Izinkan Aku Membenci

Izinkan Aku Membenci
Episode 31


__ADS_3

" Selamat siang Pak ."


" Selamat siang , Derry besok aku dan Asta akan berangkat ke Lisbon Portugal. Bagaimana dengan laporan keuangan bagian properti apakah sudah diatasi ?."


" Sudah Pak,"


" Baiklah, untuk selanjutnya jangan sampai ada kejadian seperti ini lagi. Dalam pekerjaan tidak bisa membiarkan kesalahan yang merugikan perusahaan berjalan terus. Ingat Derry kamu harus bersikap tegas !."


" Baik Pak, saya tidak akan mengulangi kesalahan yang sama kembali."


"Bila ada sesuatu selama aku tidak ada ditempat, kamu laporkan pada Amanda. Sekarang kamu bisa kembali ke ruangan mu !."


" Saya permisi pak."


Derry meninggalkan ruangan Kevin dan ia mengangguk pada Asta dan Amanda ketika melewati mereka.


Asta dan Amamda melakukan pekerjaan mereka seperti biasanya.


" Asta, aku masuk kedalam dulu ya, mau serahin ini sebelum pulang," kata Amanda sambil menunjukkan berkas yang diminta Kevin.


" Okey."


Amanda memasuki ruang kerja Kevin dan dilihatnya Kevin sedang membaca laporan penjualan yang sudah diberikan oleh Asta.


" Selamat siang Pak."


" Siang Manda, sudah selesai ?."


" Sudah Pak."


" Baiklah, seperti biasa kamu atasi pekerjaan selama aku pergi, laporkan semuanya bila ada sesuatu yang tidak beres. Okey ?."


" Baik Pak."


Amanda segera meninggalkan ruang kerja Kevin dan ia mulai merapikan mejanya membuat Asta memandangnya heran.


" Mau kemana Bu, udah beres-beres ?."


" Lihat jam, udah waktunya pulang dari tadi ."


" Hah, kok kamu ga ingatkan aku sih Manda ."


"Memangnya ada apa ?,kok tumben minta diingatkan. Kamu sudah sholat Ashar kan ?."


" Sudah, aku lupa belum memberikan laporan kerjasama dengan Mr.Kim ke Bos."


" Memangnya ditunggu ?."


" Engga juga sih, tapi lebih enak kalau semuanya beres."


" Ya sudah, kamu masuk saja, aku pulang duluan ya."


" Kamu ga mau nunggu aku ?."


" Engga, yang ada aku jadi patung lagi, apalagi kalau si bos udah mulai senyam senyum sama kamu ."

__ADS_1


" Amandaaaaaa.!."


Terdengar suara Kevin memanggil nama nya membuat gadis itu berbalik sambil tersenyum manis.


" Maaf Kak, aku pulang duluan ya...."


Dengan mengabaikan Asta yang cemberut Amanda meninggalkan lantai 17.


" Belum selesai?," tanya Kevin.


" Belum. Sebentar lagi ya."


Kevin memperhatikan Asta yang mulai merapikan mejanya dan menyimpan semua berkas .


" Ayo Mas !."


Mereka meninggalkan kantor menuju lobby dimana Pak Toha sudah menunggu mereka.


" Pak Toha, kita langsung ke apartemen saja, karena kami perlu berkemas untuk besok !." beritahu Kevin.


" Baik Pak, jam berapa Bapak berangkat?."


" Pagi. Pak Toha datang seperti jam kerja biasanya saja."


" Baik Pak."


Tidak berapa lama mereka sudah tiba diapartement.


Asta berjalan lebih dulu sementara Kevin mengikuti nya.


" Tidak apa-apa, maaf Mas, aku mau istirahat sebentar."


Asta segera melangkah menuju kamar mereka. Setelah mengganti pakaian Asta membaringkan tubuhnya dan memejamkan matanya.


