamar menuju meja makan dimana Papa dan Mama sudah menunggu.


" Ayo, kemari kita makan bersama, Asta kamu harus makan yang banyak, karena kamu belum makan sama sekali," kata Mama pada Asta dan Kevin.


" Ya Mam, aku akan makan," jawab Asta membuat mereka tersenyum.


Mereka menikmati makan malam dengan wajah bahagia, terutama Kevin dan Mama ketika melihat Asta makan dengan lahap.


" Menurut Mama , kamu seharian ini tidak enak badan, tapi yang Papa lihat sekarang baik-baik saja," ujar Papa begitu mereka selesai makan.


" Sepertinya ini pengaruh dari Kevin Pa. Asta merasa tidak enak badan apabila ia tidak melihat Kevin, benar tidak ?,"


" Mama apaan sih ?," jawab Asta malu sementara Kevin menatapnya tidak mengerti.


" Anggap saja ini ngidam tidak mau berjauhan dengan suaminya ," ucap Mama membuat Kevin tersenyum bahagia.


" Benarkah ?, aku menyukainya." katanya dengan mata bersinar.


Mendengar ucapan Kevin, mereka semua tersenyum dan Mama menggoda Asta yang tampak tersipu-sipu.


" Tidak perlu malu. Wajar kalau wanita yang sedang hamil muda itu tidak mau berjauhan dengan suaminya."

__ADS_1


__ADS_2