
Lembar demi lembar kalender berganti, begitu juga dengan tahunnya, dan tanpa terasa usia Zachery sudah 2 tahun.
" Sayang, kapan berangkat ke kantor pusat ?," tanya Kevin sambil mengamati Zachery yang sedang bermain dengan Balqis, putri dari Krisworo yang kini tinggal bersama mereka karena ia tidak mau ikut dengan orangtuanya ke Balikpapan.
" Aku ?, Kemungkinan bulan depan. sekarang pekerjaan harian sudah aku serahkan pada masing-masing direktur perusahaan. karena sebelumnya pun aku tidak terlalu antusias untuk mengurusinya." jawab Asta menatap jauh.
" Ada apa ?, apakah ada sesuatu yang mengganggumu ?" tanya Kevin ketika melihat pandangan Asta yang seperti memikirkan sesuatu.
" Mama merasa bersalah pada kalian. Papa dan Zach adalah hati dan jantung ku, tapi Mama justru terlalu sering meninggalkan kalian. Jadi Mama memutuskan untuk melakukan kunjungan per 3 bulan saja. Dan Mama memutuskan lebih banyak bekerja di kantor yang berada di Jakarta."
" Apakah sudah dipertimbangkan baik dan buruknya ?."
" Tentu saja sudah. Kalau Papa saja bisa mengapa Mama tidak ?."
" Baiklah. Terserah Mama saja."
" Hem, apakah Papa ingat dengan Mayang ?," tanya Asta tiba-tiba.
" Mayang ?," tanya Kevin berusaha untuk mengingat mengenai nama yang baru disebutkan Asta.
" Iya Mayang, entah mengapa Mama tiba-tiba ingat tentang dirinya dan hari Jumat kemarin Mama mengunjungi panti asuhan dimana ia tinggal."
" Maksudmu Mayang, anak kecil yang pernah dikatakan sebagai anakku ?."
" Benar. Kemarin Mama bertemu dengannya, dan usianya kini sudah 10 tahun. Ia cantik dan juga pintar, entah mengapa keinginan ku untuk mengadopsinya kembali muncul. Mama sudah meminta Kak Rizky untuk menyelidiki secara rinci tentang keluarga Mayang ."
" Bukankah Kak Rizky sudah pernah mencari tahu tentang Mayang ?."
__ADS_1
" Benar. Tapi waktu itu Kak Rizky lebih fokus pada Karina, bukan pada Mayang."
" Bukankah dengan tindakan mu ini seperti mencari masalah baru untuk kita ?, Kita sudah mempunyai Zachery dan juga mempunyai tanggung jawab untuk menjaga Balqis. Mengapa harus mengadopsi Mayang ?."
" Papa ingat Mama pernah ingin mengadopsi Mayang sebelum ke Lisbon, dan Mama sudah melupakannya. Tetapi kemarin Mama tiba-tiba ingin datang ke sana dan bertemu dengan Mayang."
" Saat ini Papa belum bisa memutuskan. Kita tunggu kabar dari Kak Rizky lebih dulu, baru kita bahas lagi, Oke ?."
" Baiklah. tapi aku sangat berharap bisa mengadopsinya."
Kevin menatap Asta penuh rasa sayang, sekaligus tidak mengerti mengapa isterinya kembali teringat dengan gadis kecil yang sempat menjadi duri pada saat awal pernikahan mereka, meskipun hal tersebut bukanlah kesalahan nya.
" Tante, Balqis mau ke dalam dulu ya !," kata Balqis sambil menuntun anak kecil berusia 2 tahun yang seperti tidak mau lepas dengan gadis remaja berusia 12 tahun yang bertubuh jangkung.
" Baiklah. Zach, kamu sama Mama dulu ya, Kakak Balqis nya mau kedalam dulu," katanya pada putranya.
Balqis berjalan kedalam rumah dan langsung menuju kamar mandi.
Balqis keluar dari kamar mandi dan wajahnya terlihat pucat juga panik dan ia menghampiri Asta yang masih berada di teras belakang.
" Tante..." panggilnya lirih membuat Asta terkejut dan segera menghampiri Keponakan nya.
" Ada apa sayang ?," tanya Asta penuh perhatian dan agak cemas.
" Di pakaian dalam Balqis ada bercak ," bisik nya pelan ditelinga Asta.
Mendengar ucapan keponakan nya membuat Asta maklum dan ia pun tersenyum.
__ADS_1
" Papa, Zachery sama Papa dulu ya, Mama akan ke kamar dulu," ucap Asta pada Kevin yang segera mengambil Zachery dari gendongan Asta.
" Balqis tenang saja, tidak perlu panik, bukankah di sekolah sudah diajarkan mengenai menstruasi ?,"ucap Asta menggandeng Balqis menuju kamarnya.
" Sebenarnya Tante sudah menyiapkan pembalut dilaci Kaka, karena Tante pikir Kaka sudah haid sebelumnya. Ternyata Kaka justru baru mengalaminya sekarang," ucap Asta tersenyum kalem. Dan ia mengikuti kebiasaan Dini memanggil putrinya Kaka.
Asta melihat wajah Balqis yang sudah tidak terlihat pucat lagi.
" Sekarang Kaka ambil pakaian dalamnya dan gunakan ini pada bagian dalamnya."ujar Asta memberitahu cara pakai pembalutnya.
" Sekarang Kaka pakai ini di dalam kamar mandi, dan cuci bersih pakaian dalamnya. Oke ?,"
" Ya Tante. Terima kasih," jawab Balqis yang sudah mulai tersenyum.
" Baiklah, Tante keluar dulu ya. Setelah selesai langsung keluar ya, kita makan bersama," kata Asta dan ia pun keluar dari kamar keponakannya dengan wajah tersenyum.
" Ada apa dengan Balqis ?, mengapa wajahnya pucat ?," tanya Kevin yang menemui nya diluar kamar Balqis dengan menggendong Zachery.
" Masalah anak perempuan yang mulai baligh," jawab Asta pelan.
" Oh, tapi mengapa wajahnya terlihat panik ?."
" Ya karena ia baru pertama mengalaminya, jadi ia terkejut dan panik."
" Oh," kata Kevin singkat dan kembali berbalik meninggalkan Asta untuk menuju ruang tamu.
Dari kamar Balqis, Asta menuju dapur mengambil makanan untuk Zachery, karena ia akan menyuapi putranya lebih dulu.
__ADS_1