Kevin memasuki kamar mereka dan ia melihat Asta yang tertidur dan ia melihat ada air mata disudut matanya yang terpejam. Setelah mengganti pakaian ia menghampiri Asta dan ikut berbaring disebelahnya. Kevin memandang wajah istrinya dan ia memeluk lembut tubuh istrinya yang membelakangi dirinya.


Suara alarm membangunkan Asta yang langsung mengambil jam tangannya.


" Ternyata sudah Magrib, hemm aku tertidur lumayan juga rupanya ." katanya dalam hati dan ia melihat tangan Kevin yang berada diatas perutnya .


" Mas..., Mas Kevin, sudah Magrib bangun Mas."


" Hemm, kita mandi bareng ya ?."


" Iya..., Mas cepat bangun !."


Dengan enggan Kevin bangun dari tidurnya lalu duduk sambil memandang Asta yang berusaha untuk duduk.


" Kenapa ?,kamu ga bisa duduk ?."


" Bisa, tapi bajuku diduduki dirimu Mas, jadi aku ga bisa bergerak ."


Kevin tertawa kecil dan ia segera berjalan kearah meja dan ia melihat handphone nya.


" Kenapa Mas ?."

__ADS_1


" Ada nomor tidak dikenal yang menelepon ku."


" Owh, ya sudah kamu mau mandi tidak ?, aku duluan ya ."


" Ya."


Asta sudah selesai mandi dan sedang mengambil wudhu ketika Kevin masuk.


" Sepertinya aku tadi bilang mau mandi bareng ya ?."


" Bilangnya sih seperti itu, tapi berhubung Mas tadi tidak focus ya sudah aku mandi duluan."


" Ya sudah, aku ambil wudhu saja, sebelum habis waktunya ."


Setelah selesai sholat Maghrib Asta turun kedapur sementara Kevin mengeluarkan tas bepergian nya.


Kevin sudah terbiasa mengatur semua keperluan nya sendiri bila akan kunjungan bisnisnya jadi dia tidak terlalu lama mengaturnya.


" Sedang apa Mas ?, kenapa tidak beritahu aku ?."


" Maaf, aku lupa beritahu kamu," jawab Kevin tersenyum malu.


" Mau dipisah atau digabungkan pakaian kita ?."


" Digabungkan saja, tas bepergian aku masih muat kok untuk pakaian mu ."


Sambil geleng kepala Asta mengatur ulang isi tas bepergian mereka.


" Sudah selesai, kita makan dulu yuk, aku tadi buat ayam bakar dan sambalnya."


" Kamu hebat, semuanya bisa kamu kerjakan dengan baik," puji Kevin.


Sambil merangkul bahu Asta, mereka menuju dapur untuk makan malam.


Kevin menatap Asta yang tengah minum dengan tatapan penuh tanya.


" Mau tanya sesuatu ?," tanya Asta.


" He eh, ada apa tadi ?, bukan dirimu yang bisa bersikap seperti itu ?."


"Owh, aku tadi tiba-tiba merasa melow sedikit."


"Tidak ingin mengatakannya ?, apakah hal itu berhubungan denganku ?."


"Benar, kita berumah tangga baru 3 Minggu dan sudah ada masalah seperti kemarin. Apakah masih ada masalah lain yang akan datang ?."


" Maafkan aku. Selama ini aku memang laki-laki yang tidak memiliki komitmen terhadap satu orang wanita. Tetapi aku tidak pernah bersikap tidak setia. Dengan kejadian kemarin membuatku sadar bahwa bertemu denganmu adalah keberuntungan yang aku miliki."


" Benarkah ?."


" Aku tahu, saat ini kamu tidak akan percaya padaku. Bagaimanapun aku sendiri pernah mengatakan padamu agar jangan mengharapkan kata cinta dariku. Tetapi aku minta padamu maukah kita berdua belajar untuk saling mengenal dan menerima ?."


" Aku akan belajar Mas, tapi aku harap kamu mau jujur padaku."


" Akan aku lakukan dan aku juga meminta padamu agar kamu juga bersikap jujur padaku, karna aku sangat membenci yang namanya kebohongan."

__ADS_1


__ADS_2